Ringkasan Berita:
- Selama bulan Oktober 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas di Brebes mencapai 113 kejadian dengan 164 korban.
- Dari jumlah tersebut, 10 orang di antaranya telah meninggal.
- Korban terbanyak adalah para pengemudi yang berusia produktif, khususnya pelajar sekolah menengah pertama dan atas.
Lintaskriminal.co.id -, BREBES –Total 164 pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas di Brebes, Jawa Tengah, selama bulan Oktober 2025.
Dari jumlah tersebut, sepuluh orang di antaranya telah meninggal.
“Berdasarkan temuan atau data yang kami peroleh, penyebab kecelakaan antara lain karena (pengemudi) masih di bawah umur atau belum memiliki SIM,” ujar Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zaenurrozaq, Minggu (01/11/2025).
Selain itu, menurut Ahmad, kecelakaan juga disebabkan oleh rendahnya kesadaran para pengemudi dalam mematuhi tanda-tanda lalu lintas.
“Kemudian, belum mematuhi rambu lalu lintas dan kelengkapan berkendara yang sering kami sampaikan,” tambahnya.
Ahmad menyampaikan, para korban terlibat dalam 113 kejadian kecelakaan.
“Rinciannya, dari 164 korban tersebut, 162 orang mengalami cedera ringan, 2 orang mengalami luka parah, dan 10 orang meninggal,” katanya.
Melihat data tersebut, Ahmad mengatakan, kecelakaan lalu lintas menjadi tantangan bersama.
Aplagi, sebagian besar korban kecelakaan adalah orang-orang dalam usia produktif, bahkan pelajar.
“Pastinya, ini menjadi tanggung jawab bersama karena usia korban kecelakaan ini adalah usia produktif, yaitu antara 16 hingga 19 tahun, mungkin di usia SMP dan SMA,” katanya.
Upaya Pencegahan
Mengenai tingginya angka kecelakaan lalu lintas, Ahmad menegaskan bahwa Satlantas Polres Brebes tidak berdiam diri.
Mereka aktif melakukan sosialisasi, terutama kepada kalangan pelajar.
Usaha dari Satlantas telah dilakukan secara maksimal, yang pertama yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada para pelajar sekolah.
Pada saat ini, kejadian yang terjadi pada peringkat pertama yaitu pada usia produktif, di mana banyak karyawan (pekerja pabrik).
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada karyawan. Ini merupakan langkah yang kami lakukan dari Unit Keamanan dan Keselamatan,” katanya.
Mereka selalu meninjau setiap kejadian kecelakaan yang terjadi sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kecelakaan.
“Kami terus melakukan peninjauan, bahwa kami bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dalam melaksanakan perbaikan jalan,” katanya.
Ahmad mengajak para pengguna jalan untuk mematuhi peraturan, melengkapi dokumen kendaraan serta taat pada hukum.
Kami terus-menerus mengingatkan para pengemudi, baik warga Brebes maupun dari luar Brebes.
Kami dari Satlantas tidak merasa bangga terhadap adanya tilang, kami juga tidak merasa bangga dengan penegakan hukum terhadap pelanggaran.
“Tetapi, kami bangga jika warga Brebes taat pada hukum,” ujarnya.(*)
