Sebanyak 20.205 mahasiswa baru dari 31 universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengikuti sosialisasi tentang bahaya narkoba selama rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025. Kegiatan ini diselenggarakan olehBadan Narkoba Nasional Provinsi (BNNP) DIYsebagai bagian dari usaha untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan tinggi.
Dalam rangkaian kegiatan tertentu, empat perguruan tinggi besar di Yogyakarta, yaitu UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Amikom, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Deklarasi Anti Narkoba secara bersamaan. Kesempatan ini diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara pihak kampus dan BNNP DIY sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam menciptakan kampus Bebas Narkoba (Bersinar).
Isi pernyataan menegaskan komitmen seluruh anggota akademika untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, menjaga lingkungan kampus dari peredaran ilegal, serta mendukung penuh kebijakan BNN dalam mewujudkan masyarakat yang bebas dari narkotika.
Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol. Andi Fairan, menekankan betapa pentingnya peran kalangan pemuda dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin rumit.
Kolaborasi dengan universitas merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman narkotika. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pelaku perubahan, tetapi juga sebagai penyebar informasi positif tentang bahaya narkoba dalam masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima Pandangan Jogja, Jumat (26/9).
Kolaborasi ini juga merupakan tindak lanjut dari program nasional di bidang ketahanan hukum dan politik, yang menjadikan pemberantasan narkoba sebagai prioritas utama dalam Asta Cita. Lingkupnya meliputi sosialisasi, pendidikan, serta penguatan peran mahasiswa dalam kampanye anti narkoba. Kegiatan ini akan diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan mahasiswa, seperti Pengabdian kepada Masyarakat, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Andi Fairan mengungkapkan, pihaknya berupaya menciptakan kesadaran sejak dini bahwa ancaman narkoba bukan hanya menjadi masalah pribadi, tetapi juga berkaitan dengan masa depan bangsa. Kehadiran mahasiswa sebagai kelompok pemuda yang terdidik dianggap penting karena mereka memiliki pengaruh besar di sekitarnya.
