Lintaskriminal.co.id -, BANGKA– 258 anggota polisi dikerahkan untuk mengawasi dan menjaga keamanan acara baris berbaris serta pagelaran di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mereka melakukan tugas selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Agustus 2025.
Beberapa jalan yang menjadi jalur perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia juga menjadi titik pengamanan.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, sebanyak 258 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga kelancaran acara pawai.
Mereka ditempatkan di berbagai titik persimpangan dan jalur yang menjadi rute pawai serta karnaval. Selain mengirimkan personel dari pihaknya, mereka juga memerintahkan beberapa kendaraan taktis.
“Seluruh personel yang bertugas telah ditempatkan di titik-titik masing-masing sesuai jalur pawai,” ujarnya kepada Lintaskriminal.co.id, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, petugas kepolisian yang bertugas dalam tiga hari kegiatan pawai dibagi. Pada saat kegiatan pawai yang diikuti oleh siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) serta Pramuka pada Senin (18/8/2025), diterjunkan sebanyak 81 personel.
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Pawai baris yang indah dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan umum pada hari Selasa (19/8/2025) akan diikuti oleh 86 personel. 2. Sebanyak 86 personel disiapkan untuk mengikuti pawai baris yang indah dari SMP, SMA, dan umum pada tanggal 19 Agustus 2025. 3. Pada hari Selasa (19/8/2025), pawai baris yang indah dari SMP, SMA, dan masyarakat umum akan dihadiri oleh 86 orang personel. 4. Untuk pawai baris yang indah dari SMP, SMA, dan umum pada Selasa (19/8/2025), sebanyak 86 personel telah dipersiapkan. 5. Dalam pawai baris yang indah dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan umum pada hari Selasa (19/8/2025), terlibat 86 personel.
Pada hari ketiga, tersedia 91 personel. Jumlah ini lebih besar karena menjadi puncak kegiatan yang berupa pawai karnaval.
Jumlah personel yang ditempatkan disesuaikan dengan jarak yang harus ditempuh oleh peserta. Sebelum acara dimulai, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di seluruh jalur yang akan dilalui.
Pengawalan dilakukan mulai dari titik awal hingga garis akhir untuk peserta baris kendang dan karnaval.
“Kami juga melakukan pengalihan lalu lintas dan patroli,” kata Agus Arif Wijayanto.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan untuk mematuhi peraturan dan pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan. Agar proses pawai berlangsung dengan baik dan lancar.
Agar proses pawai berjalan dengan baik dan lancar, ia juga meminta masyarakat yang ingin menyaksikan untuk mengikuti petunjuk petugas di lapangan, sehingga berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Beberapa anggota polisi berpakaian preman juga dikerahkan untuk mengidentifikasi hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan kegiatan. Sebagai langkah pencegahan, mereka juga siaga menghadapi tindakan kriminal dan kejahatan jalanan yang bisa terjadi di tengah masyarakat.
“Pengamanan yang kami lakukan juga melibatkan orang-orang yang berpakaian seperti preman. Hal ini dilakukan guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti pencurian,” katanya.
Agus Arif Wijayanto juga mengingatkan warga untuk memastikan keamanan rumah sebelum pergi. Sebaiknya memeriksa kembali kondisi rumah sebelum ditinggalkan saat menyaksikan pawai dan karnaval.
Pada kesempatan ini, ia memperingatkan agar aliran listrik dipastikan dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.
“Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” tambah Kapolres.
(Lintaskriminal.co.id -/Cepi Marlianto)
