3 Fakta Menarik Suara Misterius Meteor di Cirebon

by -104 Views

Lintaskriminal.co.id –Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin, juga memberikan penjelasan ilmiah mengenai peristiwa tersebut.

Berdasarkan beberapa keterangan dan rekaman kamera pengawas, ia menyimpulkan bahwa benda bercahaya tersebut kemungkinan besar adalah meteor yang cukup besar.

“Saya mengira itu meteor yang melewati dari arah barat daya, memasuki wilayah Kuningan–Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35–18.39 WIB,” ujar Thomas, malam Minggu.

Thomas menjelaskan bahwa suara dentuman terjadi karena gelombang kejut saat meteor memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah. “Saat gesekan dengan udara semakin besar, meteor menghasilkan tekanan kuat yang menyebabkan suara ledakan,” katanya.

Kesimpulan ini didasarkan pada tiga bukti utama:

  • Kerasnya suara ledakan yang terdengar di kawasan Kuningan dan Cirebon.
  • Gempa kecil yang sempat tercatat oleh alat pemantau BMKG Cirebon pada pukul 18.39.12 WIB.
  • Rekaman kamera pengawas yang menampilkan bola api bergerak cepat di langit sekitar pukul 18.35 WIB.

Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data awal untuk memastikan asal suara tersebut.

Menurut Fuad, dari segi meteorologi, suara keras dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti sambaran petir, aktivitas gempa bumi, atau peristiwa tanah longsor. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, cuaca di Cirebon saat kejadian terlihat cerah dengan sedikit awan tanpa adanya kemungkinan hujan atau badai petir.

“Umumnya suara ledakan atau getaran berasal dari awan konvektif akibat sambaran petir. Namun, berdasarkan gambar satelit, tidak ditemukan adanya awan konvektif di sekitar wilayah Cirebon saat kejadian terjadi,” kata Fuad di Cirebon, malam Minggu.

Ia menekankan bahwa hingga saat ini BMKG belum mencatat adanya kejadian cuaca ekstrem atau getaran seismik yang signifikan di kawasan tersebut.

Fuad juga menjelaskan bahwa kejadian yang berkaitan dengan meteor atau benda-benda di langit bukan termasuk tanggung jawab BMKG. “Peristiwa semacam ini berada di bawah kewenangan lembaga luar angkasa seperti BRIN, karena BMKG tidak memiliki alat untuk mengamati pergerakan meteor,” tambahnya.

Meskipun demikian, BMKG tetap mengawasi laporan yang datang dari berbagai sumber serta masyarakat guna memverifikasi keakuratan peristiwa yang sedang terjadi.

Berdasarkan laporan sementara, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, khususnya di wilayah timur Cirebon, seperti Kecamatan Lemahabang. Beberapa warga mengatakan pernah melihat bola api melesat cepat di langit sebelum terdengar suara ledakan yang sangat keras.

Sebelumnya dilaporkan, warga Cirebon dan sekitarnya terkejut oleh suara keras beserta cahaya terang di langit pada malam Minggu (5/10/2025).

Peristiwa ini saat ini sedang diteliti oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Stasiun Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data awal guna memastikan asal suara dan cahaya tersebut.

“Dari segi meteorologi, suara gemuruh bisa disebabkan oleh sambaran petir, gempa bumi, atau tanah longsor. Namun, saat kejadian, cuaca di wilayah Cirebon terlihat cerah dengan sedikit awan dan tidak ada awan konvektif atau kejadian cuaca ekstrem,” kata Fuad.

Ia menambahkan, hasil pemantauan BMKG hingga saat ini belum menunjukkan adanya gempa yang signifikan maupun kejadian cuaca yang tidak biasa. “Peristiwa seperti meteor atau benda langit bukan menjadi tanggung jawab BMKG, melainkan lembaga luar angkasa seperti BRIN,” katanya.