5 Fakta Mengejutkan Nadya Almira dalam Kecelakaan Tabrak Lari yang Menewaskan 13 Tahun Lalu

by -70 Views

halopadang.id – Nama Nadya Almira tiba-tiba menjadi topik yang banyak dibicarakan di media sosial.

Bukan karena adanya proyek sinetron atau film terbaru, melainkan karena dugaan keterlibatan dalam kecelakaan lalu lintas.

Diketahui, peristiwa ini telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Berita ini muncul setelah akun media sosial milik Hanny, yang menyatakan sebagai saudara korban, mengungkap peristiwa tersebut kepada masyarakat.

Di dalam unggahan yang panjang, Hanny menceritakan bahwa kakaknya, Adnan, mengalami kecelakaan serius sekitar 12–13 tahun yang lalu.

Ia menuduh bahwa tersangka adalah aktris Nadya Almira yang saat itu mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan menabrak Adnan hingga terbawa di bawah mobil.

Hanny membeberkan keadaan yang menyedihkan yang dirasakan Adnan pasca kecelakaan.

Dari patah kaki, cedera wajah, hingga pembuluh darah di kepala yang terluka, Adnan dikabarkan memerlukan perawatan intensif.

Hanny juga menyampaikan bahwa Nadya pernah memberikan uang sebesar Rp185 juta sebagai bentuk kompensasi.

Namun, menurutnya, angka tersebut masih jauh dari keseluruhan biaya pengobatan yang disebutkan mencapai lebih dari Rp385 juta.

Anggota keluarga korban merasa belum menerima

keadilan yang sepadan.

Nadya Almira kini muncul dan memberikan pernyataan.

Ia menjelaskan kondisi asli terkait kejadian tersebut, berikut fakta-faktanya!

1. Awal Mula

Nadya akhirnya bertemu dengan Hanny melalui konten YouTube Denny Sumargo.

Kehangatan langsung terasa sejak awal pertemuan, terutama ketika Nadya mulai bercerita mengenai peristiwa 13 Oktober 2013.

“Pulang dari lokasi syuting sekitar pukul 11 malam, Nad langsung pulang tanpa mengganti pakaian karena sangat lelah setelah syuting,” katanya.

Pada saat itu, Nadya pulang melalui jalan yang tidak biasa ia lewati.

Saat perjalanan kembali ke rumah, kejadian tersebut terjadi.

“Pas mau pulang, karena kondisi sudah sangat lelah dan kaget, di depan mobil ada sepeda motor yang berjalan sangat perlahan,” jelasnya.

2. Korban Memotong Jalan

Dengan suara yang gemetar, Nadya menggambarkan kondisi tubuh yang sangat lelah dan pikiran yang tidak sepenuhnya fokus.

Mobil yang dikemudikan Adnan tiba-tiba muncul dari arah yang tidak terduga, mengganggu laju kendaraan Nadya.

Dalam keadaan refleks dan ketakutan, Nadya menggerakkan kemudi dengan keras.

“Nad sangat kaget. Karena memang kondisi setelah selesai syuting, tidak fokus. Nad mengendalikan kemudi dengan keras, menabrak beton,” jelasnya.

Nadya menegaskan bahwa ia mengemudi dengan kecepatan biasa.

“Kamu kecepatan?” tanya Denny Sumargo.

“Standar saja, tidak sampai 70-80 (km/jam), mungkin 40-an (km/jam),” jawab Nadya.

3. Tak Sadarkan Diri

“Setelah itu gelap. Nadya tidak ingat apa-apa lagi.” katanya mengingat peristiwa kelam pada masa itu.

Setelah mengendalikan kemudi dan menabrak beton, tubuhnya terlempar, pikirannya kosong, dan kesadarannya hilang secara tiba-tiba.

Yang paling menyakiti Nadya adalah ketidaktahuannya mengenai bagaimana dirinya bisa berada di rumah sakit.

Pada situasi tersebut, Nadya tidak hanya mengalami cedera fisik, tetapi juga luka batin yang sangat dalam.

4. Keterbatasan Biaya

Nadya menceritakan bagian paling berat dari malam yang buruk itu ketika ia mengetahui bahwa kecelakaan yang melibatkan mobilnya menyebabkan seseorang mengalami cedera parah.

Sosok itu adalah Adnan.

Meskipun masih dalam proses pemulihan dan kondisi mental yang belum stabil, Nadya segera mengambil inisiatif untuk menanggung biaya pengobatan Adnan.

Satu bulan berlalu.

Kondisi keuangan Nadya pada saat itu tidak memungkinkan untuk terus membiayai semua pengeluaran.

Ia mengakui merasa bingung, tidak tahu harus bagaimana.

5. Ada Perjanjian

Akhirnya, ia mengambil tindakan untuk mencari solusi yang dapat diterima secara hukum.

Proses mediasi pun terjadi. 

Di hadapan aparat hukum, dibuatkan perjanjian antara kedua belah pihak.

Dari surat tersebut, pihak Nadya menyerahkan dana sebesar Rp 40 juta, sehingga menurut Nadya total uang yang telah diberikan hingga saat ini mencapai sekitar Rp 185 juta.

(halopadang.id/Putri Asti)