Kita sepakat bahwa kecerdasan akademis (IQ) memang penting, tetapi membentuk anak yang cerdas secara emosional adalah salah satu tanggung jawab utama yang bisa dilakukan oleh orang tua. Kecerdasan emosional atau EQ merujuk pada kemampuan seseorang dalam memahami, menginterpretasikan, mengekspresikan, dan mengelola perasaannya sendiri.
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional mampu mengelola hubungan sosial dengan kesadaran, empati, dan penghargaan terhadap perasaan orang lain. MengutipParents, ini adalah sejumlah keterampilan penting yang berkembang seiring berjalannya waktu, dan orang tua bisa membantu anak-anak belajar hal tersebut di segala usia.
EQ membantu anak untuk mengembangkan rasa empati, mengelola perasaan, serta meningkatkan keterampilan sosial yang akan bermanfaat dalam menjalani kehidupan, Ibu.
Selama beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan berbagai manfaat yang akan berguna bagi anak sepanjang hidup mereka. Memiliki EQ yang rendah dapat menyebabkan kesulitan di masa depan. Berikut adalah manfaat dari memiliki EQ atau kecerdasan emosional yang tinggi:
Kecerdasan emosional yang tinggi sering dikaitkan dengan kecerdasan intelektual yang tinggi. Banyak individu yang dianggap berbakat cenderung memiliki skor lebih baik dalam pengukuran kecerdasan emosional. Studi ini bervariasi karena faktor kognitif, lingkungan sosial, dan perbedaan pribadi juga turut memengaruhi.
Hubungan yang lebih harmonis. Keterampilan kecerdasan emosional membantu anak-anak mengatasi perselisihan dan memperkuat kemampuan mereka dalam membangun pertemanan yang lebih kuat. Orang dewasa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi juga melaporkan hubungan yang lebih baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka.
Kemampuan emosional anak berkaitan dengan keberhasilan yang lebih besar saat dewasa. Sebuah penelitian selama 19 tahun yang dipublikasikan di American Journal of Public Health menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan emosional anak di usia taman kanak-kanak dapat menjadi indikator keberhasilan sepanjang hidup.
Kesehatan mental yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi tampaknya memberikan perlindungan terhadap gangguan mental seperti depresi.
Dilansir CNBC,Ahli Kehidupan Anak yang Bersertifikat dan Konselor Klinis Profesional yang Memiliki Lisensi, Kelsey Mora, mengamati anak-anak yang memiliki tingkat kecerdasan emosional yang berbeda-beda.
Berdasarkan pendapat Mora, anak-anak yang mampu memanfaatkan strategi dan keterampilan dalam menghadapi, menerima, serta mengurangi rasa stres ketika muncul cenderung memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka terampil dalam mengenali perasaan mereka sendiri dan menggunakan cara-cara positif untuk mengendalikan emosi mereka.
6 Perkataan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional Tinggi
Enam hal berikut mungkin sering orang tua dengar dari anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi:
1. “Apakah kamu dalam keadaan baik?”
Anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi juga mampu mengenali perasaan orang lain. Mereka menyadari bahwa baik orang dewasa maupun anak-anak bisa merasakan emosi yang dalam saat menghadapi situasi sulit, dan bahwa setiap individu menangani hal tersebut dengan cara yang berbeda, Ibu.
Anak-anak yang memiliki EQ tinggi mungkin menjadi yang pertama menyadari bahwa ketika teman mereka marah, mereka mungkin membutuhkan ruang atau pelukan, dan keduanya tidak menjadi masalah.
Empati terhadap sesama muncul secara alami pada mereka, dan mereka merasa nyaman serta tenang ketika mendengarkan pandangan orang lain, menghargai kebutuhan mereka, serta bekerja sama. Mereka menyadari bahwa meskipun orang tua mereka sedang dalam kondisi emosional, mereka tetap bisa dicintai, diperhatikan, dan merasa aman.
2. “Tidak masalah untuk sedih”
Anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki orang dewasa yang dapat diandalkan yang telah mengajarkan mereka bahwa menangis adalah hal yang wajar dan bahwa semua perasaan itu sah.
Mereka memahami bahwa wajar untuk merasakan sedih, marah, frustasi, atau cemas ketika menghadapi situasi yang sulit. Dengan cara yang sama, mereka juga telah belajar bahwa tidak masalah untuk memiliki momen-momen bahagia, gembira, atau ceria meskipun dalam masa yang penuh tantangan.
3. âAku punya ideâ
Kemampuan percaya diri dan kreatif dalam menghadapi tantangan menunjukkan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Anak-anak yang menghadapi kesulitan telah belajar berkolaborasi dengan teman sebaya maupun orang dewasa yang dapat dipercaya untuk mencari solusi atau langkah-langkah yang logis.
Mereka merasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat, gagasan, dan kemampuan mereka, sekaligus mendengarkan serta belajar dari orang lain. Ketika anak-anak menghadapi tantangan dan akibat-akibatnya di lingkungan yang aman, mereka bisa mengasah kemampuan pengambilan keputusan dan fleksibilitas sambil meningkatkan kesadaran emosional dan harga diri, Bu.
4. âAku membuat kesalahanâ
Kalimat ini menunjukkan bahwa seorang anak bersifat reflektif dan tidak merasa malu. Alih-alih takut melakukan atau mengakui kesalahan, mereka mampu membicarakan hal tersebut dan menyelesaikan masalah untuk memperbaiki keadaan.
Mereka juga menyadari hal-hal yang dapat mereka lakukan dengan lebih baik atau berbeda karena mereka memahami bahwa kesalahan merupakan cara kita berkembang, belajar, dan tumbuh melalui tantangan.
5. âAku butuh ruangâ
Anak-anak yang memiliki kemampuan menghadapi stres yang baik mampu mengenali dan mengendalikan perasaan mereka. Mereka memahami tanda-tanda awal seperti pikiran yang terlalu cepat, jantung berdebar kencang, otot kaku, atau rasa tidak nyaman di perut serta merasa nyaman dalam meminta apa yang mereka butuhkan. Mereka mungkin pergi ke kamarnya untuk memberi diri mereka waktu dan ruang.
6. âAku tidak sukaâ¦â
Anak-anak yang memahami batasan tentang bagaimana mereka ingin diperlakukan biasanya memiliki kemampuan emosional yang baik. Mereka mampu menyampaikan kebutuhan, keinginan, dan perasaan mereka dengan efektif sambil tetap memperhatikan orang lain.
Mereka mungkin berkata, “Aku tidak suka kalau kamu memakai barang-barangku tanpa izin,” atau, “Aku tidak suka tidak tahu apa yang akan terjadi.”
Strategi untuk orang tua
Banyak peluang terjadi setiap hari untuk membantu anak-anak memperkuat kecerdasan emosional mereka. Berikut ini beberapa contoh pendekatan yang bisa diterapkan untuk membantu anak meningkatkan kemampuan emosionalnya.
1. Teladankan kesadaran emosional. Akui perasaan dan sampaikan secara lisan sepanjang hari. Hal ini membantu anak-anak memahami bahwa setiap orang memiliki emosi dan perasaan tersebut bisa berubah sepanjang waktu.
2. Ajarkan kosakata emosional. Meningkatkan kosakata emosional anak memudahkan mereka menyampaikan perasaan secara lebih akurat. Hal ini mengurangi rasa frustrasi dan memperbaiki komunikasi.
3. Dorong empati.Mengajarkan anak-anak untuk memandang sesuatu dari sudut pandang orang lain dapat meningkatkan rasa empati mereka. Membicarakan perasaan tokoh dalam cerita atau situasi nyata membantu anak-anak memahami dan merasakan perasaan orang lain. Contohnya, setelah bermain atau melakukan aktivitas kelompok, tanyakan kepada anak bagaimana perasaan teman-temannya selama interaksi tersebut.
4. Latih kemampuan mendengarkan dengan baik.Ajarkan anak pentingnya mendengarkan dengan memberikan perhatian penuh saat berbicara. Hal ini memperkuat perasaan mereka dan mendorong terciptanya komunikasi yang jujur dan terbuka.
5. Bermain peran. Melakukan peran dalam berbagai situasi membantu anak-anak mengasah kemampuan emosional dan menyelesaikan masalah. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri ketika menghadapi kondisi nyata dalam kehidupan.
Berikut beberapa ucapan dan sikap yang ditunjukkan anak dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Anak biasanya lebih peka terhadap perasaan orang lain dan bersedia mendengarkan teman-temannya. Jangan lewatkan juga beberapa metode yang dapat dilakukan orang tua untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk para ibu yang ingin berbagi tentang pengasuhan anak dan mendapatkan banyak hadiah menarik, ayo bergabung dengan komunitas Lintaskriminal.co.id -Squad. Daftar sekarang dengan klik diSINI. Gratis!

7 Cara Mengatur Emosi Anak Berdasarkan Ajaran Islam Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad
Pertanyaan 6 Kata yang Memicu Kecerdasan Emosional pada Anak Laki-laki Menurut Ahli Psikologi
17 Tanda Otak Cerdas pada Anak dan Orang Dewasa yang Sering Terlewat