Nyeri perut dan kram yang kadang muncul biasanya tidak membahayakan. Gejalanya umumnya ringan dan seringkali menghilang sendiri dalam beberapa saat tanpa memerlukan tindakan medis.
Namun, jika kamu mengalami kram yang sangat berat atau terus-menerus setelah makan, hal ini perlu diwaspadai.
Kram dan rasa mual yang terus-menerus di perut dapat mengganggu kegiatan serta selera makan. Kamu juga harus waspada terhadap makanan yang kamu konsumsi jika kamu tidak mengetahui penyebab dari kram perut yang kamu alami.
Kram yang terus-menerus sering kali menunjukkan adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan pengawasan dari seorang dokter spesialis. Mayoritas penyebab kram perut setelah makan berkaitan dengan sistem pencernaan.
Penyebab umum kram perut
Berikut ini beberapa faktor yang sering menyebabkan sakit perut.
1. Makan berlebihan
Makan berlebihan atau overeatingmerupakan salah satu penyebab paling umum dari kram dan ketidaknyamanan di area perut.
Makan terlalu banyak sekaligus menyebabkan perut meregang sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini juga disebabkan oleh bakteri di saluran pencernaan yang mulai bekerja memecah makanan sehingga menimbulkan gas dan kembung.
2. Intoleransi makanan
Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna makanan tertentu terjadi karena kurangnya enzim yang diperlukan.
Jika kram terus muncul saat kamu hanya mengonsumsi makanan tertentu—biasanya makanan yang mengandung karbohidrat rendah dan mudah dicerna—hal ini bisa menjadi tanda adanya intoleransi terhadap makanan tersebut.
Salah satu bentuk ketidakmampuan yang sering terjadi adalah intoleransi laktosa, yaitu kesulitan dalam mencerna gula yang terkandung dalam produk susu.
Beberapa jenis makanan lain yang bisa memicu ketidaktoleranan antara lain buah apel, pir, bunga kol, serta kacang hijau.
3. Alergi makanan
Reaksi alergi makanan bisa lebih berat dibandingkan dengan intoleransi, meskipun gejalanya mungkin mirip.
Alergi makanan terjadi ketika sistem imun tubuh menganggap makanan tertentu sebagai bahan berbahaya dan merespons dengan reaksi yang tidak menyenangkan.
Selain nyeri otot, kamu mungkin juga mengalami perut kembung, mulut gatal, kulit gatal, wajah membengkak, diare, mual, dan muntah karena alergi makanan.
4. Gangguan iritasi usus besar
Sindrom gangguan usus besar atauirritable bowel syndrome(IBS) merupakan kondisi yang muncul pada usus besar.
Jika kamu tinggal dengan IBS, mungkin kamu merasakan nyeri dan kram pada perut setelah buang air besar atau setelah makan.
Gejala yang sering dialami oleh penderita IBS adalah:
- Rasa sakit dan kram di perut yang bisa mereda melalui buang air besar.
- Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare, sembelit, atau kadang-kadang keduanya.
- Kembung dan pembengkakan perut.
- Gas berlebihan/perut kembung.
- Terkadang muncul keinginan mendesak untuk buang air besar.
Di sisi lain, gejala yang tidak umum dapat mencakup:
- Lesu.
- Mual.
- Heartburn/nyeri ulu hati.
Gejala sindrom usus iritabel dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari secara signifikan, sehingga beberapa individu mungkin mengalami perubahan suasana hati yang negatif dan tingkat stres yang meningkat.
5. Penyakit celiac
Rasa sakit dan kram pada perut adalah tanda-tanda umum dari suatu penyakitceliac, yaitu keadaan yang terjadi akibat ketidaktoleran terhadap gluten.
Seseorang yang menderita penyakit celiac akan segera merespons gluten yang terkandung dalam makanan seperti biji gandum,rye, barley, dan oat.
Minuman dan makanan yang dapat menyebabkan kram perut
Jika kamu mengalami sakit perut, pasti kamu ingin segera mengurangi rasa nyeri tersebut. Makanan dan minuman yang tepat dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan, sedangkan beberapa jenis lainnya justru bisa memperparah kondisi.
Berikut beberapa makanan yang dapat memicu kram perut:
1. Makanan berminyak
Jika sedang mengalami sakit perut, hindari mengonsumsi makanan yang digoreng. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, dan bisa menyebabkan usus mengencang serta menimbulkan nyeri.
Makanan yang kaya akan lemak juga bisa memperparah gejala IBS.
2. Produk susu
Konsumsi berlebihan dari produk susu bisa menyebabkan kram perut pada sebagian individu. Hal ini disebabkan oleh adanya jenis gula bernama laktosa dalam produk susu, dan banyak orang tidak menghasilkan cukup enzim untuk mencerna gula tersebut.
Hal tersebut bisa memicu nyeri perut, kembung, dan muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan.
Anda mungkin perlu mengurangi konsumsi susu, keju, atau produk olahan susu lainnya, atau Anda dapat memilih versi bebas laktosa atau mengonsumsi suplemen enzim.
3. Teh dan kopi
Jika kamu sering mengalami nyeri perut, mungkin kamu perlu mengurangi konsumsi kopi, teh, dan minuman berkafein lainnya.
Kafein berfungsi sebagai diuretik, sehingga menyebabkan kamu lebih sering buang air kecil. Kafein juga mampu mempercepat aktivitas saraf dan menyebabkan otot menjadi kaku. Kedua efek ini dapat memicu nyeri atau kram pada perut.
4. Makanan pedas
Banyak orang mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang pedas.
Capsaicin terdapat dalam cabai. Selain membuat mulut terasa seperti terbakar, zat ini juga dapat mengganggu saraf di usus dan memperparah kram.
Penelitian mengungkapkan bahwa individu yang menderita IBS merasakan rasa sakit yang lebih besar setelah mengonsumsi makanan pedas yang berasal dari cabai.
5. Sereal berserat tinggi
Pola makan yang kaya akan serat umumnya dianggap sebagai hal yang positif. Hal ini dapat membantu menghindari kenaikan berat badan, diabetes, serta gangguan jantung.
Namun, peningkatan konsumsi yang mendadak dapat menyebabkan kram perut atau memperparahnya. Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dalam mencerna bahan-bahan yang kasar.
Tambahkan 3–5 gram serat per minggu ke dalam pola makanmu hingga kamu mencapai jumlah yang direkomendasikan 25–35 gram setiap hari.
6. Makanan tinggi sodium
Konsumsi garam yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, yaitu zat mineral yang berperan dalam menjaga fungsi otot dengan baik. Selain itu, hal ini juga dapat memicu munculnya kram dan perut kembung.
Sebagian besar kadar natrium yang kita konsumsi berasal dari makanan yang dibeli di toko maupun dari restoran. Periksa kemasan produk untuk mengetahui jumlah natriumnya, dan lebih seringlah memasak sendiri di rumah agar kamu dapat mengatur penggunaan garam dalam masakan.
7. Alkohol
Jika kram yang Anda alami adalah kram haid, sebaiknya hindari minuman beralkohol karena dapat memperpanjang rasa nyeri.
Minuman beralkohol memiliki sifat diuretik, yang menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi, yang berpotensi memperparah kram.
Selain itu, mengonsumsi alkohol berlebihan bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah, sehingga kamu mungkin merasa lebih mudah tersinggung dari biasanya.
Referensi
Makanan yang Bermanfaat atau Merugikan Nyeri Perut.WebMD. Diakses Juli 2024.
Apa penyebab nyeri perut setelah makan?Sydney Gut Clinic. Diakses Juli 2024.
Penyebab Nyeri Perut Setelah Makan.Verywell Health. Diakses Juli 2024.
Rasa Nyeri Pada Perut Setelah Makan? Berikut 7 Kemungkinan Penyebabnya.Gastroenterology Health Partners. Diakses Juli 2024. “Mengapa saya mengalami sakit perut setelah makan?”Holland and Barrett. Diakses Juli 2024.
Masalah Pencernaan: Bisa Jadi Makanan yang Baru Anda Konsumsi?University Hospitals. Diakses Juli 2024.
22 Alasan Kram Perut Namun Tidak Sedang Menstruasi 12 Alasan Kram Perut Setelah Haid, Perlu ke Dokter?
