7 Ton Pasir Timah Ilegal Dibekuk TNI AL di Perairan Bangka Selatan

by -93 Views

Lintaskriminal.co.id -, BANGKA –Hanya sekitar lima hari kemudian, aparat penegak hukum kembali berhasil mencegah upaya penyelundupan pasir timah yang akan dibawa keluar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kali ini, Lanal Kepulauan Bangka Belitung berhasil mencegah upaya penyelundupan pasir timah di perairan Kabupaten Bangka Selatan, pada hari Minggu (5/10) dini hari.

Dikira, pasir timah itu rencananya akan diangkut secara ilegal ke luar negeri dengan cara mengirimkan melalui kapal yang membawa ikan asam dan terasi.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Belitung, Satpolairud Polres Belitung, dan BKO Satpolairud Polda Kepulauan Babel berhasil menggagalkan penyelundupan timah ilegal dengan berat 15 ton.

Tiga ratus karung timah dibawa dengan menggunakan perahu kayu dan disimpan di perairan laut Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, pada Selasa (30/9) pagi.

Kepala Lanal Babel, Kolonel Laut (P) Ipul Saepul, mengakui pengungkapan kasus tersebut. Ia menjelaskan, operasi dilakukan oleh Tim Trisula Unit Intelijen Lanal Babel bekerja sama dengan Pos TNI AL Sadai.

Berdasarkan hasil penindakan, petugas berhasil menyita sekitar 143 kampil atau setara dengan tujuh ton pasir timah yang dibawa oleh kapal kayu KM Beta Jaya 02 di perairan Pengaram, Bangka Selatan.

“Iya benar, sekitar 143 kampil pasir timah berhasil disita. Barang tersebut rencananya akan diangkut ke luar negeri dengan menggunakan perahu kayu,” kata Ipul Saepul kepada Lintaskriminal.co.id, Minggu (5/10).

Penangkapan dimulai berdasarkan informasi intelijen mengenai adanya kegiatan penyelundupan pasir timah secara ilegal. Tim kemudian bergerak menuju koordinat 3°00’13″ LS dan 106°70’00″ BT, yaitu di sekitar Perairan Tukak Sadai, Bangka Selatan. Ketika tiba di lokasi, kapal yang dicurigai sedang berlayar dengan muatan pasir timah berhasil ditemukan.

Namun, dugaan terjadinya kebocoran data membuat para awak kapal (ABK) lebih dahulu menyiapkan perahu cepat untuk melarikan diri.

“Sebelum tim tiba, tampaknya informasi telah terbocor. Para ABK langsung melarikan diri dengan menggunakan speed boat,” kata Ipul Saepul.

Petugas berusaha mengejar kapal cepat tersebut, namun gagal karena jarak yang sudah terlalu jauh dan kecepatan kapal patroli yang terbatas.

Meski demikian, seluruh isi pasir timah berhasil diselamatkan dan dibawa ke Dermaga Pos TNI AL Sadai, Bangka Selatan, guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga kedaulatan laut serta menghalangi penyelundupan yang berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah,” tegasnya. (U1)