9 Kondisi yang Sering Disepelekan sebagai Stroke, Gejalanya Mirip

by -213 Views

Saat mengalami serangan stroke, setiap detiknya sangat bernilai. Perawatan yang cepat dapat mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan peluang kelangsungan hidup sambil menurunkan tingkat kecacatan. Bahkan, banyak jenis perawatan hanya efektif jika stroke didiagnosis dalam tiga jam pertama munculnya gejala.

Stroke adalah keadaan medis yang berbahaya terjadi ketika aliran darah ke otak berkurang atau terhenti sama sekali. Stroke menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya dan segera meminta pertolongan medis jika mengalami atau melihat seseorang yang diduga mengalami gejala stroke.

Di sisi lain, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang sering disalahpahami sebagai stroke karena menunjukkan gejala yang mirip. Padahal, kondisi-kondisi ini bukanlah stroke dan memerlukan pengobatan yang berbeda. Berikut adalah beberapa contohnya.

1. Kejang

Pada saat terjadi episode kejang, otak terasa seperti tersengat oleh badai listrik yang menyebabkan segalanya rusak dalam waktu singkat, dikutip dari lamanWebMDSeperti halnya stroke, kejang bisa disertai berbagai gejala, seperti mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada lengan atau kaki.

Setelah mengalami kejang, seseorang mungkin mengalami kelumpuhan Todd, yaitu kondisi di mana satu sisi tubuh tidak dapat bergerak. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kesulitan dalam berbicara dan penglihatan. Pemulihan bisa memakan waktu antara beberapa menit hingga 36 jam.

2. Tumor otak

Tumor otakmerupakan pertumbuhan sel yang tidak normal pada jaringan otak. Kanker dapat bersifat jinak atau ganas.

Tumor otak dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan stroke, seperti kejang dan kelemahan. Tumor otak juga bisa menyebabkan gejala khusus, tergantung pada posisinya, termasuk mengganggu kemampuan berbicara atau bergerak.

3. Kadar gula darah yang tinggi atau rendah

Kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengganggu fungsi otak.

Mengalami kadar gula darah yang rendah bisa menyebabkan gejala gangguan sirkulasi darah, seperti jantung berdebar tidak teratur, kelelahan, kulit pucat, gemetar, cemas, keringat dingin, serta mudah marah.

Di sisi lain, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi. Gejala lain dari gula darah tinggi meliputi sakit kepala, peningkatan frekuensi buang air kecil, serta penglihatan yang menjadi kabur.

4. Bell’s palsy

Bell’s palsyatau kelumpuhan wajah yang tidak diketahui penyebabnya adalah bentuk kelumpuhan atau kelemahan sementara yang terjadi di satu sisi wajah.

Gejala yang muncul bisa berbeda-beda antara individu satu dengan lainnya, mulai dari kelemahan ringan hingga kekakuan total pada otot wajah.

Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi mulut yang mengendur, mulut mengeluarkan air liur, kesulitan menutup mata, serta keluarnya air mata secara berlebihan pada satu mata. Beberapa individu juga bisa mengalami nyeri di wajah, perubahan rasa, dan kesulitan dalam menghadapi suara keras. Oleh karena itu, orang-orang mungkin awalnya mengira kondisi ini adalah serangan stroke.

5. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis(MS) merupakan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan ini secara khusus merusak lapisan mielin yang melapisi dan melindungi sel saraf.

Akibatnya, komunikasi antara otak dan tubuh menjadi terhambat. Gejala yang bisa muncul, antara lain:

  • Gangguan penglihatan.

  • Kelemahan otot.

  • Masalah koordinasi dan keseimbangan.

  • Rasa mati rasa, seperti tertusuk, atau kesemutan.

  • Masalah berpikir dan ingatan.

Kejadian ini tampak mirip dengan stroke dan harus ditangani sebagaimana mestinya. Terkadang, satu-satunya cara untuk membedakannya adalah melalui pemeriksaan pencitraan otak.

6. Sepsis dan penyakit infeksi lainnya

Sepsismerupakan keadaan ketika tubuh tidak mampu mengatasi infeksi. Contohnya, ketika terkena infeksi pada kulit, paru-paru, ginjal, atau usus. Infeksi menyebar dan memicu rangkaian respons di seluruh tubuh. Kondisi ini dapat segera memburuk dan menyebabkan kegagalan fungsi organ serta kematian.

Sepsis bisa membuat seseorang mengalami kebingungan serta merasakan adanya titik-titik saat melihat. Infeksi pada otak dan tulang belakang juga dapat memicu gejala serupa dengan stroke.

Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak yang umumnya disebabkan oleh virus, bisa menyebabkan kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi, serta menggerakkan beberapa bagian tubuh. Kondisi ini juga dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan perkataan.

7. Gangguan konversi

Ini adalah gangguan yang terjadi ketika seseorang menunjukkan gejala sistem saraf, seperti kesulitan berjalan atau masalah pendengaran, penglihatan, atau berbicara. Namun, pada kenyataannya, orang tersebut tidak menderita penyakit sistem saraf atau kondisi medis yang dapat dijelaskan.

Hal ini dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, serta gangguan keseimbangan. Seseorang juga mungkin mengalami kehilangan suara atau kesulitan dalam menelan. Pasien mungkin hanya mampu melakukan gerakan yang tiba-tiba atau bahkan tidak bisa bergerak sama sekali.

8. Neuralgia trigeminal

Kondisi lain, neuralgia trigeminal, yang ditandai dengan nyeri wajah yang sangat parah, juga bisa mirip dengan gejala stroke.

Kondisi ini memicu nyeri yang sangat parah, terasa seperti terbakar atau tersengat aliran listrik, biasanya hanya terjadi di satu sisi wajah. Gejala-gejalanya bisa muncul tiba-tiba dan menghilang kembali.

Kondisi ini diduga muncul akibat pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal. Tumor dan multiple sclerosis bisa menjadi penyebab lainnya.

9. Migrain

Nyeri kepala migrain merupakan jenis sakit kepala yang menyiksa dan sering kali mengurangi kemampuan seseorang, yang dialami oleh sebagian besar masyarakat. Kebanyakan kasus nyeri kepala migrain ditandai dengan rasa sakit pada area kepala, leher, dan bahu.

Namun, beberapa jenis migrain dapat diikuti oleh gejala yang sering disalahpahami sebagai TIA (stroke ringan), seperti kelumpuhan wajah sementara, vertigo, penglihatan kabur, serta kelemahan atau mati rasa pada lengan atau kaki. Kesamaan ini membuat sulit untuk membedakan antara migrain dan stroke.

Beberapa kondisi kesehatan umumnya disalahpahami sebagai stroke karena menunjukkan gejala yang mirip. Langkah terbaik adalah tidak ragu untuk segera meminta bantuan medis agar dapat segera mendapatkan perawatan.

Referensi

Kondisi yang Menyerupai Stroke.WebMD. Diakses Januari 2025.

Jika gejala menunjukkan stroke, tetapi sebenarnya bukan itu.American Heart Association. Diakses Januari 2025.

Kira-kira kamu sedang mengalami stroke? Bisa saja itu hal lain.Baylor Scott & White Kesehatan. Diakses Januari 2025.

Apa Bentuk Sebuah Stroke?Verywell Health. Diakses Januari 2025.

Kenali Tanda-Tanda Stroke Ringan, jika tidak ditangani bisa berkembang menjadi Stroke! 7 Langkah Pemulihan Kecelakaan Otak, Pengasuh Harus Mengetahui