Ahmad Rijalul Haq, Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Ayah Pasrah

by -136 Views

Lintaskriminal.co.id -, SURABAYA– Pandangan mata Sulaiman terlihat kosong saat menatap peti jenazah anaknya, Ahmad Rijalul Haq (16), yang namanya baru saja diumumkan oleh Tim Forensik Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025) malam.

Sulaiman berpikir anaknya akan selamat dari kejadian runtuhnya gedung bertingkat tersebut.

Namun, setelah beberapa hari berkeliling ke berbagai rumah sakit rujukan yang menangani para korban, nama Ahmad Rijalul Haq tidak juga ditemukan, pria berpeci hitam itu hanya bisa menerima dengan ikhlas.

Apalagi ketika diketahui bahwa nama anaknya terungkap dari hasil pemadanan data Post-Mortem (PM) RSBB-021 dengan data Ante-Mortem (AM) melalui kesamaan bentuk gigi, catatan medis, properti, dan sidik jari, Sulaiman tidak lagi mampu berkata apa pun.

Setelah menunggu hampir seminggu, ternyata anak tersebut diketahui meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan.

Keinginan Sulaiman hanya ingin segera membawa jenazah putranya ke rumah duka yang terletak di Jalan Dapuan Baru 1, Nomor 57, Surabaya.

Mengingat sosok anak kedua dari empat bersaudara tersebut, Sulaiman mengakui akan merasa rindu berulang kali.

Apalagi, anak tersebut adalah seseorang yang baik dan patuh. Selama ini, tidak pernah menentang.

Meskipun demikian, Sulaiman juga tidak ingin terus-menerus bersedih.

Ia selalu berusaha agar tetap mengingat bahwa kematian putranya terjadi dalam keadaan terbaik, yaitu sedang mengejar ilmu dan menjalankan Salat Asar.

“Anak saya Rizal tidak pernah mengatakan tidak, dia selalu menjawab ya. Dia penurut,” katanya saat diwawancara di RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/20/2025) malam.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, dua jenazah korban runtuhnya Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo berhasil kembali diidentifikasi oleh Anggota Tim DVI RS Bhayangkara Surabaya, pada Minggu (5/10/2025).

Keduanya termasuk dalam kalangan santri dari pondok pesantren tersebut. Salah seorang di antaranya merupakan penduduk Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sementara jenazah yang lain merupakan warga Kota Surabaya.

Pengungkapan identitas dua jenazah hari ini menambah jumlah korban jiwa dalam kejadian tersebut, sehingga totalnya menjadi 10 jenazah.

Rincian, lima jenazah berhasil dikenali oleh Tim DVI Polda Jatim di RSI Siti Hajar Sidoarjo dan RSUD Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025). Selanjutnya, tiga jenazah, berhasil diidentifikasi pada Sabtu (4/10/2025).

Hari ini, hari Minggu (5/10/2025), terdapat dua jenazah yang berhasil dikenali, yaitu Nuruddin, laki-laki berusia 13 tahun, tinggal di Jalan Karanggayam, Blega, Bangkalan dan Ahmad Rijalul Haq, laki-laki berusia 16 tahun, alamat Jalan Dapuan Baru 1, nomor 57, Surabaya.