Lintaskriminal.co.id –– Akhirnya terungkap alasan Heryanto nekat mengakhiri nyawa Dina Oktaviani.
Dina Oktaviani (21) ditemukan dalam keadaan meninggal terapung di Sungai Citarum.
Pelaku pembunuhan Dina Oktaviani adalah Heryanto.
Heryanto adalah rekan kerja sekaligus atasan Dina Oktaviani.
Ia bertanggung jawab sebagai manajer toko.
Polres Karawang mengungkapkan alasan sementara dari pembunuhan Dina Oktaviani.
“Motif sementara dari pemeriksaan sementara dikarenakan kebutuhan ekonomi,” ujar Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, pada Kamis (9/10/2025).
Wildan mengatakan, sebelum melakukan tindakan pembunuhan, pelaku memanggil korban ke rumahnya di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta.
Di tempat tinggalnya, pelaku kemudian melakukan aksinya dengan menganiaya korban hingga mati dengan cara mencekik dan menutup mulutnya.
Tidak berhenti di situ, setelah memastikan korban meninggal, pelaku kembali melakukan tindakan tidak terpuji dengan memperkosa jenazah korban.
Kemudian mengambil barang-barang milik korban, seperti perhiasan dan ponsel.
Beberapa barang bukti, antara lain 1 unit sepeda motor, 1 unit kendaraan bermotor, 2 unit ponsel.
“Pelaku dituntut dengan Pasal 351 KUHPidana mengenai Penganiayaan Berat yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Polres Karawang selanjutnya menyerahkan perkara tersebut ke Polres Purwakarta.
Hal ini disebabkan lokasi kejadian pembunuhan dan pemerkosaan berada di kewenangan hukum Polres Purwakarta.
“Karena lokasi kejadian tindak pidana awalnya berada di wilayah hukum Purwakarta, maka tersangka beserta barang bukti akan kami serahkan ke Polres Purwakarta,” ujarnya.
Sosok Heryanto
Warga Kampung Pasir Oa, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta tidak menyangka bahwa Heryanto (27), seorang pemuda yang dikenal pendiam, ternyata menjadi pelaku pembunuhan terhadap Dina Oktaviani (21).
Bagi warga sekitar, Heri, yang merupakan panggilan untuk Heryanto, jarang terlihat berinteraksi. Kepala Dusun Pasir Oa, Wawan Hermawan, mengatakan bahwa Heri hanya sesekali duduk bersama pemuda desa, dan bahkan itu pun jarang berbicara.
“Sehari-harinya bisa dikatakan pendiam. Jarang berkumpul, paling sering beberapa kali dalam seminggu, tapi itu pun tidak banyak berbicara. Mungkin karena sibuk bekerja di minimarket,” kata Wawan kepada Tribunjabar.id, Kamis (9/10/2025).
Menurut Wawan, Heri sering kembali terlambat malam.
“Kadang pulang melewati pukul 12 malam karena bekerja di ritel. Pernah membawa rekan kerja ke rumah, tapi tidak pernah. Sosialnya cukup baik, hanya saja pendiam. Maka warga kaget ketika mengetahui dia pelakunya,” katanya.
Rumah Heryanto terletak di kawasan bukit yang jauh dari keramaian. Dalam laporan Tribunjabar.id, rumah sederhana berwarna kuning tersebut terlihat sunyi karena jarak antar tetangga cukup jauh.
Meski dianggap sebagai tempat pembunuhan Dina, hingga Kamis (9/10/2025) siang, garis polisi masih belum dipasang di sekitar rumah tersebut.
Saat tiba, tidak ada seorang pun yang keluar untuk menjawab panggilan. Ketenangan mengelilingi area rumah yang kini menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh Kepala Dusun, Heri tinggal bersama istrinya. Namun, saat kejadian istri dari Heri sedang tidak berada di rumah.
“Katanya istrinya sedang menginap di rumah ibunya atau kerabatnya. Dia mengira istrinya berada di sana, sehingga tidak menyangka kejadian itu terjadi di rumah tersebut,” kata Wawan.
Kepala Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan menyampaikan, Heryanto memanggil Dina ke rumahnya kemudian menganiaya dan menutup mulut hingga korban meninggal dunia. Tragisnya, pelaku setelah itu melakukan perkosaan terhadap jasad korban sebelum mengambil perhiasan dan ponsel milik Dina.
Heryanto akhirnya ditangkap di tempat kerjanya, yaitu minimarket yang berada di Rest Area 72 Tol Cipularang-Purbaleunyi, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta. Ia kini sedang ditahan sementara di Mapolres Karawang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sosok Dina Oktaviani
Figur Dina Oktaviani menjadi harapan bagi orang tuanya.
Dina Oktaviani adalah seorang wanita muda yang berusia 21 tahun.
Diketahui bahwa seorang perempuan yang lahir pada 7 Oktober 2004 ditemukan meninggal di hari ulang tahunnya yang ke-21.
Ia adalah penduduk Desa Talunjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Dina berstatus sebagai mahasiswi.
Sambil menempuh pendidikannya, Dina Oktaviani bekerja sebagai karyawan toko kelontong di Rest Area KM 75, Jalan Tol Cikampek-Padalarang (Cipularang), Kabupaten Purwakarta.
Masih muda, sambil menempuh pendidikan di universitas, Dina menjadi harapan bagi orang tuanya.
Setelah kejadian pembunuhan Dina terjadi, keluarganya sempat berusaha menemukan keberadaannya.
Keluarga korban pernah mengajukan laporan bahwa anaknya yang bekerja di wilayah Kabupaten Purwakarta belum kembali ke rumah.
Saat mendengar berita adanya penemuan jenazah seorang wanita, keluarga korban langsung melakukan pemeriksaan.
“Dan setelah diperiksa, ternyata jasad yang ditemukan di Desa Curug, Kecamatan Klari adalah anaknya,” kata Kepala Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Karawang, Maman Dulrohman saat dimintai konfirmasi pada Rabu (8/10/2025), dilansir dari TribunBekasi.com.
Sudah tayang di Tribun Jabar
