Alasan Aipda Handoko Rekam Napi Peluk Anak dari Balik Jeruji, Pesan Menohok tentang Keluarga

by -104 Views

Lintaskriminal.co.id –Seorang petugas kepolisian membagikan video yang mengabadikan momen haru antara tahanan dan anaknya.

Tahanan tersebut terlihat memeluk anaknya meskipun keduanya harus dipisahkan oleh besi kurung.

Rasa rindu yang tak terkendali tampak dalam video dan foto yang diunggah Aipda Handoko di media sosialnya.

Mengenai videonya yang mendapat banyak dukungan dari netizen, ia sengaja mengabadikan momen tersebut bukan dengan maksud agar menjadi viral.

Namun, ia ikut larut dalam suasana karena dirinya juga seorang ayah.

Ia mengerti perasaan rindu seorang ayah terhadap anaknya.

Oleh karena itu, dia sering menghasilkan video pertemuan tahanan dengan keluarga dan membagikannya di media sosial.

Tujuannya adalah agar kepala keluarga berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan jahat.

“Karena yang merugi bukan hanya diri sendiri, melainkan juga keluarga,” katanya, mengutip halopadang.id.

Handoko menyampaikan, tahanan dengan inisial AF sedang merindukan anak dan istrinya pada malam Selasa (30/9/2025).

Istri AF beserta dua anaknya datang dari jauh, yaitu dari Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Mereka tidak bertemu selama lebih dari dua bulan.

“Saya sangat terharu dan kasihan. Saya juga seorang ayah dan tahu betapa rindunya kepada anak,” ujar Handoko melalui panggilan telepon pada Kamis (9/10/2025), Lintaskriminal.co.id – mengutip halopadang.id, Minggu (12/10/2025).

“Untuk sampai ke sini, keluarga membutuhkan perjalanan selama dua jam,” ujar Handoko lagi.

Kedatangan keluarga AF terjadi pada saat mendekati waktu magrib.

Handoko terlebih dahulu melaksanakan shalat, kemudian menyaksikan momen pertemuan antara ayah dan anak yang penuh dengan rindu dari balik kandang besi.

“Kami akhirnya merasa kasihan dan saya meminta izin kepada rekan-rekan piket lainnya, kami sepakat untuk membebaskan tahanan agar bisa bertemu keluarganya di ruangan Reskrim,” katanya.

Dengan demikian, mereka mampu menghilangkan rasa rindu tanpa adanya hambatan dari jeruji.

Keluarga senang

AF adalah tahanan yang diserahkan oleh Polda Jambi, dan kasusnya sudah dialihkan ke Kejaksaan Negeri Sengeti.

Kantor Polisi Sekernan dipilih sebagai tempat penahanan karena letaknya dekat dengan lokasi persidangan.

“Karena dekat maka disimpan di kantor kami,” katanya.

Handoko mengatakan keluarga AF merasa bahagia karena diperlakukan dengan baik, karena selama berkunjung, mereka belum pernah diberi kesempatan untuk bertemu tanpa keterlibatan jeruji.

“Saya merasa bahagia karena dapat membantu, tetapi juga sedih melihat pertemuan keluarga dengan tahanan ini,” ujarnya.

Aipda Handoko, sosok polisi yang mengabadikan tahanan memeluk anaknya dari balik jeruji besi.

Video yang beredar di media sosial menampilkan seorang ayah yang sedang ditahan memeluk anaknya dari balik kaca tahanan.

Ternyata rekaman ini berasal dari ponsel seorang polisi bernama Aipda Handoko.

Dari rekaman tersebut terlihat dua anak dan ayah sedang berbaring lalu ayah memeluk mereka.

Keduanya saat itu dipisahkan oleh besi, karena ayah mereka sedang dalam proses hukum.

Banyak pengguna TikTok yang terkesan melihat momen tersebut.

Perlahan-lahan pujian dan doa diucapkan kepada Aipda Handoko yang akhirnya memberi izin kepada tahanan pria itu untuk keluar sebentar dari sel agar bisa memeluk anaknya tanpa ada penghalang besi penjara.

Sosok Aipda Handoko

Aipda Handoko adalah seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Sekernan, salah satu polsek yang berada dalam lingkup hukum Polda Jambi.

Terletak jauh dari pusat kota, Polsek Sekernan tiba-tiba menjadi pembicaraan setelah Aipda Handoko mengunggah berbagai konten.

Selain membagikan momen menyentuh seorang tahanan pria yang memeluk anaknya, ia juga merekam kejadian saat seorang tahanan laki-laki merayakan ulang tahun bersama keluarganya.

Saat ini, Aipda Handoko telah memiliki 114 ribu pengikut di TikTok.

Ia memiliki nama panggilan Handoko Dreks.

Mengamati aktivitas di akun TikToknya, Aipda Handoko ternyata baru saja mendapat promosi jabatan.

Hal ini diketahui ketika ia merespons komentar seorang netizen yang berdoa agar dirinya segera naik pangkat karena sikap baiknya terhadap tahanan.

“Masih baru naik pangkatnya, baru bulan Juli lalu,” jawab Aipda Handoko kepada seorang netizen.

Prosedur kunjungan keluarga napi

Prosedur yang harus diikuti oleh keluarga yang ingin mengunjungi seorang tahanan di lembaga pemasyarakatan (lapas) secara umum ditetapkan dengan ketat guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Pertama-tama, keluarga perlu memastikan bahwa jadwal kunjungan telah ditentukan oleh pihak lembaga pemasyarakatan, biasanya dilaksanakan pada hari-hari tertentu dan dalam jam kerja.

Sebelum berkunjung, pengunjung diwajibkan membawa dokumen resmi seperti KTP serta mengisi buku tamu di pos pemeriksaan.

Petugas selanjutnya akan memeriksa hubungan antara pengunjung dan tahanan yang ingin dikunjungi, sering kali dengan menunjukkan kartu keluarga atau dokumen pendukung lainnya.

Setelah data dikonfirmasi, pengunjung perlu melewati pemeriksaan keamanan, termasuk pemeriksaan barang bawaan agar memastikan tidak ada benda yang dilarang dibawa masuk.

Di beberapa lembaga pemasyarakatan, pengunjung diminta untuk menyimpan barang pribadi seperti ponsel atau tas sebelum memasuki ruang kunjungan.

Pertemuan dilaksanakan di ruang tertentu yang diawasi oleh petugas, dan durasi percakapan biasanya terbatas sesuai peraturan yang berlaku.

Jika kunjungan dilakukan secara online, keluarga perlu mendaftar terlebih dahulu melalui sistem yang disediakan oleh lapas dan mematuhi jadwal panggilan video yang telah ditentukan.

Setelah selesai berkunjung, pengunjung harus meninggalkan area melalui jalur pemeriksaan terakhir agar memastikan tidak ada pelanggaran aturan yang terjadi.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Lintaskriminal.co.id –