Art Tewas Terduduk di Rumah Majikan, Polisi Akan Bongkar Makam

by -43 Views

Ringkasan Berita:

  • Kematian seorang pembantu rumah tangga di rumah majikannya di Jepara menjadi perbincangan di media sosial.
  • Muncul kecurigaan bahwa ART tersebut meninggal akibat dibunuh terkait masalah utang piutang.
  • Polisi turun tangan dan berencana melakukan penggalian kembali meski belum ada laporan dari keluarga.

 

Lintaskriminal.co.id -, JEPARA –Kematian Khoiriyah (54), penduduk Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi perbincangan di media sosial.

Seseorang asisten rumah tangga (ART) meninggal di rumah majikannya, JR (40), di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Jepara, pada hari Sabtu (8/11/2025).

Kemungkinan pembunuhan serta masalah hutang yang beredar memicu tindakan polisi.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar menyatakan, pihaknya telah memanggil empat saksi guna mengungkap penyebab kematian Khoiriyah.

Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah majikan korban, JR.

Ya, korban ditemukan telah meninggal di rumah tuannya.

“Namun, keluarga belum memberi laporan kepada kami,” ujar AKP Wildan saat dimintai konfirmasi, Kamis (13/11/2025).

Baru Dua Pekan Bekerja

Wildan menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi, pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB, Khoiriyah terlihat berjalan menuju kamar mandi.

Kemudian, ia kembali ke kamarnya dan diperkirakan melaksanakan shalat Subuh.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, anak JR yang sedang tidur bersama Khoiriyah menemukan ART tersebut dalam posisi duduk dengan punggung menempel di depan lemari, wajahnya tertutup rambut dan tampak pucat.

Saksi kemudian memanggi JR.

Saat dilakukan pemeriksaan, Khoiriyah sudah tidak bernapas lagi.

Warga selanjutnya mengajukan laporan kepada ketua RT setempat.

Korban dikenal telah bekerja sekitar dua minggu di rumah JR.

“Ia biasanya tidur bersama anak-anak tuannya,” kata Wildan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Haris Taqwa dari Puskesmas Batealit, tidak ditemukan tanda-tanda cedera kekerasan pada tubuh korban.

“Hanya terdapat bekas luka pada wajah dan diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan,” katanya.

Berdasarkan keterangan keluarga, Khoiriyah dikenal hidup sendirian dan pernah mengalami depresi akibat kesulitan finansial.

Akhirnya, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai kecelakaan dan jenazah dikebumikan di kampung halamannya di Desa Kerso.

Penyelidikan Polisi

Meskipun keluarga tidak membuat laporan, Polres Jepara tetap melakukan penyelidikan mengenai kematian Khoiriyah guna memverifikasi berbagai dugaan yang beredar di masyarakat.

Polisi juga berencana melakukan penggalian kembali makam untuk memastikan penyebab pasti kematian Khoiriyah.

“Kami akan menggunakan pendekatan scientific crime investigationdengan melibatkan tim identifikasi, Bidlabfor, dan Biddokkes Polda Jateng. Ini menjadi perhatian khusus bagi kami,” katanya.(*)