Bak Jailangkung ; Kapolda Maluku Baru Nongol Setelah Kisruh PSN Reda ‎

by -67 Views

LintasKriminal, Tanimbar — Hallo Pak. Kapolda Maluku, mumpung Bapak baru nongol di 3 (tiga) desa terdampak (Bomaki, Lermatang, Latdalam) Proyek Strategi Nasional Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar setelah kisruh PSN tersebut reda.

‎Bersama ini kami mempertanyakan keberadaan Bapak Kapolda selama ini; Kemana saja Bapak selama ini sampai baru nongol di Tanimbar ?

‎Bapak tau nggak kalau masyarakat Tanimbar terutama masyarakat di desa terdampak PSN terutama masyarakat Desa Lermantang begitu menderita selama proses yang telah terlewati dimana anak buah Bapak lebih memilih berpihak kepada Oligarki daripada mengabdi kepada masyarakat ?

‎Kenapa Bapak baru nongol di Tanimbar terutama di desa terdampak PSN setelah kisruhnya sudah reda atas kerja keras dan pendampingan yang merakyat dari aparat TNI-AD ?

‎Bapak Kapolda kemana saja ? asal Bapak tahu bahwa “anak yang lahir dari rahim rakyat Indonesia adalah TNI dan Polri”, tapi mengapa katika rakyat sedang susah, hanya TNI yang hadir ?

‎Bapak Kapolda kemana saja ? Apakah Bapak Kapolda Maluku sudah tidak mengakui kami rakyat Indonesia di Tanimbar ini terutama masyarakat Desa terdampak PSN sebagai orang tua kalian ?

‎Bapak Kapolda kemana saja ? Ketika anak buah Bapak memilih berhamba dan kongkalikong dengan Penguasa setempat serta mempertuananggungkan koruptor UP3 Agustinus Theodorus ?

‎Hallo Bapak Kapolda Maluku ! Mimpi indah apa yang membawa Bapak muncul Bak “JAILANGKUNG” di Tanimbar ?

‎Kami tidak membutuhkan kehadiran Bapak lagi di Tanimbar karena anak kami yang “bernama TNI” sudah hadir lebih dulu dan setiap saat mendengarkan keluh kesah kami.

‎Dan anak kami yang bernama TNI itu larut bersama derita kami sembari kerja keras tanpa mengenal lelah dan waktu demi meringankan beban hidup dan berbagai problematika yang mendera hidup kami.

‎Bapak pulang saja ke istana Bapak, tidurlah dan bermimpi seindah-indahnya karena kami hanya membutuhkan anak kami yang bernama TNI, tapi jangan khawatir karena kami tidak melupakan kalau Polri juga anak kandung kami meski dia anak yang nakal dan selalu menyusahkan kami (rakyat) .

‎(Beta Tanimbar)