Berita Terkini: Aksi Balap Liar di Bundaran Saronde Dihentikan, 7 Motor Disita Polisi

by -74 Views

Lintaskriminal.co.id -, GORONTALO –Kebisingan knalpot mengganggu ketenangan malam di kawasan Bundaran Saronde, Kota Gorontalo pada hari Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.

Beberapa pemuda berdiri di tepi jalan, menunggu aksi balap liar yang hampir selalu terjadi setiap malam Minggu di jalan utama tersebut.

Suara mesin sepeda motor menggelegar, melaju cepat dari arah Tugu Saronde menuju Jalan HB Jassin.

Para pembalap muda menunduk di atas setang, menggeber mesin seakan-akan lintasan tersebut adalah milik mereka. Titik putar mereka berada di depan barisan toko ponsel, lalu kembali memutar di sekitar tugu.

Namun, malam yang awalnya penuh dengan sorak dan tepuk tangan berubah menjadi kekacauan. Sekitar pukul 02.30 Wita, siruan mobil patroli tiba-tiba terdengar keras.

Anggota gabungan Satlantas Polresta Gorontalo Kota dan Dit Samapta Polda Gorontalo tiba dari dua arah secara bersamaan untuk mengelilingi area tersebut.

Dari arah Selatan, kendaraan patroli Satlantas mengaktifkan lampu strobo, sementara dari arah timur Jalan HOS Cokroaminoto, petugas Samapta berlari cepat.

Belasan pemuda yang sebelumnya berteriak tiba-tiba panik. Mereka berlarian, mengendarai motornya, lari kecil, bahkan ada yang membalikkan arah dan menginjak gas dengan keras.

Kondisi tiba-tiba menjadi kacau. Beberapa sepeda motor hampir terjatuh, sementara yang lain berusaha melarikan diri di tengah kerumunan. Petugas kepolisian dengan cepat mengejar masing-masing kendaraan yang kabur. Dalam waktu singkat, tujuh sepeda motor berhasil ditangkap.

Mayoritas sepeda motor yang disita merupakan tipe Honda Beat, tanpa kaca spion, tanpa plat nomor, dan telah diubah untuk keperluan balap. Suara knalpot “brong” sangat mengganggu telinga.

Seorang pemuda yang ditahan berusaha menghindar saat diperiksa oleh petugas kepolisian.

“Saya tidak ikut lomba balap, Kapten. Ini motor milik ibu saya, biasanya digunakan untuk ke pasar,” katanya dengan suara bergetar.

Namun, petugas tidak langsung percaya. Ketika bagasi motor dibuka, ditemukan mesin yang telah dimodifikasi dengan cara “bore up,” ciri khas kendaraan balap.

Beberapa meter dari tempat itu, seorang pemuda lain terlihat goyah dan matanya tampak kusam. Petugas mengira dia sedang dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Saya tidak minum, Kapten, saya tidak ikut lomba,” aku saya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, di bagasi motornya ditemukan gelas kaca bekas minuman beralkohol. Motor yang dikendarainya juga tidak lengkap serta menggunakan knalpot yang tidak sesuai aturan.

Warga sekitar yang terbangun akibat keributan ikut mengamati proses pembubaran. Seorang ibu yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengungkapkan kekhawatirannya dan menyebut beberapa warga hampir menjadi korban seminggu yang lalu.

“Pekan lalu, seorang pasangan suami istri hampir tertabrak oleh motor balap. Mereka melaju sangat kencang meskipun jalan masih ramai,” katanya.

Kawasan Bundaran Saronde memang sudah lama menjadi lokasi favorit untuk aksi balap liar di Kota Gorontalo, khususnya pada malam Minggu.

Warga sering kali mengadukan kegiatan tersebut karena sering mengganggu ketertiban dan berisiko bagi pengendara.

Setelah mengurai kerumunan, petugas tetap berjaga di sekitar monumen hingga menjelang pagi. Beberapa pemuda yang masih berada di tepi jalan diminta segera kembali ke rumah.

Semua kendaraan yang disita dibawa ke Polda Gorontalo untuk pemeriksaan lanjutan. Petugas akan memeriksa dokumen kendaraan, identitas pengemudi, serta memastikan apakah sepeda motor tersebut digunakan dalam kegiatan balap liar.

Petugas di lapangan mengatakan, informasi hanya dapat disampaikan melalui Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota. Namun, pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat saat pengusiran berlangsung.

Polisi meminta para jurnalis untuk bertemu dengan Kasat Lantas pada Senin (20/10/2025) guna mendapatkan penjelasan resmi mengenai operasi penertiban tersebut.

Mendekati pukul 3 pagi, area yang sebelumnya ramai kini kembali sunyi.

 

(Lintaskriminal.co.id -/Jefry Potabuga)