Kematian Anak SD di Toilet Masjid: Polisi Majalengka Selidiki Aktivitas Terakhirnya

by -70 Views

Lintaskriminal.co.id -, MAJALENGKA –Polres Majalengka sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian seorang anak laki-laki dengan inisial MR (11), yang ditemukan meninggal di toilet masjid di area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (19/10/2025) sore.

Kepala Kepolisian Resor Majalengka, AKBP Willy Andrian, menyampaikan bahwa penemuan jasad anak tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pada pukul 20.00 WIB.

Setelah menerima laporan, petugas dari Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka bersama dengan Polsek Argapura segera menuju lokasi guna melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

Menerima laporan dari masyarakat, kami segera melakukan penyelidikan.

“Pada saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti, termasuk pakaian korban dan rekaman CCTV di sekitar lokasi,” kata AKBP Willy setelah melakukan peninjauan pemeriksaan korban di Rumah Sakit Majalengka, dini hari Minggu (19/10/2025).

Menurut Willy, pihaknya saat ini sedang mengikuti jejak kegiatan korban sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal.

Beberapa kamera pengawas yang dipasang di area masjid dan jalan menuju lokasi diperiksa guna mengetahui siapa saja yang berada di sekitar tempat kejadian saat itu.

Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak medis guna melakukan pemeriksaan luar dan otopsi di RSUD Majalengka.

“Ini penting agar penyebab kematian korban dapat diketahui secara jelas,” ujar Willy.

Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dokter, terdapat luka pada bagian kepala korban.

Namun, AKBP Willy menegaskan bahwa pihaknya belum mampu menentukan apakah luka tersebut diakibatkan oleh kekerasan atau faktor lain.

“Memang secara sementara terdapat luka di bagian kepala, namun kami masih menunggu hasil autopsi yang menyeluruh agar semua hal menjadi jelas,” tegasnya.

Jenazah MR saat ini sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.

Sementara itu, petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan warga sekitar yang terakhir kali melihat korban dalam keadaan hidup.

“Kami mohon kesempatan. Kami akan berusaha sekuat tenaga agar penyebab kematian anak ini segera diketahui,” tutup Willy.(*)

Laporan Adim Mubaroq