Bocah Tewas di Toilet Masjid, Polisi Periksa CCTV

by -51 Views

KABAR MAJALENGKA– Petugas masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian anak berinisial MR (11) yang ditemukan meninggal di dalam toilet masjid di area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (18/10/2025) sore. Laporan masyarakat kepada polisi diterima pukul 20.00 WIB.

Kepala Kepolisian Resor Majalengka, AKBP Willy Andrian, menyampaikan hasil pemeriksaan awal dari tim medis yang menunjukkan adanya luka pada bagian kepala korban. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab pasti kematian hingga hasil otopsi dikeluarkan.

“Memang sementara dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka di kepala. Namun ini masih perlu kita konfirmasi kembali melalui hasil otopsi, agar semua kejadian ini jelas terungkap,” ujar AKBP Willy setelah meninjau pemeriksaan korban di Rumah Sakit Majalengka, dini hari Minggu (19/10/2025).

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, Satreskrim Polres Majalengka bersama Polsek Argapura segera menuju tempat kejadian untuk melakukan olah TKP. Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti, termasuk pakaian korban dan rekaman CCTV di sekitar lokasi tersebut.

“Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Semua masih dalam proses pemeriksaan. Kami mengumpulkan alat bukti, barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan di jalan-jalan menuju tempat tersebut,” ujar Kapolres.

Kapolres telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah MR di RSUD Majalengka. Sementara itu, proses otopsi direncanakan malam ini atau paling lambat besok pagi.

“Insyaallah malam ini atau pagi besok otopsi akan dilakukan untuk menentukan penyebab kematian korban,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor menekankan bahwa tim penyidik akan berupaya sekuat tenaga untuk mengungkap kebenaran di balik kematian anak tersebut.

“Korban masih di bawah umur, laki-laki. Kami akan menyelidiki secara menyeluruh agar penyebab kematianya jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat,” tambah Willy.