Chat Lengkap Istri Arya Daru dan Penjaga Kos, Pita Tidak Minta Arah CCTV Diubah, Sempat Hubungi Polsek

by -79 Views

Lintaskriminal.co.id –– Banyak informasi baru mengenai kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan mulai terungkap.

Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Gondia International Guesthouse, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Selasa pagi, 8 Juli 2025.

Saat ditemukan, wajah hingga kepala Arya Daru dalam keadaan tertutup lakban berwarna kuning.

Kesimpulan dari polisi menyebutkan bahwa Arya Daru meninggal akibat gangguan pernapasan yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran udara bagian atas.

Polisi juga memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kematian Arya Daru tersebut,

Istri Arya Daru Tidak Menginginkan Perubahan Arah CCTV

Dalam percakapan chat WhatsApp, ternyata Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan, tidak meminta perubahan arah closed circuit television (CCTV) di kos.

Arah pengawasan kamera CCTV menjadi topik perdebatan masyarakat dalam kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan.

Rekaman yang beredar, mulai dari Daru membuang sampah hingga Siswanto memeriksa kamar 105 menunjukkan bahwa hanya terdapat lorong kosan di Gondia International Guesthouse, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

Siswanto adalah penjaga kos dan orang pertama yang menemukan jenazah diplomat Kemenlu Arya Daru di kamar kos nomor 105.

Namun ketika Siswanto membuka dengan paksa, arah kamera pengawas justru menunjukkan pintu dan kamar Daru dengan jelas.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Choirul Anam menyampaikan bahwa Pita yang meminta agar arah CCTV diubah sehingga menampilkan kondisi depan kamar Daru dengan jelas.

“CCTV yang posisinya berbeda di kosan karena memang ada komunikasi antara istri (Arya) dan pemilik kos dengan bantuan penjaga kos, agar saat membuka (kamar Arya) posisi CCTV-nya diubah,” katanya.

Ia mengira pemilik penginapan Gondia International Guesthouse, Rudy, mengganti arah CCTV dari jarak jauh.

“Jadi itu diubah jaraknya, mungkin menggunakan HP atau yang lain agar terlihat jelas,” katanya.

Menurutnya, permintaan untuk mengubah arah CCTV terbukti dari percakapan antara Istri Daru dan penjaga kos, Siswanto.

“Terdapat catatan pesan WA-nya. Jadi waktu CCTV sesuai dengan waktu WA, konteks pesan WA dan konteks kesaksian serta semuanya terhubung dan konsisten,” katanya.

Namun berdasarkan bukti percakapan WhatsApp antara Pita dan Siswanto, tidak ditemukan teks yang membahas atau meminta perubahan arah CCTV.

Berikut percakapan lengkap antara Pita dengan Siswanto yang dikutip dari TribunnewsBogor.com dalam artikel berjudulPembicaraan Lengkap Istri Diplomat Arya Daru dengan Pengurus Kos, Ternyata Tidak Minta Ganti Arah CCTV:

00.48 WIB

Siswanto : Maaf Bu, saya sudah mengirimkan lagi tapi belum ada jawaban.

00.49 

Pita: Terima kasih banyak, Pak Sis. Mohon maaf mengganggu. Tapi sepatunya sudah berubah, jadi tadi sudah pulang ya, Pak?

00.51

Siswanto : Mungkin sudah selesai bu, karena setelah shalat subuh saya tidak keluar. Semoga ada lagi tidur bu

00.52

Pita: Ya, Pak terima kasih banyak sekali. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Siswanto: Amiin. Maaf Ibu mengatakan tadi cat kepada saya. Tapi tidak ada ya Bu.

Pita: oh ini nomornya pak.

Siswanto : Itu nomor yang sudah tidak digunakan lagi bu

Pita: oh baik, pak mohon maaf. Maaf sekali pak. Apakah kamar mandinya menyala atau mati tadi, pak? saya lupa.

Siswanto : Tidak terlihat nyala bu gelap

Pita: terima kasih banyak, pak

Siswanto : sama-sama Bu, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Pak Daru. Besok pagi saya akan cek lagi, Bu.

06.00

Siswanto : Mohon maaf Bu, bisakah saya meminta nomor HP Pak Daru

Pita: ini dia, Pak

Pita : Bagaimana pak ?

Siswanto: tidak aktif ya Bu.

Pita: Iya pak, mati sejak kemarin hpnya

Siswanto : oke nanti pukul setengah delapan saya cek ya bu

Pita: terima kasih pak

Pita: Pak, maaf, apakah sudah ada suara dari dalam? Ini rencana teman kantornya akan datang ke kos untuk ikut mengecek, Pak.

Siswanto : Belum bu

Pita: Mohon maaf, bisakah bapak segera membukakan pintu? saya dan ibu mertua merasa bingung. terima kasih banyak, pak.

Siswanto : apakah lebih baik menunggu sampai pukul setengah delapan saja?

Pita: mohon maaf pak, tolong berikan skr saja demi keamanan

06.50 panggilan masuk dari kontak Pak Rudy

Pita: terima kasih banyak Pak

Siswanto : sama2 bu

07.08

Pita: Saya sudah mengirim pesan, karena belum ada respons jadi saya telepon. Sudah selesai, Pak, dan katanya Pak Rudy akan menghubungi Pak Sis juga untuk ini. Terima kasih banyak, Pak.

Siswanto : Ya, ini perintahnya untuk mengetuknya.

Pita: Saya sudah memberitahu bahwa sudah dipanggil tetapi tidak ada respons, Pak. Bagaimana, Pak?

07.24 

Pita: Jika terjadi perusakan, saya siap menanggung biayanya, Pak.

07.40 telepon tak terjawab

07.52 telepon 2 menit

08.09 telepon 1 menit.

Pertanyaan mengenai arah CCTV Siswanto justru tidak menjelaskan mengenai permintaan Pita.

Ia bahkan tidak tahu ke mana arah CCTV yang berada di dekat kamar Daru.

“Ya kalau ingin tahu dengan yang memiliki, karena monitornya di sana,” kata Siswanto.

Sempat Hubungi Polsek Menteng

Ternyata Meta Ayu Puspitantri mengirimkan staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memeriksa kamar kos Arya Daru Pangayunan. Orang tersebut hingga saat ini masih belum diketahui identitasnya.

Pita yang biasa memanggilnya dengan sebutan akrab terlihat cemas setelah Daru mengirim pesan yang salah, “Ay dimana, udah makan belum?”

Pesan tersebut dikirim oleh Daru ke nomor Pita pada pukul 21.18 WIB saat sedang menunggu taksi di mal Grand Indonesia, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin (7/7/2025).

Informasinya Pita pernah membalas pesan Daru, ‘Kamu sedang chatting dengan siapa?’.

Namun pesan tersebut tidak terkirim dengan tanda centang satu.

Setelah itu, kabarnya Pita kewalahan mencari keberadaan Daru, bahkan isu beredar bahwa ia sampai menelepon Polsek Menteng.

Anak dari dosen utama Universitas Gadjah Mada (UGM) ternyata menghubungi beberapa rekan Daru.

Yang jelas adalah Siswanto, pengelola kos Gondia International Guesthouse di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia pertama kali menghubungi Tuan Sis pada pukul 22.24 WIB, tetapi nomor tersebut sudah tidak digunakan lagi.

“Sore hari, Pak. Maaf mengganggu di malam hari. Ini Pita, istri Daru. Suami saya belum bisa dihubungi, apakah boleh saya meminta bantuan untuk mengecek apakah dia ada di kos? Terima kasih, Pak, maaf mengganggu,” tulis Pita di chat WhatsApp.

Saudara kandung Meta Ayu Thereskova akhirnya berhasil menghubungi Pak Sis pada pukul 00.48 WIB.

“Maaf Bu, saya sudah mengetuk lagi tapi belum ada jawaban,” kata Siswanto.

Komunikasi antara Pita dan Pak Sis berlangsung intensif dari tengah malam hingga pagi.

Pukul 06.00 WIB, dalam percakapannya terungkap bahwa Pita juga menghubungi teman Daru di Kemenlu.

Pita: Pak, maaf, apakah sudah ada suara dari dalam? ini rencana teman kantornya akan datang ke kos untuk ikut mengecek, pak.

Pak Sis : Masih belum bu

Pita: Mau minta tolong, pak? Boleh dibukakan sekarang? Saya dan ibu mertua agak bingung. Terima kasih banyak, pak.

Pak Sis : Apakah lebih baik menunggu sampai pukul setengah delapan?

Pita: Maaf pak, tolong hanya skr saja untuk keamanan

Namun demikian, identitas rekan Kemenlu yang dihubungi Pita belum diketahui.

Kepala Bidang Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memanggil 26 orang sebagai saksi.

“Kami dari tim Subdit Resmob PMJ telah melakukan klarifikasi terhadap 24 saksi, sebenarnya kami mengundang 26,” ujar Wira.

Dua orang menurutnya tidak datang dalam pemanggilan.

“Masih tersisa dua kesempatan untuk hadir,” katanya.

Sayangnya dia tidak memperlihatkan identitas dari dua saksi yang tidak hadir tersebut.

“Masih tidak tahu, kita tanyakan nanti,” katanya.

Saat memaksa membuka pintu kamar kos nomor 105 yang ditempati Daru, Pak Siswanto didampingi oleh seorang pria berpakaian kacamata.

Namun menurut Tuan Sis, ia adalah penghuni kamar 106.

Saya awalnya bingung, ketok-ketok tidak ada suara. Sementara itu, ibunya terus menelepon saya. Sedang bingung, penghuni 106 bertanya, “Apa mas Sis sedang bingung seperti orang kebingungan?” “Ini pak, saya diperintahkan oleh istri penghuni 105 semalam untuk mengecek dengan mengetuk-ngetuk, tapi tidak ada suara.” “Apakah lampunya menyala?” “Gelap.” “Wah kalau gelap antara ada dan tiada saja,” kata Siswanto, sebagaimana dikutip TribunnewsBogor.com dalam artikel berjudulTidak Hanya Pengurus Kos, Ternyata Istri Menelpon Pegawai Kementerian Luar Negeri untuk Memeriksa Diplomat Arya Daru.

Lihat berita terkini lainnya di saluran berikut:Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram