Cs-137 dan Ekspor Udang: Informasi Penting untuk Produsen Indonesia

by -47 Views

OKE FLORES.COM – Isu penghentian ekspor produk udang beku dari AquaStar, perusahaan asal Amerika Serikat (AS), sempat memicu kekhawatiran terkait kemungkinan larangan terhadap ekspor udang Indonesia ke pasar internasional. Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada larangan keseluruhan bagi udang Indonesia untuk masuk ke AS.

Di dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bara menyampaikan bahwa yang diberlakukan hanya beberapa pembatasan, bukan larangan total. Pembatasan ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu yellow list dan red list.

“Daftar kuning berlaku untuk produk udang yang berasal dari wilayah Jawa dan Lampung. Produk ini masih dapat diekspor, tetapi terdapat beberapa pembatasan dan prosedur sertifikasi yang harus dipenuhi,” kata Bara. Ia menambahkan, kebijakan ini bersifat terbatas dan tidak menghambat ekspor secara keseluruhan.

Di sisi lain, dalam kategori red list, Bara menyebutkan terdapat dua perusahaan Indonesia yang terkena dampak, yaitu PT BMS yang merupakan eksportir udang dan PT Natural Java Spice sebagai eksportir rempah-rempah. Meskipun masuk dalam red list, kedua perusahaan tetap diperbolehkan mengekspor barang mereka ke Amerika Serikat selama telah memenuhi sertifikasi keamanan dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Bara menegaskan kembali, “Ini bukan larangan total. Tidak ada larangan menyeluruh terhadap ekspor ikan udang Indonesia ke Amerika Serikat. Yang ada hanyalah pembatasan tertentu, sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.”

Tindakan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga standar mutu dan keamanan barang ekspor, sekaligus memastikan kelancaran hubungan perdagangan dengan mitra internasional. Para pelaku ekspor diharapkan senantiasa mematuhi aturan dan prosedur sertifikasi agar produk Indonesia tetap mampu bersaing di pasar global.