Detik-Detik Mencekam: Warga Lompat dari Mobil untuk Selamatkan Nyawa dari KKB

by -74 Views

Ringkasan Berita:Salah satu korban, Braen beruntung bisa melarikan diri dari serangan ganas KKB.

 

Lintaskriminal.co.id –Perilaku kelompok kriminal bersenjata KKB di Papua terasa tak pernah berakhir.

Kelompok KKB terus melakukan tindakan teror di berbagai kesempatan.

Peristiwa kekerasan terbaru terjadi di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Barat, yang menewaskan beberapa korban.

Masturiyadi (50 tahun), seorang warga biasa, meninggal dunia setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada Jumat 17 Oktober sekitar pukul 10.00 WIT.

Wilayah Kali Semen berada di Kecamatan Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Wilayah ini terkenal sebagai kawasan tempat tinggal yang juga memiliki potensi ekonomi dan sosial yang besar bagi penduduk setempat.

Korban Masturiyadi meninggal dunia karena mengalami luka tembak di bagian belakang kepala sebelah kanan.

Empat orang warga lainnya mengalami luka. Mereka adalah:

Yance Makai (38) mengalami enam luka sobek pada lengan kiri, bagian bawah ketiak, dan perut sebelah kiri.

Aser Kegou (45) mengalami luka bacok di lengan kirinya.

Martinus Makai (42) seorang pegawai negeri sipil, mengalami luka gores di wajah akibat pecahan kaca

Ari mengalami luka bacok di lengan sebelah kiri dan kanan.

Satu dari para korban, Braen, beruntung bisa melarikan diri dari serangan kejam KKB.

Braen menceritakan saat serangan terjadi, dirinya sedang dalam perjalanan dari Siriwo menuju Kota Nabire.

Braen berada bersama teman-temannya dalam satu kendaraan.

Namun ketika berada di tanjakan Kali Semen, kendaraan mereka tiba-tiba dihalangi oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam dan parang.

Kendaraan yang mereka naiki tiba-tiba berhenti.

“Kelompok tersebut (KKB) langsung melepaskan tembakan kepada kami sebelum kendaraan berhenti sepenuhnya, namun berkat syukur tembakan itu tidak mengenai kami,” kata Braen kepada awak media, Sabtu 18 Oktober 2025.

Karena mendapat serangan, Braen dan seluruh penumpang harus turun dari mobil guna menyelamatkan diri.

Braen mengakui bahwa ia berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata, bahkan pernah ditembak dari depan, tetapi peluru tersebut tidak mengenai sasaran.

Tiba-tiba Braen mendengar suara tembakan berikutnya dari belakangnya, tidak diketahui siapa yang menjadi sasaran tembakan tersebut.

Merespons tembakan ketiga, Braen bersama saudaranya dan seorang rekan lain memutuskan untuk melompat ke jurang yang berada di bawah jalan Kali Semen.

Mereka memutuskan untuk melompat ke jurang yang tertutup oleh hutan lebat sebagai upaya untuk menyelamatkan diri dari serangan.

Di dalam lembah, mereka berjalan sambil mengikuti aliran sungai sambil bersembunyi di balik semak-semak.

“Kelompok bersenjata itu pernah melewati di depan kami, namun kami hanya diam dan terus bersembunyi,” ujar Braen.

Setelah memastikan kelompok bersenjata tersebut telah pergi, Braen dan temannya keluar untuk mencari bantuan.

Mereka kembali ke tempat kejadian dan berjumpa dengan petugas keamanan yang kemudian membawa mereka ke rumah sakit.

Brando, saudara kandung Braen, menambahkan bahwa kakaknya melompat terlebih dahulu ke jurang, diikuti oleh dirinya sendiri dan seorang teman.

Mereka berlari kencang di dalam lembah hingga tiba di sungai yang berada di bawah guna menghindari pengejaran.

Brando menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Tuhan karena mereka berhasil selamat dari ancaman kematian itu.

Ulah Aibon Kogoya

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani menyatakan pihaknya mengecam tindakan tersebut dengan keras dan saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

“Kami mengecam tindakan penembakan terhadap penduduk biasa. Pasukan gabungan telah bertindak cepat untuk menyelamatkan korban dan sekarang fokus mengejar kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujar Faizal dalam pernyataannya, Jumat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tindakan penembakan tersebut diperkirakan dilakukan oleh (KKB) yang dipimpin Aibon Kogoya, dengan sasaran kendaraan warga yang melintasi jalur tersebut.

Ketika ditemukan, kendaraan yang dikendarai korban dalam keadaan rusak parah dengan banyak lubang akibat tembakan di bagian bodi mobil.

Seluruh korban telah dibawa ke RSUD Nabire sekitar pukul 11.05 WIT guna mendapatkan perawatan medis yang lebih lanjut.

Di sisi lain, Wakil Kepala Operasi, Kombes Adarma Sinaga menambahkan bahwa pihaknya telah memperkuat pengawasan di kawasan Nabire Barat.

“Kami memperkuat patroli dan pengawasan di jalur-jalur yang dianggap berisiko. Keamanan masyarakat menjadi fokus utama Operasi Damai Cartenz,” katanya.

Sampai saat ini, kondisi di lokasi kejadian dikabarkan telah stabil dan berada di bawah kendali pihak berwajib.

Tim gabungan TNI–Polri terus melakukan pencarian dan pengumpulan keterangan saksi guna mengungkap jaringan pelaku serta alasan di balik tindakan penembakan tersebut.

Polisi Tertembak

Kepala Kepolisian Resor Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu menyampaikan bahwa seorang anggota polisi juga menjadi korban dalam serangan terpisah ketika petugas sedang berangkat ke lokasi kejadian.

Para korban warga sipil dan petugas kepolisian yang cedera telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire di Jalan RE Martadinata, Siriwini, guna menerima perawatan lebih lanjut.

Petugas kepolisian segera menuju lokasi di dekat Kilo 20 arah Polsek Topo untuk melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap kelompok Aibon Kogoya yang bertanggung jawab atas rangkaian penembakan tersebut.

– Baca Berita Terkini Lainnya di GOOGLE NEWS

– Peroleh Berita Terpopuler Melalui SaluranWhatsApp!!!Membaca Membantu Pikiran Seperti Olahraga Membantu Tubuh!!

Beberapa artikel ini telah tayang di Tribunpapuatengah.com dengan judul Deretan Kekerasan KKB Aibon Kogoya di Nabire: Warga Sipil Meninggal dan Polisi Terluka Tembak