Korban Selamat dari Tembakan KKB di Nabire

by -82 Views

Laporan Jurnalis Lintaskriminal.co.id -, Calvin Louis Erari

Lintaskriminal.co.id -, NABIRE – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya melakukan tindakan kekerasan dengan menyerang penduduk sipil di Kilo 20, Kalisemen, Wadio atas, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat, (17/10/2025), pukul 10.00 WIT.

Dalam serangan tersebut, seorang warga dilaporkan tewas, empat orang lainnya terkena tembakan namun masih selamat, dan satu orang terluka akibat pecahan kaca.

Para korban yang terkena tembakan telah dibawa ke RSUD Nabire di Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire.

Namun di balik peristiwa ini, terdapat kisah menyedihkan yang dialami oleh Braen beserta dua temannya.

Mereka adalah para korban yang selamat dari beberapa korban yang ditembak oleh KKB di Kali Semen.

Braen menceritakan, sebelumnya seluruhnya berasal dari Siriwo menggunakan satu mobil untuk turun ke kota Nabire.

Namun sepanjang perjalanan, tepat di tanjakan kali semen, tiba-tiba kendaraan mereka diblokir oleh sekelompok orang, dan akhirnya mobil tersebut berhenti.

Saat dihalang, Braen mengatakan, tampak ada tiga orang yang membawa senjata panjang, sedangkan yang lainnya memegang parang.

Lanjut Braen, ketika dihadang, kendaraan yang mereka tumpangi berhenti.

“Nah, mobil belum berhenti sepenuhnya, sekelompok orang itu langsung menembak kami, tapi alhamdulillah, tidak terkena,” kata Braen kepada para jurnalis, Sabtu, (18/10/2025).

Karena telah diserang oleh kelompok tersebut, akhirnya mereka semua turun dari kendaraan.

“Ketika kami turun, saya yang langsung menghadapi kelompok ini, dan di sana saya kembali ditembak dari depan, tetapi tidak terkena, namun saya tidak takut dan tetap berdiri,” katanya.

Namun, tiba-tiba menurut Braen, ia mendengar kembali suara tembakan dari belakang.

“Tapi tidak tahu kepada siapa tembakan itu ditujukan,” katanya.

Oleh karena itu, kata Braen selanjutnya, saat tembakan ketiga terjadi, dia bersama adiknya dan seorang temannya melompat ke jurang di bawah jalan kali semen untuk menyelamatkan diri.

Menurutnya, selama berada di lembah yang tertutup hutan lebat, mereka berjalan kaki mengikuti aliran sungai batu, sambil bersembunyi-sembunyi.

“Di sana, kelompok bersenjata ini sempat melewati kami, tetapi kami bersembunyi dan diam saja,” katanya.

Setelah kelompok tersebut pergi jauh, Bren mereka keluar mencari bantuan.

“Maka kita kembali ke tempat kejadian, dan ketika sampai di lokasi, kami bertemu dengan petugas keamanan, lalu langsung dievakuasi ke rumah sakit,” tegasnya.

Sementara Brando, saudara laki-laki Braen, menambahkan, saat kejadian, kakaknya yang melompat terlebih dahulu.

“Karena itu, saya dan teman saya juga melompat ke jurang, lalu kami berlari mengikuti alur hingga sampai ke sungai di bawah,” jelasnya.

Ia mengatakan, sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mereka selamat dari ancaman yang terjadi. (*)