Dharma Pongrekun Bantah Penangkapan Bjorka, Ungkap Identitas Asli Masih Bebas

by -124 Views

Ringkasan Berita:

  • Dharma Pongrekun, mantan Wakil Kepala BSSN, mengatakan bahwa Bjorka yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya bukanlah seorang hacker asli, melainkan hanya sebuah pementasan belaka.
  • Ia mengakui mendapatkan informasi dari temannya yang mengenal Bjorka secara langsung, dan menyebutkan bahwa hacker tersebut masih dalam keadaan bebas dan berada di luar negeri.
  • Darma Pongrekun dikenal sebagai mantan jenderal polisi bintang tiga, pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN, dan saat ini aktif menyampaikan pandangan mengenai isu keamanan siber di Indonesia.

Lintaskriminal.co.id –– Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, menyatakan bahwa hacker Bjorka yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya bukanlah dirinya yang asli.

Ia mengatakan penangkapan itu hanya sebuah drama.

Dharma mengakui mendapatkan keterangan dari temannya yang mengenal Bjorka secara langsung, serta menyebutkan bahwa individu tersebut masih dalam keadaan bebas dan belum ditangkap oleh pihak berwajib.

“Bjorka (yang ditangkap polisi) berbohong. Ini hanyalah drama,” ujar Dharma Pongrekun, dilansir dari kanal YouTube Ngaji Roso, Sabtu (11/10/2025).

Bjorka yang Ditangkap Polisi Dinyatakan Palsu

Sebelumnya, seorang hacker yang menggunakan nama samaran Bjorka, yang dikabarkan paling dicari, sempat dilaporkan ditangkap oleh Polda Metro Jaya pada 23 September 2025.

Sosok yang ditangkap diketahui memiliki inisial WFT (22), seorang pemuda berasal dari Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Namun menurut Dharma, tokoh tersebut bukanlah Bjorka yang asli. Ia menyampaikan bahwa temannya baru saja menghubungi Bjorka asli melalui pesan WhatsApp.

“Temanku kemarin mengirim pesan ke Bjorka asli, bukan yang dari Indonesia,” kata Dharma.

Siapa Dharma Pongrekun?

Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun merupakan mantan perwira tinggi kepolisian yang terkenal sebagai bekas Wakil Kepala BSSN.

Ia secara resmi pensiun dari kepolisian pada tahun 2024 dengan posisi terakhir sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 12 Januari 1966, Dharma adalah lulusan Akpol angkatan tahun 1988 dan dikenal memiliki pengalaman mendalam dalam bidang penyelidikan serta kebijakan publik.

Nama lengkapnya adalah Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.

Jalur Karier dan Posisi Penting Dharma Pongrekun

Selama karier di Korps Bhayangkara, Dharma pernah menjabat berbagai posisi penting, antara lain:

Pamen Polda Bengkulu

Kepala Satuan II Direktorat Narkoba Polda Bengkulu

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya

Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri

Dosen Utama STIK Lemdikpol

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015), Karo Korwas PPNS Bareskrim (2016), hingga Dirtipidnarkoba Bareskrim (2016).

Pada tahun 2018, Dharma dipindahkan ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi, kemudian akhirnya menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN pada periode 2019 hingga 2021.

Pensiun dan Karier Politik

Setelah mengakhiri karier di kepolisian pada tahun 2024, Dharma memasuki dunia politik dengan mendaftar sebagai calon Gubernur Jakarta 2024 melalui jalur independen bersama Kun Wardana.

Namun, ia tidak berhasil memenangkan pemilihan gubernur setelah hanya mendapatkan 459.230 suara.

Kekayaan Dharma Pongrekun Berdasarkan LHKPN

Mengutip data LHKPN KPK, Dharma Pongrekun melaporkan keseluruhan kekayaannya senilai Rp10,9 miliar pada tanggal 24 Agustus 2025.

Berikut rincian harta kekayaannya:

A. Tanah dan Bangunan – Rp10.280.245.000

Tanah dan Bangunan seluas 400 m⊃2;/150 m⊃2; di Jakarta Selatan – Rp3.598.000.000

Lahan seluas 180 meter persegi di Jakarta Selatan – Rp1.401.900.000

Tanah seluas 64 m⊃2; di Jakarta Selatan – Rp490.120.000

Lahan seluas 495 meter persegi di Jakarta Selatan – Rp3.790.225.000

Lahan dan Bangunan seluas 91 m⊃2;/80 m⊃2; di Jakarta Selatan – Rp1.000.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin – Rp569.500.000

Mobil Honda CB150 (2016) – Rp9.500.000

Avanza Minibus (2018) – Rp160.000.000

Toyota Fortuner VRZ (2019) – Rp400.000.000

C. Kas dan Setara Kas – 56.000.000 Rupiah

Total Kekayaan: Rp10.905.745.000

Pernyataan Dharma Pongrekun kembali memicu perdebatan masyarakat mengenai identitas sebenarnya Bjorka.

Meskipun Polda Metro Jaya telah mengumumkan penangkapan WFT, Dharma menyatakan bahwa individu hacker asli masih belum ditangkap dan berada di luar negeri.

Sumber: Tribunnews