Lintaskriminal.co.id –– Seorang ayah memeluk putranya dari balik kandang besi. – Ayah itu memeluk anak laki-lakinya yang berada di balik pagar besi. – Seorang pria tua memeluk anaknya dari balik besi. – Seorang ayah menggenggam tangan anak laki-lakinya dari balik jeruji.
Peristiwa menyentuh tersebut ditangkap oleh seorang petugas kepolisian, Aipda Handoko.
Meski terpisah oleh kunci, tetapi hal itu tidak menghalangi rasa cinta ayah terhadap anaknya.
Bahkan, anak laki-laki tersebut bersedia tidur di samping ayahnya.
Video tersebut direkam menggunakan ponsel seorang polisi bernama Aipda Handoko.
Dari rekaman tersebut terlihat dua anak dan ayah sedang berbaring lalu ayah memeluk mereka.
Keduanya saat itu terhalang oleh kunci logam, karena ayah mereka sedang dalam proses hukum.
Banyak pengguna TikTok yang terkesan melihat momen tersebut.
Setiap orang secara bergantian mengucapkan pujian dan doa untuk Aipda Handoko.
Berkat bantuan Aipda Handoko, tahanan pria tersebut diperbolehkan keluar sejenak dari sel agar dapat memeluk anaknya tanpa ada penghalang besi penjara.
Aipda Handoko adalah seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Sekernan, salah satu polsek yang berada dalam lingkup hukum Polda Jambi.
Terletak jauh dari pusat kota, Polsek Sekernan tiba-tiba menjadi pembicaraan setelah Aipda Handoko mengunggah berbagai konten.
Selain membagikan momen menyentuh seorang tahanan pria memeluk anaknya, ia juga merekam kejadian saat seorang tahanan laki-laki merayakan ulang tahun bersama anggota keluarganya.
Saat ini, Aipda Handoko sudah memiliki 114 ribu pengikut di TikTok.
Ia memiliki nama panggilan Handoko Dreks.
Mengamati aktivitas di akun TikToknya, Aipda Handoko ternyata baru saja mendapat promosi jabatan.
Hal ini diketahui ketika dia merespons komentar seorang netizen yang mendoakannya segera naik pangkat karena sikap baiknya terhadap tahanan.
“Kenaikan pangkatnya masih baru, baru saja terjadi bulan Juli lalu,” jawab Aipda Handoko kepada seorang netizen.
Mengenai videonya yang mendapat banyak dukungan dari netizen, ia sengaja mengabadikan momen tersebut bukan dengan maksud agar menjadi viral.
Namun, ia ikut larut dalam suasana karena ia juga seorang ayah.
Ia mengerti perasaan rindu seorang ayah terhadap anaknya.
Oleh karena itu, dia sering menyajikan video pertemuan tahanan dengan anggota keluarganya kemudian mempostingnya ke platform media sosial.
Tujuannya adalah agar kepala keluarga berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan jahat.
“Karena yang merugi bukan hanya diri sendiri, tetapi juga keluarga,” katanya, mengutip halopadang.id.
Handoko menyampaikan, tahanan dengan inisial AF sedang merindukan anak dan istrinya pada malam Selasa (30/9/2025).
Istri AF beserta dua anaknya datang dari jauh, yaitu dari Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.
Mereka tidak bertemu selama lebih dari dua bulan.
“Saya sangat terharu dan kasihan. Saya juga seorang ayah dan tahu bagaimana rasanya merindukan anak,” ujar Handoko melalui panggilan telepon Kamis (9/10/2025), mengutip halopadang.id.
“Untuk sampai ke sini, keluarga membutuhkan perjalanan selama dua jam,” ujar Handoko lagi.
Kedatangan keluarga AF terjadi menjelang waktu maghrib.
Handoko terlebih dahulu melaksanakan shalat, kemudian menyaksikan momen pertemuan antara ayah dan anak yang penuh dengan rindu dari balik pagar besi.
“Kami akhirnya merasa kasihan dan saya mengizinkan rekan-rekan piket lainnya, kami sepakat untuk membebaskan tahanan agar bertemu keluarganya di ruangan Reskrim,” katanya.
Dengan demikian, mereka bisa menghilangkan rindu tanpa adanya penghalang kunci.
AF adalah tahanan yang diserahkan oleh Polda Jambi, dan kasusnya telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Sengeti.
Kantor Polisi Sekernan dipilih sebagai tempat penahanan karena lokasinya yang dekat dengan ruang persidangan.
“Karena dekat maka disimpan di kantor kami,” katanya.
Handoko menceritakan keluarga AF merasa bahagia karena diperlakukan dengan baik, karena selama mengunjungi, mereka belum pernah diberi kesempatan untuk bertemu tanpa keterlibatan jeruji.
“Saya merasa bahagia karena dapat membantu, tetapi juga sedih melihat pertemuan keluarga dengan tahanan ini,” tutupnya.
Artikel telah tayang di Sripoku.com
