Hari-Hari Ammar Zoni di Nusakambangan, Hanya 1 Jam Keluar Sel

by -66 Views

Lintaskriminal.co.id –Di tengah gelapnya malam yang sangat pekat di pantai selatan Pulau Jawa, sebuah perahu kecil bergerak pelan menuju Pulau Nusakambangan, pulau yang terkenal sebagai “Alcatraz”-nya Indonesia.

Di sini, aktor yang pernah dipuji di layar kaca, Ammar Zoni, kini secara resmi menjalani hidupnya sebagai tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security Karanganyar.

Pemindahan dilakukan pada dini hari, Kamis (16/10/2025), dengan pengawalan yang sangat ketat. Tidak tanpa alasan.

Setelah beberapa kali terlibat dalam kasus narkoba, dan baru-baru ini diduga sebagai pengedar saat masih berada di Rutan Salemba, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memutuskan untuk mengirimnya ke lapas dengan tingkat keamanan paling tinggi di Indonesia.

Sendiri di Dalam Ruang Tahanan: “Satu Orang Satu Sel”

“Yang bersangkutan akan ditempatkan satu orang satu sel,” kata Rika Aprianti, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Ditjen PAS, saat diwawancarai di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Konsep one man one cell berarti Ammar Zoni akan tinggal sendirian di ruangan sempit yang dindingnya terbuat dari beton tanpa ada teman sekamar, tanpa percakapan, dan tanpa kebersamaan.

Kebijakan ini bukan hanya berupa sanksi, melainkan bagian dari prosedur keselamatan dan pengembangan di Lapas Khusus Berkeamanan Tinggi.

Di balik ketenangan ruang isolasi, negara berharap muncul tempat untuk merenung, di mana seseorang dapat melihat dirinya sendiri tanpa perlu bersembunyi di balik popularitas.

Ammar hanya diizinkan keluar dari sel selama satu jam setiap hari hanya untuk “menghirup udara segar.”

Sisa waktunya, ia akan menghabiskan hidupnya di ruangan yang sama, menghadapi kesunyian dan suara langkah petugas di koridor panjang penjara.

Mengenal Program Bimbingan di Lapas Paling Ketat

Di balik jeruji besi dan pagar kawat berlapis, Ammar Zoni akan mengikuti serangkaian program pembinaan kepribadian. Program ini dirancang bukan semata menghukum, melainkan menata ulang pribadi seseorang yang pernah tersesat di jalan gelap narkotika.

“Pembinaan yang diberikan adalah pembinaan kepribadian,” terang Rika.

Pembinaan itu mencakup dua aspek utama:

Pengembangan keagamaan dilakukan secara pribadi guna memperkuat aspek spiritual dan meningkatkan kesadaran moral.

Bantuan psikologis, di mana Ammar akan mengikuti sesi konseling dengan seorang psikolog untuk membantu memperbaiki cara berpikir, memahami kesalahan yang telah terjadi, serta membangun kembali rasa percaya diri.

Tujuan utama dari sistem pemasyarakatan, menurut Rika, adalah agar para tahanan menyadari kesalahan mereka, menyesali perbuatan mereka, dan mampu kembali ke masyarakat dengan tingkah laku yang lebih baik.

Enam Bulan Pertama: Tahap Evaluasi

Di enam bulan pertama, Ammar akan mengikuti pelatihan intensif di bawah pengawasan ketat dari petugas. Setiap tindakannya akan direkam, setiap perubahan akan diamati.

Jika ia menunjukkan perkembangan yang baik dan tingkat bahayanya berkurang, maka status keamanannya dapat diturunkan dari super maximum menjadi maximum security.

“Jika menunjukkan perubahan risiko, penurunan risiko, maka pihak terkait dapat turun gradenya hingga maksimal,” jelas Rika.

Namun, jalan menuju penurunan tingkat itu tidak mudah. Dibutuhkan waktu, disiplin, dan perubahan nyata yang hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang benar-benar ingin memperbaiki kesalahan mereka.

Dunia Tanpa Tatap Muka

Meskipun hak-hak dasar sebagai tahanan tetap dijamin, sistem kunjungan di Lapas Klasifikasi Super Maksimum sangat dibatasi.

Tidak ada pelukan, tidak ada kontak mata langsung antara Ammar dan anggota keluarganya. Seluruh komunikasi dilakukan melalui panggilan video, dengan jadwal yang telah ditentukan secara ketat.

“Tamunya tidak dapat bertemu secara langsung, hanya melalui video, dan itu pun memiliki jadwal tertentu,” kata Rika.

Bahkan, pemberian makanan dilakukan tanpa adanya kontak langsung, guna memastikan keselamatan baik bagi petugas maupun tahanan. Setiap bentuk interaksi diawasi, diperiksa, dan dicatat dalam sistem keamanan yang hampir sempurna.

Nusakambangan: Pulau Pengasingan

Lembaga Pemasyarakatan Karanganyar Nusakambangan bukanlah tahanan biasa. Penjara ini terkenal sebagai tempat dengan sistem keamanan paling ketat di Indonesia, di mana para pelaku kejahatan berat seperti teroris, pengedar narkoba besar, dan pembunuh berantai ditahan.

Tidak ada hal yang sederhana di pulau ini. Setiap langkah terasa terbatas, dan rasa bebas hanya bisa dirasakan selama satu jam setiap harinya.

Bagi Ammar Zoni, yang sebelumnya dikenal melalui perannya dalam sinetron Cinta Suci serta wajah menariknya di layar kaca, kehidupan di balik dinding Nusakambangan adalah dunia yang benar-benar asing, sebuah lingkungan di mana popularitas tidak lagi memiliki arti apa pun.

Jejak Kelam Seorang Aktor

Pergeseran ini menandai babak baru dalam perjalanan gelap Ammar Zoni.

Ia pertama kali ditangkap pada tahun 2017 terkait kepemilikan ganja. Setelah dibebaskan, ia kembali ditangkap pada 2023 karena kasus narkoba jenis sabu.

Namun yang paling mengejutkan, hanya dua bulan setelah dibebaskan, Ammar kembali ditangkap — kali ini dengan barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja. Akibatnya, ia mendapat hukuman penjara selama tiga tahun.

Berita terkini menyebutkan bahwa selama menjalani penahanan di Rutan Salemba, Ammar diduga terlibat dalam kegiatan peredaran narkoba di dalam lingkungan tahanan, sehingga akhirnya dipindahkan ke Nusakambangan. Langkah ini disebut oleh Rika sebagai komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk membersihkan lembaga pemasyarakatan dari narkoba, sesuai dengan petunjuk Menteri Hukum dan HAM.

Akhir yang Sunyi

Sekarang, di balik dinding tinggi dan kawat berduri Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Karanganyar, Ammar Zoni menghabiskan harinya dalam kesunyian.

Tidak ada kamera, tidak ada cahaya studio, tidak ada dialog yang dihafal. Hanya dirinya sendiri, ruangan sempit, dan waktu yang bergerak perlahan.

Mungkin di sanalah, di ruang yang sunyi itu, seorang aktor yang pernah terjebak dalam keramaian dunia hiburan akhirnya menghadapi dirinya sendiri dengan masa lalu yang terus menghantui, serta penyesalan yang tidak bisa diubah kembali seperti adegan sinetron.

***

(TribunTrends/Sebagian artikel diambil dari Grid.id)