Hingga Senin, 54 Jenazah Korban Longsor Ponpes Al Khoziny Ditemukan

by -86 Views

Lintaskriminal.co.id –Kebakaran di Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin telah menewaskan 54 orang, termasuk lima bagian tubuh yang belum dapat diidentifikasi. Tim SAR gabungan melaporkan bahwa jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 158 orang, terdiri dari 104 orang selamat dan 54 meninggal dunia.

Pembaruan terakhir pada pukul 03.34 WIB, kami menemukan satu jenazah tambahan sehingga totalnya menjadi 54, termasuk lima bagian tubuh, maka jumlah jenazah utuh yang telah dievakuasi berjumlah 49, kata Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Senin 6 Oktober 2025.

Pada hari Senin, 29 September 2025, saat gedung dua lantai yang sedang dalam proses penambahan dua lantai secara ilegal roboh pada waktu salat Zuhur. Kebakaran bangunan tersebut menimpa ratusan santri, sebagian besar laki-laki berusia 13 hingga 19 tahun, yang sedang berada di dalam musala.

Operasi pencarian dan penyelamatan memasuki hari kedelapan dan berlangsung terus-menerus selama 24 jam. Sebagian besar puing-puing telah berhasil dibersihkan sebesar 80% dengan menggunakan alat berat, tetapi beberapa struktur utama masih tersisa dan berpotensi ambruk kembali.

Tim pencarian dan pertolongan bersama yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berupaya keras untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dan diidentifikasi.

Dari 54 jenazah yang ditemukan, lima di antaranya merupakan bagian tubuh yang belum dapat diidentifikasi. Proses pengenalan dilakukan oleh Tim DVI Polda Jawa Timur dengan memanfaatkan data rekam medis serta sampel DNA dari keluarga korban.

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa runtuhnya bangunan disebabkan oleh kegagalan struktur dasar akibat penambahan dua lantai yang tidak sah di bagian atas gedung.

Insiden ini menggarisbawahi isu penting mengenai izin pembangunan di pesantren-pesantren di Indonesia, di mana hanya sekitar 50 dari 42.000 pesantren yang memiliki izin sah untuk membangun bangunan.

Kelompok keluarga korban serta warga sekitar menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam terhadap peristiwa ini. Mereka berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi dan pihak yang berwenang segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan serta keamanan bangunan di seluruh pesantren di Indonesia.

Pemerintah daerah dan pusat berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban serta melakukan peninjauan menyeluruh terhadap standar keselamatan bangunan di pesantren.

Selain itu, mereka juga akan meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan bangunan di area pesantren agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang.