IPW: Tim Akselerasi Transformasi Polri Jadi Langkah Serius

by -122 Views

Jakarta, lintaskriminal.co.id – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menganggap pembentukan Tim Akselerasi Transformasi Polri sebagai tindakan yang serius, bukan hanya sekadar simbolis. Menurutnya, tim ini dibentuk secara internal oleh Polri sebagai upaya mempercepat perubahan, berbeda dengan istilah “Tim Reformasi” yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Polri, nama atau istilah yang dibentuk oleh internal, menyebut tim ini sebagai Tim Akselerasi Transformasi Polri, bukan Tim Reformasi. Ternyata, dari penjelasan yang diperoleh, mereka telah lama merancang konsep-konsep reformasi internal. Namun, kendalanya, berdasarkan informasi yang didapat, terletak pada sumber daya manusia,” kata Sugeng kepada lintaskriminal.co.id, dikutip Sabtu (27/9/2025).

1. Pembentukan tim bukan sekadar simbol belaka

Ia memberikan contoh, Polri telah melakukanassessmentDari tingkat polsek, polres, hingga direktorat di Reserse. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah utama memang berada pada sumber daya manusia.

Selamat menilai sektor Reserse sebagai titik yang rentan sering memicu ketidakpercayaan masyarakat.

“Saya juga menyampaikan bahwa Reserse merupakan salah satu bidang pelayanan publik yang dilakukan oleh Polri, dan menjadi titik kelemahan karena sering menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat. Hal ini berkaitan dengan kinerja Reserse secara umum seperti manipulasi perkara, intimidasi, kekerasan, bias, serta hal-hal lainnya. Ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak,” katanya.

Bocoran Anggota Komite Reformasi Polri yang Dibentuk pada Bulan Oktober 2025

2. Resesre sebagai titik penilaian kinerja polri

Ia menekankan bahwa Reserse adalah wajah atau bentuk tampilan Polri. Menurutnya, banyak anggota belum memenuhi standar profesionalisme dan akuntabilitas, sehingga berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat.

Namun, Sugeng menganggap pembentukan Tim Akselerasi Transformasi Polri sebagai tindakan yang maju. Informasi yang ia dapatkan menyebutkan bahwa tim ini dibentuk guna menyusun konsep transformasi Polri yang akan disampaikan kepada Presiden serta tim reformasi yang dibentuk oleh Presiden.

“Diperoleh informasi bahwa Tim Akselerasi Transformasi Polri ini merupakan upaya Polri untuk proaktif, menyusun konsep transformasi Polri yang disampaikan kepada Presiden atau tim reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden. Jadi ini bukan bentuk perlawanan, bukan tidak patuh, atau terburu-buru,” ujar Sugeng.

3. Pertemuan umum menerima kritik yang tajam

Ia menambahkan, pertemuan diskusi tim tersebut diadakan secara terbuka dan mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak, termasuk aktivis hukum dan pengamat kepolisian.

“Jika saya tadi menghadiri rapat tersebut, menurut saya, paparan yang disampaikan benar-benar sangat menyeluruh. Bahkan, masukan-masukan dari pengamat kepolisian dan aktivis hukum sipil sangat tajam, dan hal itu diterima. Jadi menurut saya, ini merupakan langkah yang baik,” katanya.

Kerajaan: Komite Reformasi Polri yang Sementara, Bekerja Selama 6 Bulan