Jejak Digital Pembunuhan Wanita di Hotel Palembang, Tidak Akui Terlibat Open BO

by -63 Views

Ringkasan Berita:

  • Anti Puspita Sari, seorang wanita yang sedang mengandung, meninggal dunia setelah dibunuh oleh Febrianto di kamar hotel di Palembang.
  • Keduanya diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana BO yang menyebabkan kematian Anti.
  • Masa lalu Anti mengenai Open BO akhirnya terungkap
  • Ia pernah menyangkal terlibat dalam Open Bo
  • Ia menjelaskan penyangkalan tersebut di media sosial pribadinya

Lintaskriminal.co.id -, PALEMBANG– Fakta mengejutkan kembali terungkap mengenai kematian yang tidak terduga dari Anti Puspitasari (22), seorang perempuan muda yang sedang mengandung dan ditemukan meninggal di kamar Hotel Lendosis, Palembang, pada Sabtu (11/10/2025) lalu.

Setelah Febrianto (22) berhasil ditangkap oleh petugas gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang di Desa Sido Mulya Jalur 18 pada Rabu (15/10/2025) malam sekitar pukul 22.45 WIB, masa lalu Anti juga terungkap.

Ternyata tiga tahun sebelum kejadian buruk tersebut, nama dan foto Anti pernah dikaitkan dengan akun booking online (BO) yang beredar di media sosial.

Namun pada saat itu Anti dengan tegas menolak tuduhan tersebut.

Pada unggahan di akun Facebook miliknya yang berlangsung pada 19 Desember 2022, Anti sempat menyampaikan pernyataan bahwa foto dirinya digunakan tanpa tanggung jawab oleh pihak lain.

“Saya ingin klarifikasi, jika kalian membuka aplikasi Mi Chat dan menemukan akun dengan nama Sindy Permata Sari yang menggunakan foto saya, itu bukan saya. Karena saya tidak pernah menggunakan Mi Chat. Saya akan mengambil langkah hukum terkait hal ini. Jadi saya minta kalian jangan mudah percaya,” tulis Anti dalam unggahan tersebut.

Namun, tiga tahun kemudian, kenyataan yang menyakitkan terungkap.

Dikabarkan Anti terlibat dalam kegiatan open BO melalui media sosial sebelum akhirnya meninggal dunia setelah diserang oleh Febrianto, yang juga merupakan pelanggannya.

Febrianto mengakui kepada penyidik bahwa ia mengenal Anti melalui media sosial open BO.

Keduanya pernah berkomunikasi dan sepakat untuk bertemu di Hotel Lendosis pada Jumat (10/10/2025).

Di awal kesepakatan, Febrianto menyebutkan bahwa tarif yang disetujui sebesar Rp300 ribu untuk dua kali pertemuan.

Namun setelah sekali pertemuan, Anti dikabarkan menolak permintaan kedua Febrianto.

Dari sana, pelaku mengakui emosinya hingga nekat membunuh korban dengan cara menutupi wajahnya menggunakan pakaian.

“Saya dari belakang, saya diamkan dengan pakaian korban. Lalu dia tidak bisa berbicara, saya ikat. Dia masih bergerak,” ujar Febrianto di hadapan penyidik.

“Saya baru saja berhubungan badan, lalu langsung pergi ke rumah menggunakan motor korban,” tambahnya.

Kamera pengawas hotel menunjukkan keduanya melakukan check in sekitar pukul 16.00 WIB dengan menggunakan identitas Febrianto. Sekitar dua jam setelahnya, Febrianto terlihat keluar sendirian dari kamar tersebut.

Keesokan harinya, petugas hotel yang akan melakukan pemeriksaan menemukan Anti sudah meninggal.

Sementara itu, suami korban, Adi Rosadi, mengatakan tidak mengenal wajah pria yang terekam dalam kamera pengawas di hotel tersebut.

“Saya tidak mengenal pria tersebut, pak,” kata Adi saat diminta untuk memberikan keterangan.

Adi juga mengakui bahwa ia tidak pernah merasakan firasat buruk sebelum kejadian tersebut. Bahkan, sejak malam pertama kematian istrinya, ia tidak pernah bermimpi tentang istrinya.

“Tidak ada tanda-tanda, Pak. Apalagi saya tidak pernah mengalaminya dalam mimpi, mulai dari malam pertama hingga semalam,” katanya dengan lembut.

Adi menuturkan, pada hari terakhir mereka bertemu, wajah Anti terlihat berbeda dan tampak lelah, meskipun ia tidak menduga bahwa itu adalah pertemuan terakhir mereka.

“Biasanya istri saya ceria, tetapi pada saat itu terlihat berbeda. Dia juga terlihat lemah sepanjang hari, hingga akhirnya mengantarkan saya ke tempat kerja,” kenang Adi sambil berusaha menahan perasaannya.