Kapolda Ajak Ojol Jadi Cepu, Dapat Rp500 Ribu per Video

by -143 Views

Lintaskriminal.co.id -, JAKARTA —Sekarang ini, pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta memiliki fungsi yang lebih dari sekadar mengantarkan penumpang.

Mereka juga diundang untuk menjadi “mata dan telinga” polisi di jalanan Jakarta, dengan insentif khusus yang diberikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengungkapkan, Kapolda menyediakan bonus sebesar Rp 500 ribu untuk pengemudi ojol yang bertindak sebagai informan atau “cepu” bagi pihak kepolisian.

Mereka menjalankan tugas dengan merekam kejadian kejahatan di jalan dan menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

“Bapak Kapolda menyampaikan bahwa jika teman-teman ojol di jalan merekam pelaku kejahatan, kemudian melaporkannya kepada pembina ojol di polsek atau polres, maka akan mendapatkan bonus sebesar Rp 500 ribu,” ujar Dekananto saat acara di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Meski menyediakan bonus, Dekananto mengingatkan agar insentif tersebut tidak digunakan secara sembarangan.

“Jangan sampai ada yang berpura-pura memerintahkan temannya melakukan tindak kriminal hanya untuk direkam, lalu dilaporkan agar mendapatkan uang sebesar Rp 500 ribu. Hal itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pemberian bonus bukan tujuan utama, melainkan sebagai bentuk dorongan semangat bagi para pengemudi ojek online yang hampir 24 jam berada di jalan.

“Ini hanyalah motivasi dari Bapak Kapolda. Saya percaya, ke depan, tanpa adanya insentif, rekan-rekan ojol tetap akan memberikan informasi karena ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” kata Dekananto.

Menurut Dekananto, partisipasi masyarakat, termasuk komunitas ojol, sangat diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Bukan berarti Polri tidak mampu, tetapi kami ingin melibatkan warga masyarakat. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir meluncurkan komunitas Ojol Kamtibmas, sebagai wadah kerja sama antara polisi dengan pengemudi ojek online di Jakarta.

Acara ini juga dihadiri peresmian Gerai Rakyat Mart di Stasiun Juanda, yang berfungsi sebagai posko serta pusat kegiatan ojol.

Gerai ini menawarkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan berfungsi sebagai pusat koordinasi ojek online untuk memperkuat keamanan lingkungan bersama pihak kepolisian.

Melalui inisiatif ini, polisi berharap para pengemudi ojek online dapat turut serta dalam menjaga ketertiban di ibu kota, sekaligus menerima apresiasi atas kontribusi mereka di jalan-jalan Jakarta.

 

Artikel ini telah diterbitkan di 10drama.com