Kapolres Lumajang Bantah UNEJ: Lokasi KKN Aman, Masalahnya Mahasiswa Kurang Sopan

by -144 Views

LUMAJANG, 10drama.com– Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyangkal bahwa lokasi kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Alun-alun Lumajang memiliki risiko yang dapat menyebabkan motor mahasiswa hilang.

Sebelumnya, Ketua Divisi KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Agustin Wulan Suci mengungkapkan, tempat tinggal 11 mahasiswa KKN UNEJ di Balai Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, memiliki area belakang yang mirip dengan hutan.

Sehingga, ada risiko terjadinya pencurian kendaraan bermotor seperti yang dialami oleh mahasiswa KKN.

Selain itu, Agustin juga menyatakan, selama KKN, mahasiswanya memiliki hubungan yang baik dengan penduduk setempat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyangkal adanya hasil penyelidikan terhadap pelaku, diketahui motif mencuri motor mahasiswa KKN karena rasa tidak puas.

Rasa sakit hati yang terjadi karena mahasiswa KKN dianggap tidak santun dan enggan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

“Saya mohon maaf harus menyampaikan hal ini, keterangan tersangka terkait tindakan pencurian dilakukan karena kekecewaan,” ujar Alex di Mapolres Lumajang, akhir pekan lalu.

Alex menjelaskan, program KKN di Desa Alun-alun bukanlah yang pertama kali dilaksanakan.

Menurutnya, desa tersebut pernah menjadi tempat KKN beberapa kali. Selama masa itu, tidak pernah terjadi tindak pencurian.

Maka, Alex memastikan bahwa lokasi KKN di Desa Alun-alun sebenarnya aman.

“Informasi yang kami peroleh ternyata Desa Alun-alun sering menjadi lokasi KKN, tetapi selalu aman karena mahasiswa bersikap terbuka, namun kini keadaannya berbeda, sehingga tersangka merasa dendam,” ujar Alex.

Namun demikian, Alex mengakui bahwa tersangka Saman pernah beberapa kali melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor.

Namun, tindakannya tidak pernah dilaporkan kepada pihak berwajib karena sepeda motor yang dicurinya biasanya tidak memiliki dokumen-dokumen. Akibatnya, korban enggan melaporkan kejadian tersebut.

“Memang tersangka ini pernah beberapa kali melakukan pencurian motor, tetapi belum pernah dilaporkan. Setelah kami selidiki, ternyata kendaraan yang dicuri selama ini tidak memiliki dokumen lengkap,” ujarnya.

Sebelumnya, kejahatan pencurian terhadap kendaraan bermotor milik mahasiswa KKN di Lumajang terjadi sebanyak dua kali dalam jangka waktu tiga hari saja, yaitu di Kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso dan Rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh.

Empat buah sepeda motor raib. Tiga di antaranya adalah milik para mahasiswa Universitas Jember.

Sementara itu, yang lainnya adalah milik mahasiswa Universitas Islam KH. Achmad Shidiq (UIN KHAS) Jember.

Akibat peristiwa tersebut, delapan universitas peserta KKN kolaboratif di Lumajang mengirim kembali 1.328 mahasiswanya meskipun KKN belum selesai.