Kecelakaan Maut di Wado: Elf Terbang, Suara Keras dan Jeritan Menggemparkan Warga

by -77 Views

KABAR-PRIANGAN.COM– Kecelakaan mematikan kembali terjadi di jalur berbahaya, Jalan Raya Wado–Malangbong, Kabupaten Sumedang. Kali ini, kecelakaan mematikan tersebut menimpa rombongan peziarah dari Kabupaten Majalengka di area Tanjakan Coet yang tidak jauh dari Tanjakan Cae, tepatnya di RT 02 RW 06, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, pada Sabtu, 1 November 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

Bus elf dengan nomor polisi E 7566 KC yang membawa sekitar 20 penumpang diduga kehilangan kendali saat melewati jalur menurun yang berkelok.

Kemudian kendaraan tersebut menabrak dinding penahan tanah milik penduduk dan terbalik.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi yang berada di lokasi, sebelum menabrak dinding, mobil elf terlihat goyah dan sulit dikendalikan. Bahkan, menurut penduduk setempat, kendaraan tersebut sempat terangkat ke udara sebelum akhirnya membentur saluran air dan dinding penahan tanah.

“Sepertinya mobil melenceng dan terlempar karena tidak bisa dikendalikan. Mobil juga menabrak saluran pembuangan yang sedang diperbaiki sebelum akhirnya membentur dinding,” kata Elon, tokoh masyarakat yang juga mantan kepala dusun, saat diwawancarai di lokasi kejadian, Minggu, 2 November 2025.

Elon menambahkan, penduduk sekitar juga sempat terkejut oleh suara benturan keras yang terdengar hingga jarak lebih dari 100 meter.

“Warga langsung berbondong-bondong ke lokasi setelah mendengar suara keras. Ternyata suara itu berasal dari kecelakaan tersebut,” katanya.

Saat tiba di tempat kejadian, penduduk masih enggan mendekat karena kondisi mobil telah terbalik dan banyak korban tergeletak dengan luka yang sangat parah.

“Ketika petugas tiba, kami segera membantu menyelamatkan korban ke halaman rumah warga yang berdekatan dengan lokasi,” tambah Elon.

Jeritan Korban

Warga lainnya, Idah (55), menyatakan bahwa ia mendengar suara benturan keras di depan rumahnya, disertai teriakan para korban.

“Secara kebetulan lokasinya tepat di depan rumah saya. Ketika terdengar benturan, saya keluar. Namun karena kaget dan gelap, saya tidak bisa melakukan apa-apa,” katanya.

Berdasarkan informasi dari warga lain, rombongan peziarah menggunakan dua mobil, tetapi hanya satu yang mengalami kecelakaan. “Ada dua mobil, yaitu merah dan hitam. Yang tertabrak adalah yang berwarna merah,” ujarnya.

Petugas polisi bersama masyarakat segera melakukan evakuasi terhadap korban dan kendaraan. Proses penanganan di lokasi berlangsung hingga sekitar pukul 00.00 WIB.