Kekurang Wajar Temuan Jasad Brigadir Esco, Warga Tak Merasakan Bau Busuk

by -246 Views

Lintaskriminal.co.id -, Lombok Barat– Penemuan jenazah Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polsek Sekotong, Lombok Barat menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat.

Salah satunya adalah tidak adanya bau tengik meskipun Brigadir Esco telah meninggal beberapa hari. Hal ini terlihat dari jasad korban yang sudah membengkak dan hampir tidak dapat dikenali.

Jenazah Brigadir Esco ditemukan dalam keadaan terikat tali di lehernya di taman dekat tempat tinggalnya.

Kecamatan Sekotong terletak di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Daerah ini memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan. Sekotong berada di sisi barat daya Pulau Lombok. Wilayah ini ditandai oleh dataran tinggi, teluk, serta pantai yang menarik.

Keunggulan utama Sekotong berada di bidang pariwisata. Terdapat banyak pantai serta deretan pulau-pulau kecil (gili) yang masih alami dan tidak terlalu ramai dibandingkan gili di wilayah utara Lombok. Beberapa gili yang populer antara lain, Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis, serta Gili Gede.

Selain kepariwisataan, penduduk Sekotong juga terlibat dalam sektor perikanan dan pertanian. Pemerintah setempat menilai Sekotong sebagai wilayah penting untuk pengembangan ke depan Kabupaten Lombok Barat.

“Tidak ada bau busuk itu, baunya muncul saat (jasad Brigadir Esco) ditemukan, kemarin tidak ada, apalagi ini (TKP) dekat rumah,” kata Anisah, warga yang tinggal sekitar 10 meter dari lokasi penemuan jasad, Senin (25/8/2025), seperti dilaporkan.Lintaskriminal.co.id – dari TribunLombok.com.

Anisah, yang tinggal sendirian karena suaminya sedang bekerja di Sumbawa, juga tidak mendengar suara aneh sebelumnya. Padahal, tempat jasad ditemukan berada tepat di belakang rumahnya.

Tidak adanya bau busuk maupun gejala lain membuat masyarakat mencurigai, kematian Brigadir Esco tidak disebabkan oleh bunuh diri sebagaimana laporan yang beredar.

“Jika ada bau pasti kita curiga, tapi ini sama sekali tidak ada, apalagi katanya sudah membusuk,” katanya.

Menurut Anisah, taman di mana jenazah ditemukan jarang dikunjungi oleh warga karena merupakan lahan milik pribadi dari penduduk luar desa.

Ia menyampaikan, selama ini ia tidak pernah berhubungan langsung dengan almarhum Brigadir Esco.

“Figur almarhum ini tidak pernah saya ajak berinteraksi, karena memang saya juga jarang keluar, saya tidak mengenalnya, dia jarang ada di rumah, setiap hari ia hanya pergi piket,” tambahnya.

Kekurangnormalan juga diungkapkan oleh keluarga korban, termasuk mertua Brigadir Esco, H. Saiun, yang menjadi orang pertama yang menemukan jenazah menantunya.

Saiun menjelaskan, posisi korban yang diikat tali tidak menggantung dari atas ke bawah, melainkan dari samping dengan kondisi tergantung pada pohon yang cukup kecil.

“Masyarakat di sini tidak ada yang percaya dia meninggal karena gantung diri, apalagi ketika saya pertama kali menemukannya, tali yang menggantung lehernya itu longgar, dan juga posisinya dia terlentang miring,” kata Saiun.

Saiun juga menyatakan bahwa selama ini menantunya dianggap sebagai sosok yang baik, tidak memiliki masalah dengan masyarakat maupun keluarganya.

Brigadir Esco dilaporkan menghilang sejak 19 Agustus 2025. Keluarga berusaha mencarinya, bahkan sampai meminta bantuan dukun.

Saya bersama istrinya juga pernah mencari keberadaannya (Brigadir Esco), hingga kami sempat menggunakan dukun, tetapi tetap tidak menemukannya,

ungkapnya.

Ia bahkan mengakui sedih karena cucunya, putra kedua Brigadir Esco, terus-menerus bertanya tentang keberadaan ayahnya.

“Sedih rasanya ketika anak paling kecil bertanya, di mana Bapak? Saya rindu Bapak? Saat itu saya langsung mengirim pesan melalui WA, tanyakan di mana kamu, kapan pulang, sembari berharap dia bisa terbuka kepada saya,” katanya.

Namun, pesan itu tidak pernah mendapat respons. Status pesan hanya menunjukkan tanda centang satu, yang berarti pesan belum pernah diterima oleh ponsel korban.

Berita selanjutnya Keraguan Keluarga Saturi Melihat Rumah Gelap, Ternyata Kakek Sudah Meninggal