Ketidaknyamanan Istri Soal CCTV, Teman Lama Bocorkan Obrolan Keluarga Kepala Cabang Bank BUMN

by -193 Views

Lintaskriminal.co.id –– Teman lama almarhum Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BUMN yang tewas diculik dan dibunuh, mengungkap isi percakapan keluarga almarhum.

Ternyata istri korban merasa kaget dengan rekaman CCTV yang menangkap detik-detik kejadian penculikan di sebuah area parkir di Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh teman lama korban, Farid, yang mengenal korban sejak masa kuliah di Universitas Jenderal Sudirman, Surakarta.

Farid juga merupakan rekan kerja saat keduanya bekerja sebagai penyiar radio saat kuliah.

Ia menjelaskan bahwa memang terjadi sebuah percakapan dengan keluarga mengenai CCTV.

Khususnya percakapan dari istri almarhum Mohamad Ilham Pradipta.

Saat berbicara dengan istrinya, Ibu Pita, Mbak Pita, terjadi percakapan,” ujar Farid dilansir dari Youtube Nusantara TV, Senin (25/8/2025).

Istri dari almarhum, menurut Farid, menyatakan kekagetan dalam hatinya saat melihat rekaman CCTV.

Ternyata, rasa kaget juga dirasakan oleh Farid sendiri sebagai teman lama sejak masa kuliah.

Mbak Pita saat melihat CCTV di pusat perbelanjaan itu berkata dalam hati, ‘Ayah, mengapa tidak melawan?’, demikian katanya.

“Dan itu juga merupakan hal yang saya pikirkan. Mengapa tidak melawannya saja?” tambah Farid.

Hal itu, menurutnya, terasa aneh karena sebenarnya almarhum Kepala Cabang Bank BUMN tersebut memiliki pengetahuan dalam bela diri.

Itu sudah diketahui oleh Farid sejak almarhum masih kuliah.

Bahkan almarhum pernah menjabat sebagai ketua organisasi bela diri di kampus pada masa itu.

“Karena yang kami ketahui memang almarhum adalah seorang ahli, sikapnya penuh keberanian, guru kempo, dan ketua kempo di kampus. Jadi percakapan dengan keluarga itu yang saya ingat,” ujar Farid.

“Ya, hanya bisa berangan-angan. Memang, berangan-angan saja yang bisa dilakukan seperti itu. Karena kami tahu dasarnya adalah dia seorang guru kempo di kampus,” tambahnya.

Janji Lima Hari Sebelum Peristiwa

Farid menyatakan bahwa lima hari sebelum peristiwa mengerikan, Almarhum Ilham bersama temannya pernah merencanakan pertemuan kecil-kecilan.

Karena setelah lulus dari kampus, mereka jarang bertemu.

Bahkan Farid mengakui bahwa terakhir kali bertemu dengan orang yang telah meninggal itu sekitar tujuh tahun lalu.

Sekarang musim padel, kami merencanakan semua teman-teman bertemu lima hari sebelum kejadian. Komunikasi terakhir berisi ‘ayo ketemu’ seperti itu. Almarhum berkata ‘ayo ketemu’. kata Farid.

“Ya, kami terakhir kali bertemu tujuh tahun yang lalu,” tambah Farid.

Karena semua orang sudah memiliki kesibukan masing-masing.

Apalagi almarhum yang sering kali berganti-ganti tempat kerja dalam pekerjaannya.

“Almarhum sering berpindah tempat kerja, jadi memang sulit untuk bertemu,” kata Farid.

Perbincangan Keluarga Mengenai Dalang Pembunuhan

Mengenai pembicaraan pelaku di balik kasus ini, menurut Farid, keluarga hanya meminta agar kasus tersebut ditangani dengan baik.

Istri janda berharap agar pelakunya benar-benar mendapat hukuman.

“Jika di antara teman-teman dan keluarga kami hanya mampu berdoa untuk almarhum, serta istri almarhum menyampaikan pesan agar kasus ini terus dipantau agar pelakunya benar-benar mendapatkan hukuman,” katanya.

“Dan juga berterima kasih atas doa baiknya untuk almarhum dan keluarga dari semua yang peduli dengan hal ini,” katanya.

Dalang Pembunuhan Dibekuk

Pelaku utama dalam kasus penculikan yang diikuti pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta, seorang manajer cabang bank milik pemerintah di Jakarta Pusat akhirnya berhasil ditangkap.

Kemarin, polisi berhasil menangkap empat tersangka lain setelah sebelumnya menangkap empat pelaku.

Empat tersangka yang baru ditangkap diketahui menjadi pemain utama, dan diperkirakan termasuk dalang atau otak dari tindakan tersebut.

“Benar (mereka adalah aktor intelektual),” ujar Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Minggu (24/8/2025), dilansir dari WartaKotalive.com.

“Berbeda dengan empat orang yang ditangkap kemarin,” lanjut Abdul Rahim.

Empat pelaku utama penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank milik BUMN tersebut diketahui memiliki inisial C, DH, YJ, dan AA.

Para pelaku dengan inisial DH, YJ, dan AA ditangkap pada hari Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB malam di kawasan Solo, Jawa Tengah.

Sementara tersangka dengan inisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada hari Minggu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB sore.

Baru-baru ini terungkap salah satu pelaku utama pembunuhan ini dengan inisial DH adalah seorang pengusaha kaya bernama Dwi Hartono.

Penangkapan empat tokoh utama ini diikuti oleh empat pelaku penculikan sebelumnya dengan inisial RW, AT, RS, dan RAH yang telah lebih dahulu ditangkap.

Pemerkosaan terhadap kepala cabang bank BUMN ini terjadi pada 20 Agustus 2025 di area parkir sebuah supermarket di wilayah Jakarta Timur.

Kemudian pada 21 Agustus 2025, pagi hari berikutnya, korban ditemukan dalam keadaan meninggal di lahan kosong di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi dengan kondisi yang menyedihkan, mata, tangan, dan kakinya terikat lakban, serta tubuh penuh luka memar.

Baca berita Tribunnews Bogor lainnya diGoogle News

Ikuti channel Tribunnews Bogor di WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t