Lintaskriminal.co.id –Tokoh Irjen Pol Hendro Pandowo menjadi perhatian setelah namanya masuk dalam daftar pejabat Polri yang akan dipindahkan.
Irjen Pol Hendro Pandowo, Kepala Polda Bangka Belitung, termasuk salah satu perwira tinggi Polri yang mengalami perpindahan jabatan sesuai dengan TR Kapolri terbaru bulan September 2025.
Dalam Surat Telegram Kepala Polisi Republik Indonesia Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 yang ditandatangani pada 24 September 2025, Irjen Pol Hendro Pandowo dipindahkan ke Bareskrim Polri.
Selanjutnya, posisi Kapolda Bangka Belitung kini dijabat oleh Viktor Theodorus Sihombing, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum Polri (Kadivkum Polri).
Selama menjabat, tokoh Irjen Hendro Pandowo mendapat perhatian.
Hal ini lantaran pejabat Polri yang pernah viral karena punya tanda tangan unik.
Tanda tangan Irjen Hendro Pandowo dilengkapi dengan emoji senyum.
Hendro juga menceritakan bahwa itu memang ciri khas yang dimilikinya.
“Itu memang tanda tangan asli saya, (dilengkapi) emoji senyum itu sebagai wujud kebahagiaan,” ujar Hendro saat dihubungi, Rabu (23/4/2025) dilaporkan dari 10drama.com.
Tanda tangan tersebut ditandatangani oleh Irjen Hendro pada prasasti peresmian sumur bor di Pondok Pesantren Syaikhona Kolil, Batu Belubang, Bangka Tengah pada hari Kamis (17/4/2025).
Video penandatanganan prasasti yang menampilkan sesuatu yang menarik pertama kali diunggah oleh akun Humas Polda Babel dan telah ditonton sebanyak 3,1 juta kali, dengan lebih dari 80.000 respons positif serta puluhan ribu kali dibagikan ke berbagai media sosial.
Kepada wartawan, Irjen Hendro Panwodo mengaku saat menandatangi prasasti itu sedang merasa senang dan bahagia.
“Karena saya senang sebelum saya menandatangani, saya memberikan emoji asli saya dan baru kemudian saya menandatangani,” kata Irjen Pol Hendro Pandowo kepada awak media di Mapolda Babel, Rabu (30/4/2025) sore.
Terdapat empat sumur bor yang diresmikan.
Di antaranya berada di Desa Batu Belubang, Desa Merawang, Padang Baru, dan terakhir di Pondok Pesantren Syaikhona Kholi Dua Taib.
Semua prasasti itu menggunakan emoji senyum sebagai tanda tangan.
“Peresmian sumur ada empat, cek saja prasastinya dan itu ditanyakan oleh Pak Dir Lantas, lalu saya jawab agar lebih ikonik karena sebelumnya sudah,” katanya.
Irjen Hendro mengakui bahwa tanda tangannya memang selalu demikian sejak dulu.
Anehnya, ekspresinya akan berubah menjadi sedih ketika ia merasa sedih.
“Kemarin ada seorang jurnalis dari Purwakarta bernama Tetik Elsinta, dulu bapaknya selalu menandatangani itu, jika senang emosinya bahagia tapi jika sedih emosinya menangis,” kata Irjen Pol Hendro.
Profil Irjen Hendro Pandowo
Irjen Hendro Pandowo, Kapolda Babel yang lulusan Akpol 1990, akan dipindahkan ke Bareskrim pada bulan September 2025.
Ia menjadi viral karena tanda tangannya yang berbeda.
Hendro Pandowo lahir di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada tanggal 12 Januari 1969.
Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, seangkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain pendidikan dasar kepolisian, Hendro juga menempuh studi di PTIK (1998), Sespim (2007), serta Lemhannas (2016).
Ia melengkapi karier dengan berbagai pelatihan profesional, termasuk Pendidikan Reserse (1998), Pendidikan Bahasa Inggris (2001), dan Pendidikan Tindak Pidana Korupsi (2004).
Jalur Karier Irjen Hendro Pandowo
Sejak awal tugasnya, Hendro aktif bergerak di bidang penyelidikan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Purwakarta, Kepala Kepolisian Resor Bandung, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, hingga Kepala Kepolisian Resort Bandung.
Karirnya terus berkembang setelah diamanahkan sebagai Karoprovos Divpropam Polri (2018), kemudian menjabat Wakapolda Metro Jaya (2020).
Pada bulan Maret 2023, ia secara resmi menjabat sebagai Inspektur Jenderal Polisi dan menjadi Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri, sebelum akhirnya dipindahkan sebagai Kapolda Bangka Belitung (2024–2025).
Kasus yang Pernah Ditangani Irjen Hendro Pandowo
Hendro Pandowo terkenal tidak ragu-ragu turun langsung ke lapangan.
Beberapa kasus besar yang pernah ia tangani antara lain:
- Tim Anti-Mafia Sepak Bola (2018–2019): Hendro bersama rekan tim berhasil mengungkap tindakan kotor yang terjadi dalam sepak bola nasional.
- Bom Thamrin (2016): terlibat dalam menangani serangan bom bunuh diri di Jakarta Pusat.
- Serangan Bom Bandung (2017): Hendro secara langsung memimpin penggerebekan tanpa menggunakan rompi anti peluru, hanya membawa senjata revolver, dan terlibat pertukaran tembakan dengan tersangka.
- Peristiwa narkoba dan penggerebekan FPI di Petamburan (2014): Hendro turut mengendalikan operasi di lapangan.
Kehidupan Pribadi Irjen Hendro Pandowo
Hendro Pandowo memiliki pasangan bernama Novi Kusnovianti dan beragama Islam.
Pasangan ini memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan.
Putra dan putri Hendro serta Novi bernama Ryan Kushervian Rasyid, Raynaldi Kusheriadi, dan Aurellia Vania Arvianti.
Anak pertama mereka, Ryan, kini menjalani karier sebagai perwira muda di Polri.
Meski kini tidak lagi menjabat sebagai Kapolda Babel, jalannya karier Irjen Hendro Pandowo di Bareskrim Polri masih dinantikan kontribusinya terhadap lembaga dan masyarakat.
Kekayaan Irjen Hendro Pandowo
Berdasarkan laporan LHKPN yang dirilis oleh posbelitung.co, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat bahwa Hendro Pandowo memiliki kekayaan senilai Rp9,4 miliar.
LHKPN disampaikannya ketika ia menjabat sebagai Sahlisosbud Kapolri pada 7 Juni 2023.
Angka tersebut berbeda dengan laporan yang diajukannya saat masih menjabat sebagai Kapolrestabes Bandung pada tahun 2017/2018.
Dalam laporan LHKPN tahun 2017, Hendro Pandowo memiliki kekayaan sebesar Rp20,9 miliar.
Terjadi perubahan nilai, yaitu penurunan sebesar Rp11,4 miliar pada aset tanah dan bangunan yang dimiliki Hendro Pandowo.
Tidak hanya mengalami pengurangan harta dalam bentuk aset, Hendro Pandowo dalam LHKPN hanya memiliki uang tunai atau setara kas sebesar Rp10 juta.
Berikut LHKPN Hendro Pandowo yang diambil dari laporan LHKPN yang disampaikan ke KPK, seperti dikutip oleh posbelitung.co.
A. Tanah serta Bangunan : Rp. 8.889.700.000
1. Tanah dan Bangunan dengan Luas 425 m2/250 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , Hasil Sendiri Rp. 1.912.500.000
2. Tanah seluas 762 meter persegi di Kabupaten/Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri sebesar Rp 3.670.000.000
3. Lahan seluas 689 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, hasil sendiri seharga Rp 3.307.200.000
B. Alat Transportasi dan Mesin : Rp 600.000.000
1. Mobil, Honda Jazz Tahun 2021, Hasil Sendiri Harga Rp 200.000.000
2. Mobil, Toyota Innova Venturer 2.0 Tahun 2022, Hasil Sendiri Rp 400.000.000
C. Aset Lainnya Rp. —-
D. Surat Berharga Rp. —-
E. Kas dan Setara Kas Rp 10.000.000
F. Harta LainnyaRp. —-
Sub Total Rp 9.499.700.000
III. Hutang Rp. —-
IV. JUMLAH KEKAYAAN (II-III) Rp 9.499.700.000
Alasan Berhenti Berkendara untuk Sopir Ojek Online
Sebelum melakukan serah terima jabatan (sertijab), Irjen Pol Hendro Pandowo lebih dahulu berpamitan kepada para pengemudi ojek online (Ojol) yang berada di Pangkalpinang.
Tidak tanpa alasan, ia secara sengaja mengadakan pertemuan dengan pengemudi ojek online sebelum pindah ke Markas Besar Polri.
Mengenakan jaket ojol yang dipadukan dengan kaus berwarna putih, Irjen Pol Hendro Pandowo bertemu dengan pengemudi ojek online (ojol) di Warunk Milenial, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu (27/9/2025) malam.
Kehangatan dan keakraban terlihat dari Irjen Pol Hendro Pandowo saat berinteraksi dengan para pengemudi ojol, tidak ada batas atau perbedaan antara Kapolda dengan para pengemudi ojol.
Saat berlangsungnya percakapan tersebut, Irjen Pol Hendro menyampaikan permintaan maaf kepada para pengemudi ojek online yang berada di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.
Di mana, ia akan segera melepaskan jabatannya sebagai Kapolda Babel dan digantikan oleh Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing yang sebelumnya menjabat Kadiv Hukum Polri.
“Pada awal saya menjabat sebagai Kapolda Babel, saya memiliki satu konsep bagaimana melakukan pendekatan terhadap seluruh komunitas yang ada di sini, salah satunya adalah rekan-rekan dari para pengemudi ojol,” kata Irjen Pol Hendro Pandowo.
Ia mengakui, sebelum berangkat ke Jakarta untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab), ia sempat bertemu dan berpamitan kepada para pengemudi ojek online di Pangkalpinang.
“Maka, jauh sebelum kejadian di Jakarta, kita sudah saling dekat dan sering bertemu dengan rekan-rekan semuanya,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Babel yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif.
“Sebagai manusia biasa, selama saya menjabat sekitar 14 bulan. Jika ada ucapan atau tindakan, sengaja atau tidak sengaja, maupun saat memimpin ada anggota saya yang melakukan kesalahan,” katanya.
Bahkan, Irjen Pol Hendro menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat jika terdapat kesalahan selama memimpin Polda Babel.
“Pada kesempatan malam ini dari hati yang paling tulus, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.
Terakhir, Irjen Pol Hendro meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik di Mabes Polri.
Mengenai perpindahan saya, saya mohon doa dan dukungannya. Semoga saya serta keluarga diberi kekuatan dan kesehatan, serta di tempat yang baru dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab, demikian harapannya.
Dahulu, tidak ragu-ragu berjabat tangan satu per satu kepada masyarakat hingga pemilik kafe yang dianggap sebagai teman dekat serta keluarganya saat berada di Provinsi Babel.
(Lintaskriminal.co.id -/Adi Saputra, TribunSumsel.com/10drama.com/ Tribun Network)
