KALIMANTAN BARAT, 10drama.com– Di bagian barat Kalimantan, yaitu di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, terdapat sebuah pos perbatasan yang langsung berhadapan dengan Malaysia.
Di pos tersebut, Letnan Dua (Letda) Arm Mohamad Nur Pratama (23) telah dua bulan menjalani tanggung jawabnya dalam menjaga kedaulatan negara.
Tugas yang dilakukan tidak hanya sekadar mengawasi batas wilayah, tetapi juga menghadapi perubahan dalam kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan. Banyak di antara mereka masih memiliki ikatan keluarga dengan penduduk di Malaysia.
“Sebenarnya negara kita dan Malaysia sangat dekat, bahkan banyak warga Temajuk yang memiliki hubungan keluarga dengan penduduk di seberang,” ujar Nur saat diwawancarai 10drama.com di pintu masuk Gerbang perbatasan, Minggu (17/8/2025).
Meskipun hubungan keluarga sangat dekat, aturan negara tetap diterapkan dengan ketat. Ia menegaskan, tidak ada akses bebas masuk dan keluar antara Temajuk dan Malaysia karena belum ada pos pemeriksaan perbatasan resmi (PLBN).
“Kami sangat menentang dengan tegas perpindahan barang atau orang, baik dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya. Maka masyarakat hanya diperbolehkan sampai batas pagar saja,” kata Nur.
Menurut Nur, momen Hari Raya Idul Fitri sering dimanfaatkan oleh warga perbatasan untuk bertemu dengan anggota keluarga mereka di Negeri Jiran.
“Biasanya berjumpa di dekat pagar, hanya sekadar saling menyapa atau bertukar informasi,” katanya.
Jalur “tikus”
Selain mengawasi pintu masuk resmi, tantangan lain yang dihadapi adalah jalur-jalur semak yang sering dimanfaatkan untuk masuk-keluar secara ilegal.
“Terdapat jalur-jalur yang tidak mungkin kita jaga sepenuhnya, hal ini yang telah kita persiapkan bersama. Umumnya, sebagian besar kegiatan terjadi di malam hari,” kata Nur.
Untuk mengatasi masalah tersebut, TNI sering bekerja sama dengan pasukan pengawal perbatasan Malaysia.
Komunikasi antarpos perbatasan dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran batas yang dapat mengancam keamanan kedua negara.
“Jika ada warga yang berusaha membawa barang yang dilarang, biasanya langsung ditangani dan dilaporkan kepada kami,” katanya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan perbatasan bukan hanya menjadi tanggung jawab militer, tetapi juga melibatkan diplomasi dan kerja sama antar negara.
“Kita sama-sama menjaga wilayah masing-masing agar tetap aman,” ujar Nur.
Destinasi wisata
Menariknya, batas wilayah di Temajuk kini juga menjadi objek wisata. Penduduk dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang dari Jakarta, sering mampir hanya untuk berfoto di titik nol kilometer perbatasan negara.
“Kapan saja bisa ramai, biasanya datang satu keluarga untuk berfoto,” katanya.
Namun, berbeda dengan penduduk Indonesia, penduduk Malaysia seringkali tidak memilih titik perbatasan ini sebagai tujuan liburan.
“Jika dari warga Malaysia, tampaknya tidak tertarik,” katanya.
Meskipun demikian, kehadiran para wisatawan membuat Temajuk semakin terkenal. Nur menganggap hal ini justru memberikan nuansa baru di pos yang sehari-hari dikenal dengan tugas militer.
“Secara umum, interaksi dengan para wisatawan masih aman, tidak ada kendala,” tambahnya.
Rasa senang dan sedih dalam menjaga batas wilayah negara
Nur mengakui tidak memiliki banyak keluhan selama menjalankan tugas, meskipun fasilitas di pos perbatasan terbatas.
Pengamatan 10drama.com, selain kondisi jalan di perbatasan yang hanya berupa tanah merah dan belum dikeraskan. Pos penjaga juga terlihat sederhana dengan bangunan yang umumnya terbuat dari kayu dan dicat hijau.
“Kebahagiaan dan kesedihan mungkin hanya terkait dengan kondisi tempat yang tidak memadai. Namun kami bekerja dengan sepenuh hati, karena Satgas harus menjaga wilayah dengan profesional,” ujar Nur.
Bagi dia, menjaga perbatasan bukan hanya tugas, tetapi panggilan untuk mempertahankan martabat bangsa.
“Kami di sini tidak hanya menjaga batas wilayah, tetapi juga memastikan penduduk di daerah perbatasan merasa aman,” katanya.
Pada akhir diskusi, Nur mengingatkan warga di kedua negara untuk mematuhi peraturan terkait perlintasan batas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan antarnegara. Lengkapi dokumen jika ada keperluan resmi, jangan menggunakan jalur ilegal,” kata dia.
Dengan demikian, hubungan harmonis antara penduduk perbatasan tetap terjaga tanpa mengorbankan kedaulatan negara.
“Kita harus menjaga bersama agar perbatasan ini tetap aman, damai, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Kunjungan ke wilayah perbatasan ini dilakukan melalui kolaborasi antara redaksi 10drama.com dan Badan Nasional Pembangunan Perbatasan (BNPP).
Selain di perbatasan Aruk, kegiatan serupa juga dilakukan di perbatasan Motaain dan perbatasan Motamasin.
Anda bisa mengikuti kisah perjalanan kami serta liputan perayaan hari ulang tahun Indonesia dalam topik pilihan.HUT ke-80 RI 2025.
