Kronologi Kurir Dibacok Pelanggan di Bekasi Karena Tidak Bayar Paket COD Rp30 Ribu

by -138 Views

Lintaskriminal.co.id – Onologi kurir dibacok oleh pelanggan menggunakan senjata tajam di Bekasi. Pelaku diketahui enggan membayar paket sebesar Rp30 ribu.

Seorang kurir pengiriman mengalami kejadian tidak menyenangkan saat mengantarkan paket menggunakan metode COD (Cash on Delivery) di Bekasi. Kurir bernama Irsyad D (22) ini menjadi korban pengeroyokan oleh seorang pria dengan inisial KC.

Selanjutnya, kejadian ini terjadi di Perumahan Harapan Jaya, Jalan Gunung Lauser, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada hari Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban sedang mengirimkan paket kepada pelaku KC dengan metode pembayaran COD.

Awalnya KC enggan membayar tagihan paket sebesar Rp30 ribu dengan sistem COD. Irsyad kemudian menawarkan pilihan pembayaran lain, yaitu melalui QRIS.

Awalnya saya mengantarkan paket ke rumah pelaku, kemudian pelaku meminta transfer. Saya setuju, tetapi menggunakan QRIS. Namun, pelaku tidak menerima, sementara saya membutuhkan uang saat itu untuk pembayaran,” kata Irsyad, dilansir dari 10drama.com.

Namun, KC tiba-tiba langsung marah. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah senjata tajam berupa mandau.

“Maka dia mengeluarkan pisau saat kita berkelahi, saya berkata pak saya butuhnya sekarang untuk setoran, lalu dia tidak menerima keluarin senjata tajam. Tidak tahu alasannya dia ingin membayar nanti, kenapa,” katanya.

Keduanya terlibat pergulatan yang menyebabkan korban mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena senjata tajam yang dibawa oleh pelaku. Mendengar keributan, anak KC keluar dari rumah dan menerima paket tersebut.

Luka pada tangan sebelah kanan, khususnya di bawah jempol, mengalami luka sobek dan luka gores di bagian perut sebelah kanan. Terdapat juga bentakan di area rahang kanan,” kata Irsyad.

“Ia menipuku dan mengusirku. Aku tidak ingin pergi karena paket belum dibayar. Akhirnya aku pergi ketika uang COD itu ditransfer oleh anaknya melalui QRIS, jadi bukan dia yang membayar,” lanjutnya.

Akibat perlakuan kekerasan tersebut, Irsyad mengalami berbagai luka di seluruh tubuhnya. Terdapat luka memar serta luka sobek yang diderita oleh korban.

 

“Leher saya terkena pukulan hingga memar, tangan kanan saya bagian jempol atas terluka akibat sabetan senjata tajam, perut saya juga mengalami luka gores,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, kronologi kurir yang ditusuk oleh pelanggan berikutnya adalah korban segera pergi ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan. Ia berharap pelaku dapat ditangkap dan dihukum sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya.

“Sudah membuat laporan ke polisi, juga sudah visum,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnol Rondonuwu memberikan pernyataannya. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami telah menerima laporan dan melakukan visum, selanjutnya terhadap tersangka pelaku akan kami ambil tindakan,” singkat Braiel.

Mengutip dari TribunSumsel.com, terdapat informasi terbaru yang menyebutkan bahwa KC juga pernah mencoba melakukan tindakan serupa terhadap kurir lain yang merupakan teman Irsyad. Pada kejadian tersebut, pelaku diduga hanya mengancam rekan korban dengan senjata tajam dan mengarahkannya ke bagian kepala.

“Pelaku ini diduga sudah dua kali melakukan hal yang sama. Yang pertama adalah teman saya. Perilakunya sama,” kata Irsyad.

Irsyad menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa temannya itu serupa dengan pengalamannya sendiri, yaitu dimulai dengan ketidakpuasan KC dalam melakukan pembayaran tagihan melalui sistem COD. Pelaku berhenti mengancam setelah pihak RT dan RW setempat berhasil menengahi masalah tersebut.

“Jika teman saya, parang diarahkan ke kepalanya. Di tempat tersebut ada RT dan RW. Namun, tidak ada luka. Akhirnya, anak dari KC yang membayar tagihan dengan jumlah Rp 70 ribu,” katanya. (*)