Kurir Paket Dianiaya di Bekasi: Teman Saya Juga Pernah Diserang

by -178 Views

BEKASI, 10drama.com– KC, pria yang diduga melakukan kekerasan terhadap ID (22), kurir di Bekasi, pernah disebut mengancamkan pisau kepada kurir lainnya saat diminta pembayaran paket dengan sistem COD.

“Sebelumnya teman saya juga mengalami hal yang sama, kejadian terjadi beberapa bulan lalu, kasusnya mirip yaitu dia tidak ingin mentransfer uang akhirnya dibebani, dia menjadi marah,” kata ID saat dihubungi 10drama.com, Sabtu (27/9/2025).

Namun pada saat itu, rekan ID berhasil diselamatkan oleh Ketua RT yang sedang berada di lokasi.

“Ketika itu sempat dihadapkan dengan senjata tajam, tetapi teman saya datang ke tempat tersebut ada RT, sehingga diselamatkan oleh Pak RT,” kata ID.

Namun, ketika ID ditodong dengan senjata oleh KC, keadaannya sedang sepi. Sehingga, ID terluka akibat bacokan mandau yang dibawa oleh pelaku.

Akibatnya, ID mengalami luka robek pada tangan dan perutnya akibat dianiaya oleh pelaku. Selain itu, rahang kanan ID juga terluka karena dipukul oleh KC.

Tidak terima dianiaya, ID akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan ID tercatat dengan nomor LP/B/2.401/IX/2025/SPKT. SAT RESKRIM/POLRES METRO BEKASI KOTA/PMJ.

“Saya melaporkan hari Jumat ke polres, sudah dilakukan visum, penyelidikan di tempat kejadian masih dalam operasi penangkapan tangan. Semoga pelaku mendapat hukuman yang adil,” kata dia.

Sebelumnya, seorang kurir dari perusahaan ekspedisi dengan inisial ID (22) diduga menjadi korban pembacokan oleh seseorang bernama KC saat sedang mengantarkan paket di Perumahan Harapan Jaya, Jalan Gunung Lauser, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tersebut dimulai ketika ID mengantarkan paket ke rumah KC. Setibanya di sana, KC meminta pembayaran sebesar Rp 30.000 untuk paket tersebut melalui transfer.

Awalnya saya mengantarkan paket ke rumah pelaku, kemudian pelaku meminta transfer. Saya setuju, tetapi menggunakan QRIS. Namun pelaku tidak menerima, sedangkan saya membutuhkan uang saat itu untuk setoran,” kata ID.

Akibat peristiwa tersebut, KC tiba-tiba masuk ke dalam rumah sambil membawa sebilah senjata tajam berupa mandau.

“Maka dia mengeluarkan pisau saat kita berkelahi, saya berkata pak saya butuhnya sekarang untuk setoran, lalu dia tidak menerima keluarin senjata tajam. Tidak tahu alasannya dia ingin membayar nanti, kenapa,” kata ID.

Keduanya terlibat dalam perkelahian. Akibatnya, ID mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya karena tertusuk mandau yang dibawa pelaku.

Luka pada tangan sebelah kanan, khususnya di bawah jempol, merupakan luka robek dan luka gores di bagian perut sebelah kanan. Terdapat pula benturan di area rahang kanan,” katanya.

Ketika mendengar pertengkaran itu, anak KC keluar dari rumah dan membayar paket tersebut.

“Ia menipuku dan mengusirku. Aku tidak ingin pergi karena paket belum dibayar. Akhirnya aku pergi ketika uang COD itu ditransfer oleh anaknya melalui QRIS, jadi bukan dia yang membayarnya,” kata ID.