Lintaskriminal.co.id –– SIDOARJO – Pondok pesantren atauPonpes Al Khozinydi Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur mendapat perhatian dari seluruh bangsa.
Itu disebabkan oleh musibah yang terjadi, yaitu satu bangunan roboh pada Senin (29/9) sore WIB.
Bangunan tiga lantai yang roboh. Lantai pertama difungsikan sebagai mushola.
Lihatlah foto tersebut, ini adalah Pondok Pesantren Al Khoziny dari ketinggian.
Sementara itu, crew JPNN Jatim melaporkan bahwa hingga Minggu (5/10) malam, jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 53 orang, termasuk lima bagian tubuh.
Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi Basarnas Emi Freezer menyampaikan bahwa pencarian korban dilakukan sejak dini hari hari Minggu hingga malam sekitar pukul 23.50 WIB.
Selama periode tersebut, tim berhasil menyelamatkan 27 korban, empat di antaranya merupakan bagian tubuh.
“Maka, hingga laporan terakhir, jumlah korban yang ditemukan mencapai 27 orang dengan empat bagian tubuh. Korban ditemukan di area A1, A2, A3, dan A4,” ujar Emi.
Jumlah total korban yang telah dievakuasi oleh Tim SAR mencapai 157 orang, terdiri dari 104 korban yang selamat dan 53 korban yang meninggal.
Emi menyebutkan hingga malam ini tim SAR masih terus melakukan proses evakuasi dan pembersihan puing-puing di sisi utara bangunan.
“Evakuasi masih terus berlangsung. Fokus pembersihan puing berada di sisi utara, pada area yang tidak terhubung dengan struktur utama,” kata Emi.(mcr12/jpnn)
