Masa Lalu Anti Puspitasari: Wanita Hamil Tewas di Hotel, Bantah Open BO: Itu Bukan Aku Ee

by -85 Views

Lintaskriminal.co.id –Anti Puspitasari (AP) (22) wanita yang sedang mengandung dan meninggal di Hotel Lendosis Palembang pada Sabtu (11/10/2025), ternyata pernah menyangkal melakukan Open BO melalui sebuah aplikasi.

Ia kesal karena ada akun michat yang menggunakan namanya dan memakai foto profilnya.

Namun, saat ini AP ditemukan meninggal dunia setelah melayani pelaku bernama Febrianto (22) dengan biaya Rp 300 ribu.

Setelah empat hari melarikan diri, petugas gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap tersangka di Desa Sido Mulya Jalur 18 pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 22.45 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Febrianto mengakui nekat membunuh Anti karena marah.

Ia merasa korban melanggar kesepakatan awal untuk melakukan hubungan intim sebanyak dua kali dengan tarif Rp300 ribu.

“Ia sudah dua kali menolak. Saya marah, akhirnya saya diamkan dengan menggunakan bajunya dari belakang,” kata Febrianto kepada penyidik.

Karena rasa kesalnya itu, Febri emosional dan bertindak gegabah.

Kepada penyidik, Febri menjelaskan bagaimana dirinya membunuh Anti yang sedang dalam kondisi hamil muda.

“Saya berada di belakang, saya menutup mulutnya dengan baju korban. Dia tidak bisa berbicara, jadi saya ikat. Dia masih bergerak,” ujar Febri.

“Saya baru saja berhenti tidak melakukan apa-apa (hubungan intim) sama sekali, langsung pergi ke rumah, naik motor korban,” tambahnya.

Masa lalu Anti

Penangkapan ini juga mengungkap masa lalu Anti yang ternyata foto-fotonya pernah terlihat di akun open BO tiga tahun yang lalu.

Berita bahwa foto Anti pernah digunakan di akun open BO sekitar tiga tahun lalu kembali muncul.

Pada saat itu Anti tidak tinggal diam, ia langsung membantah tajam tuduhan negatif yang ditujukan kepadanya.

Ia juga menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya.

Pada unggahan di Facebook pada 19 Desember 2022, Anti mengeluarkan pernyataan klarifikasi.

Saya ingin menjelaskan, jika kamu membuka pesan pribadi dan menemukan akun dengan nama Sindy Permata Sari yang menggunakan foto saya, itu bukan saya. Karena saya tidak pernah bermain di media chat… Saya akan mengambil langkah hukum terkait hal ini. Jadi saya meminta kalian jangan mudah percaya.

Tiga tahun setelahnya, Anti ternyata tertangkap melakukan open BO melalui media sosial.

Hal ini terungkap setelah korban ditemukan meninggal di kamar Hotel Lendosis.

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Febrianto, seorang pelanggan Anti di platform open BO.

Ia mengakui bertemu dengan Anti melalui media sosial khusus open BO di Palembang, kemudian berdiskusi dan merencanakan pertemuan.

Akhirnya, pada hari Jumat (10/10/2025), mereka bertemu dan melakukan pendaftaran di hotel bersama.

Sebelum pertemuan, Febrianto bertanya tentang harga kepada Anti.

Korban mengatakan sebesar Rp300 ribu untuk dua kali bermain, dan negosiasi telah mencapai kesepakatan.

CCTV menunjukkan bahwa mereka melakukan check in pukul 16.00 WIB dengan menggunakan KTP Febrianto.

Kira-kira pukul 18.00 WIB, Febrianto pergi sendirian, meninggalkan Anti di dalam kamar.

Keesokan harinya, petugas hotel yang akan melakukan pemeriksaan karena waktu check out tiba menemukan Anti sudah meninggal.

Suami tak Kenal Febrianto

Sebelumnya mengenai pria yang terekam kamera pengawas di lokasi kejadian, Adi Rosadi menyatakan tidak mengenal sosok tersebut.

“Saya tidak mengenal pria tersebut, pak,” ujar Adi, merespons pertanyaan mengenai identitas pria yang terekam kamera pengawas di hotel tempat istrinya ditemukan meninggal.

Adi Rosadi juga menyampaikan bahwa tidak ada indikasi yang mencurigakan yang ia alami sebelum kematian istrinya.

Ia menceritakan bahwa Anti tidak pernah muncul dalam mimpinya sejak malam pertama kematian istrinya.

“Tidak ada tanda-tanda, Pak. Apalagi saya tidak pernah mengalami mimpi tentangnya, mulai dari malam pertama hingga semalam ini,” kata Adi, yang merasa sangat kehilangan.

Namun, Adi Rosadi mengatakan bahwa ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada wajah istrinya ketika terakhir kali bertemu.

Namun Adi Rosadi tidak memperhatikan perasaan atau firasatnya pada saat itu.

Dijelaskan oleh Adi Rosadi, wajah istrinya tampak berbeda, bahkan Anti terlihat sangat lemah pada hari itu.

“Memang, wajah istri saya terlihat berbeda saat terakhir kali mengantarkan saya ke kantor. Biasanya istri saya selalu ceria, tetapi pada waktu itu terlihat berbeda. Dia juga tampak lemah sepanjang hari, hingga akhirnya mengantarkan saya ke tempat kerja,” ujar Adi sambil mengenang pertemuan terakhir dengan almarhumah.

(*/Lintaskriminal.co.id -)

Artikel telah tayang di wartakota

Baca artikel TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita yang menyebar di Tribun Medan