Tidak lama yang lalu, masyarakat Indonesia kaget mendengar berita kematian seorang balita bernama Raya di Sukabumi akibat infeksi cacing.
Meskipun dari tubuh anak ditemukan lebih dari satu kilogram cacing pita, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa penyebab utama kematian adalah infeksi.
âYang bersangkutan meninggal bukan akibat cacingan. Kematian disebabkan oleh infeksi,â kata Budi, dilaporkan dari laman detikcom, Senin (25/8/2025).
Budi menyatakan bahwa infeksi yang dialami Raya sudah dideritanya dalam jangka waktu lama. Hal ini karena Raya mengalami batuk berdahak selama tiga bulan.
“Infeksinya bisa disebabkan oleh meningitis, masih dalam dugaan. Bisa juga karena TBC karena selama tiga bulan ia terus-menerus batuk berdahak, tubuhnya lemah, dan akhirnya bakterinya menyebar ke seluruh tubuh. Secara medis disebut sepsis,” jelasnya.
Komentar dokter spesialis anak terhadap pendapat Menteri Kesehatan Kritik dokter anak terhadap pernyataan Menteri Kesehatan Pandangan dokter anak mengenai opini yang disampaikan Menteri Kesehatan Ulasan dokter spesialis anak terhadap pernyataan Menkes Saran dan komentar dari dokter anak terkait pendapat Menteri Kesehatan Persepsi dokter anak terhadap pandangan Menteri Kesehatan Tanggapan dokter anak terhadap pendapat Menkes Komentar para dokter anak terhadap pernyataan Menteri Kesehatan
Dilansir dari Instagram @cnnindonesia,dr. Samuel Pola Karta Sembiring langsung menyampaikan pengkritikan terhadappostingan opini Budi.
Samuel menyebutkan bahwa cacing termasuk dalam infeksi parasit. Ia juga membandingkan tingkat risiko kematian antara infeksi cacing dan tuberkulosis.
“Permisi pak, mohon maaf, cacing itu merupakan infeksi parasit. Jadi cacing juga bisa disebut sebagai infeksi. Jika membicarakan penyebab kematian balita tersebut, sebenarnya tidak bisa ditarik kesimpulan,” ujar Samuel, dikutip dari Instagram.@doktersam.
“Karena kita tidak memiliki bukti apa pun. Namun, kita memiliki asumsi sementara. Jika ‘infeksi’ yang dimaksud adalah TBC, sebenarnya mungkin saja, karena anak balita tersebut memiliki riwayat kontak dekat dengan penderita TBC. Tapi jika dibandingkan dengan infeksi cacing parasit, kemungkinan besar infeksi parasit ini lebih mungkin menyebabkan kematian. Karena perkembangannya lebih akut dibanding TBC yang biasanya bersifat kronis,” tambahnya.
Namun, ia menekankan bahwa hal penting yang harus dipahami bukan lagi mengungkap penyebab kematian Raya. Namun, sebagai pengingat bahwa cacing di dalam tubuh bisa menyebabkan tragedi.
“Tetapi yang paling penting bukan lagi mencari tahu penyebabnya. Perlu diketahui, kematian akibat cacing adalah tragedi bagi orang tua,” tutupnya.
Efek dan dampak cacingan
Cacing pita yang ditemukan di dalam tubuh Raya merupakan parasit yang memanfaatkan tubuh sebagai inang untuk berkembang dari telur menjadi cacing dewasa. Panjang cacing dewasa ini dapat mencapai lebih dari 30 sentimeter.
Dilansir dari laman ascariasismerupakan salah satu jenis infeksi cacing yang paling sering terjadi di berbagai belahan dunia.
Infeksi ini paling umum terjadi pada anak-anak di negara-negara tropis dan subtropis. Tingkat risiko lebih tinggi di wilayah yang memiliki sanitasi dan sistem pengelolaan limbah yang tidak memadai. Infeksi ini juga sering disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing pita.
Ascariasis dapat memicu gejala seperti nyeri perut, muntah, demam, dan batuk. Kondisi kesehatan yang berbahaya yang dikenal sebagai komplikasi bisa terjadi jika jumlah cacing cukup besar di dalam tubuh.
Namun, kebanyakan penderita cacing pita tidak mengalami gejala apa pun. Pengobatan melibatkan penggunaan obat yang berfungsi menghilangkan cacing tersebut. Obat-obatan ini dikenal sebagai obat antiparasit.
Di lokasi-lokasi yang sering terjadiascariasis, bantu mencegah infeksi dengan rutin mencuci tangan. Bersihkan juga sayuran dan buah segar, lalu kupas atau masak sebelum dikonsumsi.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan tindakan pencegahan dengan meninjau kualitas layanan kesehatan di Sukabumi yang dikhawatirkan tidak berjalan secara maksimal.
“Jika terjadi kasus cacingan, puskesmas harus segera memberikan obat cacing. Bila ada kasus TBC, segera lakukan surveilans, mengidentifikasi siapa yang sakit, kemudian berikan pengobatan. Program ini juga perlu didampingi dengan sosialisasi agar masyarakat memahami betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Budi.
|
Pilihan Redaksi
|
Untuk Ibu-ibu yang ingin berbagi tentang pengasuhan anak dan bisa mendapatkan banyak hadiah, ayo bergabung dengan komunitas Lintaskriminal.co.id -Squad. Daftar dengan klik diSINI. Gratis!

Kerja sama Nicky Tirta dan Mantan Istrinya Merayakan Ulang Tahun Putrinya, Makan Malam Intim Bersama Tiga Orang
Apakah Infeksi Cacing Kremi Berisiko bagi Anak-Anak?
Pelajari Jadwal dan Takaran Penggunaan Obat Cacing untuk Mencegah Infeksi Cacing pada Anak