Jejak Karier Komjen Wahyu Widada, Penerima Adhi Makayasa

by -154 Views

Lintaskriminal.co.id –,- Komjen Wahyu Widada kini secara resmi menjabat sebagaiInspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Kepolisian RI.

Sebelumnya, posisi Irwasum Polri ini dijabat olehKomjen Dedi Prasetyo.

Namun, Komjen Dedi Prasetyo ditunjuk sebagai Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun.

Pada hari Selasa (19/8/2025) kemarin, Komjen Wahyu Widada mengikuti proses pelantikan bersama sejumlah jenderal lainnya.

“Benar (ada) acara upacara pelantikan Irwasum Polri, serah terima jabatan pejabat utama Mabes Polri serta para Kapolda,” ujarKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dilaporkan oleh 10drama.com.

Lalu, bagaimana profil, biodata, dan riwayat karier Komjen Wahyu Widada? Simak penjelasan berikut.

Profil, Biografi dan Riwayat Karier Komjen Wahyu Widada

Komjen Pol Wahyu Widada merupakan perwira tinggi dari Polri yang lulusan perguruan tinggi.Sekolah Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991.

Ia lahir di Kadirojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta di11 September 1969 di.

Selain seangkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komjen Wahyu Widada juga merupakan lulusan terbaik atau penerima penghargaan Adhi Makayasa.

Selain lulusan Akpol, Komjen Wahyu Widada juga pernah mengikuti berbagai program pendidikan lainnya.

Ia pernah mengikuti Sekolah Penerbang pada tahun 1995.

Kemudian, ia juga pernah mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1998.

Kemudian, Komjen Wahyu Widada tercatat sebagai lulusan terunggul dalam Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri 2006.

Sama halnya ketika mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri 2014, Komjen Wahyu Widada kembali meraih gelar lulusan terbaik.

Sementara itu, kariernya di kepolisian dimulai sejak ia lulus dari Akademi Kepolisian.

Pada tahun 1992, Komjen Wahyu Widada, yang merupakan perwira muda, pernah menjabat sebagai Pama Subdit Poludara Ditsamapta Polri.

Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Pademangan pada tahun 2001 dan sebagai Wakapolres Bekasi pada tahun 2004.

Selanjutnya, karierya semakin bersinar setelah ia menjabat sebagai Kapolres Pekalongan (2008).

Selanjutnya, Komjen Wahyu Widada pernah menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri (2009).

Ia kemudian menjabat sebagai Kapolres Metro Tangerang dan Tangerang Kota (2010-2011).

Kemudian, Komjen Wahyu Widada juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Banten pada tahun 2013.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Staf Kepresidenan (2015).

Kemudian, ia diangkat sebagai Wakapolda Riau (2018), Kapolda Gorontalo (2019), serta Kapolda Aceh (2020).

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Setelah itu, Wahyu menjabat sebagai Asisten Kapolri di bidang SDM mulai tahun 2021 hingga 2023. 2. Pada periode 2021 hingga 2023, Wahyu menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM. 3. Jabatan Asisten Kapolri Bidang SDM dipegang oleh Wahyu selama masa 2021 sampai 2023. 4. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2023, Wahyu bertugas sebagai Asisten Kapolri di bidang SDM. 5. Wahyu menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM pada tahun 2021 hingga 2023.

Ia kemudian diangkat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri (Februari 2023).

Kemudian, Wahyu menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri (Juni 2023).

Pada bulan Agustus 2025, ia ditunjuk sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, menggantikan Komjen Dedi Prasetyo.

Ketua Sidang Kode Etik Irjen Tedy Minahasa

Saat menjabat sebagai Kabaintelkam, Wahyu pernah memimpin rapat Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dengan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa pada 30 Mei 2023.

Pada masa itu, Pengadilan Negeri Jakarta Barat memberikan hukuman seumur hidup kepada Irjen Teddy setelah terbukti terlibat dalam peredaran narkoba.

Di sisi lain, saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu berjanji akan menyelidiki kasus teror kepala babi dan bangkai tikus terpotong terhadap Tempo secara maksimal.

Harta kekayaan

Mengutip dari situs LHKPN, Wahyu Widada terakhir kali melaporkan kekayaannya untuk periode 2023 pada tanggal 21 Maret 2024 dengan total sebesar Rp6,6 miliar atau tepatnya 6.629.756.791.

Berikut rinciannya:

I. DATA HARTA

A. Tanah dan Bangunan Rp. 3.825.000.000

1. Lahan dan Bangunan Seluas 182 m2/230 m2 di Wilayah Kabupaten/Kota

BEKASI, HASIL KARYA SENDIRI Rp. 1.025.000.000

2. Lahan seluas 688 meter persegi di KAB / KOTA SLEMAN, hasil pengembangan sendiri

Rp. 325.000.000

3. Tanah seluas 1035 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, hasil sendiri

Rp. 325.000.000

4. Lahan dan Bangunan Seluas 182 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA

BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 1.025.000.000

5. Lahan seluas 1025 m2 di KAB / KOTA KOTA BEKASI, hasil

SENDIRI Rp. 1.125.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 620.000.000

1. Mobil, Infinity Sedan Tahun 2011, Hasil Sendiri Rp.

210.000.000

2. MOTOR, YAMAHA BG6 A/T Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp.

25.000.000

3. Kendaraan, Toyota Camry Tahun 2021, hasil produksi sendiri Rp.

385.000.000

C. Aset Lainnya Sebesar Rp. 621.000.000

D. SURAT KUASA Rp. —-

E. Kas dan Setara Kas sebesar Rp. 1.563.756.791

F. ASET LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 6.629.756.791

2023

III. HUTANG Rp. —-

IV. JUMLAH KEKAYAAN (II-III) Rp. 6.629.756.791

(ray/Lintaskriminal.co.id -)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti pula informasi lainnya diFacebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan