Pelaku Penembakan di Sydney Menyerang dari Apartemen, 50 Peluru Melukai 16 Orang

by -106 Views

SYDNEY, halopadang.id– Pada malam hari Minggu (5/10/2025), terjadi penembakan massal di Sydney, Australia, yang menyebabkan 16 orang terluka.

Polisi kini telah menangkap tersangka berusia 60 tahun yang melepaskan sekitar 50 peluru secara sembarangan di jalan raya yang ramai di wilayah Inner West.

Berdasarkan keterangan dari polisi Negara Bagian New South Wales (NSW), tersangka menembak dari apartemen yang berada di lantai atas tempat usaha, mengarahkan senjata ke petugas dan kendaraan yang sedang melintas.

Keterangan saksi mata dari peristiwa penembakan di Sydney

Peristiwa penembakan di Sydney menimbulkan kekacauan di sekitar area tersebut.

Seorang saksi mata, Joe Azar, yang bekerja di kantor tepat di seberang tempat kejadian, awalnya mengira suara tembakan berasal dari kembang api atau batu yang dilemparkan ke jendela.

“Kaca mobil seseorang pecah, kemudian kaca tempat duduk bus retak,” ujar Azar kepadaThe Sydney Morning Herald, dikutip dari agensi beritaAFP.

“Rasa aneh muncul seperti, ‘Oh, ini yang terjadi’. Terasa kacau. Semua berlangsung begitu cepat, sehingga saya sulit memahami apa yang sedang terjadi,” tambahnya.

Saksi lain bernama Tadgh mengatakan kejadian tersebut mirip dengan pertandingan rugby ketika suara tembakan terdengar.

“Suaranya sangat keras, ‘bang, bang, bang’, ada kilauan cahaya, percikan api, dan asap. Terasa seperti adegan film,” katanya kepada stasiun televisi.ABC.

Setelah pihak keamanan menerima laporan, satuan polisi taktis segera mengelilingi area dan menutup beberapa ruas jalan.

Petugas kemudian melakukan penggerebekan di apartemen tersangka dan menangkapnya tanpa terjadi peristiwa penting. Dari tempat kejadian, sebuah senapan diamankan sebagai alat bukti.

Perbaikan jumlah korban dan banyaknya peluru

Sementara itu, Wakil Kepala Polisi NSW, Stephen Parry, menyebutkan bahwa awalnya diperkirakan sebanyak 100 peluru ditembakkan.

Namun setelah pemeriksaan awal, jumlahnya diubah menjadi sekitar 50 tembakan dengan 16 orang terluka. Sebelumnya dilaporkan bahwa jumlah korban luka sebanyak 20 orang.

“Selama 35 tahun saya bekerja di kepolisian, insiden seperti ini sangat langka, ketika seseorang menargetkan orang-orang secara acak di jalan,” kata Parry dalam pernyataan persnya, Senin (6/10/2025).

Polisi mengatakan satu orang datang sendirian ke rumah sakit dengan luka tembak, namun diperkirakan bisa selamat.

Sementara korban lainnya mengalami cedera ringan akibat pecahan kaca dari jendela mobil yang terkena tembakan.

Tersangka mengalami cedera kecil pada wajah saat proses penangkapan dan kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sampai saat ini, belum ada tuduhan resmi yang diajukan, dan penyelidikan masih berlangsung.

Motif masih misteri

Kepala Polisi NSW, Mal Lanyon, menggambarkan peristiwa penembakan massal di Sydney sebagai kejadian yang sangat serius dan menakutkan.

Namun, dia memastikan bahwa kejadian ini tidak berhubungan dengan tindakan terorisme atau jaringan kejahatan yang terorganisir.

“Motif pelaku masih belum jelas, namun tidak ada hubungan dengan aktivitas terorisme atau geng apa pun,” ujar Lanyon kepada radio setempat.2GB.

Pembunuhan massal jarang terjadi di Australia, sejak pemerintah melarang senjata otomatis dan semi-otomatis pada tahun 1996, setelah peristiwa penembakan Port Arthur yang menewaskan 35 orang.

Meski demikian, beberapa kejadian kekerasan menggunakan senjata masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2022, enam orang, termasuk dua anggota polisi, meninggal dunia akibat penembakan di Wieambilla, Queensland.

Kemudian pada Agustus 2025, Dezi Freeman menjadi tersangka setelah diperkirakan membunuh dua petugas kepolisian sebelum melarikan diri ke hutan.