Pembunuhan Berdarah Terjadi di Kintamani, Kadek Tikam Korban Tanpa Ampun

by -135 Views

Lintaskriminal.co.id -, BANGLI –Dugaan kasus perselingkuhan kembali muncul di wilayah Kintamani, Bangli yang berujung pada jatuhnya korban.

Akibat dugaan perselingkuhan, Kadek RJ (28) warga Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli melakukan tindakan ekstrem.

Kadek RJ diketahui menyerang korban yang bernama Kadek EB (23) dengan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa penusukan yang diduga terkait perselingkuhan di Kintamani terjadi pada Jumat, 4 Oktober 2025.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Desa Kedisan, Kintamani, diduga kuat bermula dari rasa iri pelaku terhadap korban.

Dikira korban memiliki hubungan dengan istri pelaku.

Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Humas Polres Bangli, Iptu Ketut Ratwijaya, kasus ini masih dalam penanganan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bangli.

“Peristiwa penusukan ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ratwijaya, Minggu 5 Oktober 2025.

Proses peristiwa dimulai ketika korban bersama beberapa temannya sedang mengonsumsi minuman beralkohol di Desa Bonyoh, Kintamani.

Kemudian istri pelaku, Ni Pt. NA ikut serta dengan korban.

Kemudian, korban bersama seorang saksi pergi ke Desa Kedisan untuk melanjutkan minum-minum.

Di sana, pelaku ternyata telah menunggu korban bersama istrinya.

Tanpa menghabiskan waktu, pelaku langsung menikam korban menggunakan pisau lipat.

Tiba-tiba korban mengalami luka bacok pada bagian tangan dan perut.

Pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Kintamani, sedangkan korban dibawa ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa korban mengalami luka akibat tusukan di area dada bagian bawah dan siku tangan sebelah kiri.

Namun, hasil pemindaian X-ray menunjukkan bahwa tidak ada organ dalam yang mengalami cedera akibat tusukan di Kintamani tersebut.

Polres Bangli telah menyita barang bukti berupa pisau lipat dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai motif serta urutan kejadian.

“Informasi terbaru, korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif,” kata Kasat Reskrim Polres Bangli, Iptu Habib Auliya.

Kasus perselingkuhan di Kintamani, korban ditebas hingga tewas

Kasus pembunuhan dengan latar belakang dugaan perselingkuhan di Kintamani, Bangli sempat menjadi pembahasan hangat di media sosial.

Pro dan kontra terkait kasus pembunuhan sadis di pemandian air panas di Kintamani itu pun tak terhindari.

Korban dalam kasus pembunuhan tersebut adalah Ketut Sudiarta yang dikenal dengan nama Mangku Tawan (45), sedangkan pelakunya bernama Ketut Murah Dana (47).

Tempat kejadian perkara pembunuhan berlangsung di kolam air panas di Banjar Toyabungkah, Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

Berdasarkan hasil penyelidikan dari Polres Bangli, terdapat indikasi adanya perselingkuhan antara Mangku Tawan dengan istri pelaku yang bernama Jro Evra.

Di antaranya, ditemukan beberapa percakapan chat antara Mangku Tawan dan Jro Evra yang menunjukkan indikasi perselingkuhan.

Sementara tersangka pembunuhan telah ditangkap oleh Polres Bangli dan ditetapkan sebagai pelaku.

Pembunuhan terhadap Mangku Tawan dilakukan oleh pelaku yang telah merencanakannya karena emosi yang muncul akibat dugaan perselingkuhan.

Bahkan, pelaku telah membeli tiga buah parang dengan maksud untuk mengakhiri nyawa Mangku Tawan.

Dijelaskan oleh Kasatreskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Winangun, dari pengakuan tersangka, celurit pertama dibeli pada April 2024 dengan sistem COD seharga Rp 1,2 juta.

Pelaku tidak jadi menggunakan celurit itu karena terjatuh.

Kemudian, ia kembali membeli celurit, tetapi kembali tidak digunakan karena terlalu berat.

Terakhir, pada bulan Juli atau sekitar lima hari yang lalu, pelaku kembali membeli celurit yang ukurannya lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Diketahui bahwa ketiga celurit tersebut akhirnya digunakan dalam aksi pembunuhan pada malam hari Rabu, 31 Juli 2024.

Tujuan membeli pisau ini adalah untuk bersiap melakukan pembunuhan terhadap korban.

Saat kejadian, ia menggunakan celurit yang ketiga,” kata Winangun.

Setelah kejadian pembunuhan itu, salah satu tokoh yang paling dicari adalah Jro Evra, yang merupakan istri dari pelaku dan diduga sebagai selingkuhan Mangku Tawan.

Jro Evra dikenal sebagai istri ketiga dari tersangka pembunuhan di Kintamani Bangli.

Sampai saat ini, kehadiran Jro Evra masih menjadi teka-teki.

Namun, sosok perempuan dengan inisial MT di media sosial menjadi perhatian, ia diduga merupakan istri dari pelaku pembunuhan Mangku Tawan.

Banyak pengguna internet juga mengira bahwa orang tersebut adalah Jro Evra.

Beberapa ucapan MT di platform media sosial menarik perhatian.

MT dilaporkan sebagai istri pelaku pembunuhan di akun media sosialnya.

Beberapa unggahan tentang rasa sedih diunggahnya ke media sosial.

Banyak pendapat warga internet yang mengajukan pertanyaan terkait peristiwa pembunuhan dan perselingkuhan tersebut.

Namun, MT tidak mengakui maupun menyangkalnya.

Sebelumnya melalui story-nya, MT mengekspresikan rasa sedih.

“Mari aku pergi bersamamu, jangan tinggalkan janjimu” tulis MT.

Pernyataan istri pelaku pembunuhan di Kintamani Bangli juga dilengkapi dengan emoji hati.

MT sering membagikan video bersama pelaku pembunuhan mengerikan di Kintamani melalui akun media sosialnya.

Pada Rabu 31 Juli 2024 dimana pada hari itu terjadinya kasus pembunuhan di Kintamani, akun istri pelaku mengunggah kata ‘sukseme’ diakun Facebook miliknya.

Selain itu, enam hari sebelum terjadi pembunuhan di kolam pemandian air hangat Kintamani itu, MT sempat mengunggah kebersamaan suaminya dengan putrinya.

Kini yang terbaru MT membuat semacam klarifikasi atas kasus yang menimpa suaminya di Kintamani Bangli.

Biarkan apa pun penilaian mereka,

yang mengetahui kebenaran hanyalah kita, bagaimana orang menilai, saya tidak peduli karena yang tahu pasti adalah kita

Anda hanya dapat menilai berdasarkan berita, ejekan Anda tidak akan memengaruhi saya

jatuh karena kebenaran yang kita ketahui.

Anda diperbolehkan memberikan penilaian” tulis MT di Instagram.

Kronologi pembunuhan

Kepada Tribun Bali, Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna menyampaikan, dugaan terjadi perselingkuhan berawal ketika pelaku melihat istrinya Jro Evra mengendarai motor milik Mangku Tawan pergi ke rumah kos yang menjadi tempat tinggal orang tersebut, yaitu di kawasan Banjar Toyabungkah, Kintamani.

Pelaku pembunuhan kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan perselingkuhan tersebut.

Pelaku akhirnya menemukan percakapan korban dengan istrinya melalui WhatsApp.

Karena mencurigai, tersangka langsung mengkloning WhatsApp dari ponsel istrinya ke ponsel miliknya.

Tujuan dari hal tersebut adalah untuk mengungkap dugaan perselingkuhan istri dan korban.

“Terlapor menemukan pesan dari korban di ponsel istrinya, lalu nomor WhatsApp istrinya diretas atau dihubungkan ke ponselnya, sehingga terlapor dapat membalas percakapan korban dan mengetahui keberadaan korban,” kata Kapolsek Kintamani saat menjelaskan awal mula konflik terjadi.

Kemudian, disampaikan bahwa tersangka yang mengetahui korban sedang berada di kolam renang wilayah Kintamani, langsung mencarinya sambil membawa celurit.

Pelaku mencari korbannya dengan berjalan kaki, sambil membawa sebilah celurit.

Saat tiba di kolam renang yang menjadi lokasi pembunuhan, terduga pelaku yang melihat korban berada di dekat kolam langsung membuka sarung celuritnya.

Pada saat itu, korban sudah menyadari maksud pelaku.

Sehingga menurut pernyataan Kapolsek Kintamani, korban sempat melompat ke dalam kolam renang.

Namun pelaku juga turut melompat ke dalam kolam renang itu, lalu menyerang korban secara sembarangan.

Korban berusaha melawan dengan tangan kosong, hingga akhirnya mengalami luka di dalam kolam, kemudian terlapor meninggalkan korban dan menyerahkan diri ke Polres Bangli.

Saat ini perkara tersebut ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Bangli,” kata Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami beberapa luka parah.

Yaitu, dua luka sobek di bagian kanan leher, luka pada perut sebelah kiri hingga usus keluar.

Kemudian terdapat luka sobek di bagian tengah perut hingga usus terlihat, serta luka sobek di bahu sebelah kiri.

Selain itu, luka sobek di bagian tengah dada, luka sobek pada punggung, dan luka sobek di bagian belakang kepala.

Saat ini, jenazah korban telah tiba di RS Prof IGNG Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi, menggunakan mobil jenazah dari RSU Bangli.

“Motif pelaku adalah dendam karena korban diduga memiliki hubungan cinta dengan istrinya,” kata Kapolsek.