lintaskriminal.co.id– Kejadian pembunuhan sadis terhadap tiga perempuan muda di Argentina menggegerkan masyarakat global. Kejadian ini mendapat perhatian internasional karena aksi keji pelaku ditayangkan secara langsung melalui Instagram. Ketiga korban yang masih muda adalah Morena Verdi (20), Brenda Del Castillo (20), dan Lara Gutierrez (15). Jenazah mereka ditemukan terkubur di halaman sebuah rumah di daerah pinggiran selatan Buenos Aires pada 19 September 2025 lalu.
Kronologi Kejadian Tragis
Berdasarkan hasil penyelidikan, para korban diajak untuk hadir dalam sebuah pesta pada malam yang memilukan. Namun, mereka justru dirampok dengan menggunakan van, lalu dihukum dengan cara yang sangat kejam sebelum akhirnya dibunuh. Penganiayaan tersebut disiarkan langsung melalui akun Instagram salah satu pelaku dan sempat ditonton oleh 45 orang. Dalam video live tersebut, terdengar suara seorang pemimpin geng yang mengatakan, “Ini yang terjadi kepada mereka yang mencuri narkoba dariku,” yang menunjukkan bahwa pembunuhan ini berkaitan dengan perdagangan narkoba.
Pemakaman Penuh Duka
Penguburan tiga korban diadakan dalam suasana yang menyedihkan. Verdi dan Del Castillo dimakamkan bersama dalam upacara yang tertutup, sedangkan Gutierrez dikuburkan di tempat yang berbeda. Keluarga dan kerabat terlihat sangat terpukul. Kakek mereka, Antonio, bahkan mengatakan bahwa keluarganya tidak bisa berhenti menangis melihat kenyataan yang pahit menimpa cucu-cucunya.
Tersangka dan Pemburu Otak Pelaku
Petugas kepolisian Argentina telah menangkap empat individu, yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, yang diduga terlibat langsung dalam tindakan penyiksaan dan pembunuhan. Salah satu dari mereka mengakui perbuatannya saat diinterogasi, sehingga keberadaan rekaman Instagram dapat diketahui oleh pihak berwajib. Namun, polisi masih mencari sosok yang diyakini sebagai otak utama kejahatan tersebut, seorang pria dengan panggilan “Little J” atau “Julito”. Ia disebut sebagai pemimpin geng narkoba sekaligus dalang dari aksi pembunuhan mengerikan ini.
Respon Masyarakat dan Gerakan Demonstrasi
Kasus ini memicu kemarahan yang besar di Argentina. Ribuan orang, khususnya kelompok perempuan, mengajukan demonstrasi nasional untuk menuntut berakhirnya kekerasan berbasis gender yang semakin meningkat. Para aktivis menganggap bahwa krisis ekonomi yang sedang terjadi di negara tersebut membuat perempuan muda lebih rentan terlibat dalam jaringan kriminal. Direktur LSM Presentes, Maria Eugenia Luduena, menyatakan bahwa situasi sosial yang sulit telah dimanfaatkan oleh geng untuk menipu para korban.
Ancaman dan Perlindungan bagi Keluarga Korban
Anggota keluarga korban juga tidak terhindar dari ancaman. Gonzalo Fuenzalida, pengacara keluarga Gutierrez, mengatakan telah menerima ancaman pembunuhan dan segera meminta perlindungan dari pihak berwajib. Dukungan moral terus datang dari berbagai tokoh politik, budaya, serta sosial di Argentina. Mereka menuntut pemerintah untuk mengambil tindakan nyata guna menghentikan kasus femisida yang terus menimbulkan korban.
Panggilan Darurat untuk Menghentikan Feminisida
Pembunuhan ini kembali memperlihatkan isu femisida, yakni pembunuhan terhadap perempuan karena alasan jeniskelamin mereka, yang masih menjadi masalah besar di berbagai negara di Amerika Latin. Para aktivis perempuan menyebutkan, setiap tahun ribuan perempuan di wilayah tersebut menjadi korban kekerasan berat seperti ini, tetapi sebagian besar kasus tidak mendapatkan keadilan.
Bencana ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah Argentina serta pesan global mengenai kepentingan perlindungan perempuan terhadap kekerasan berdasarkan jenis kelamin.
