Penanganan Kasus Pencabulan Guru ke Siswa di SBT Tidak Cepat, Warga Demo Polres SBT

by -139 Views

Laporan Jurnalis Lintaskriminal.co.id -, Haliyudin Ulima

BULA, Lintaskriminal.co.id –Beberapa kelompok aksi yang tergabung dalam LSM dan OKP se-kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendatangi Markas Polres SBT, Senin (29/9/2025).

Kedatangan mereka diikuti oleh penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan seorang guru terhadap salah satu muridnya, yang dinilai lambat ditangani oleh pihak Polres.

Pengamatan Lintaskriminal.co.id – di lokasi pukul 10:00 WIT, massa aksi mulai bergerak dari wilayah Kelapa Dua menuju persimpangan Masjid Raya Kota Bula, kemudian dilanjutkan ke Markas Polres SBT.

Mereka memakai dua mobil pick-up yang dilengkapi dengan alat pengeras suara, serta beberapa pamflet berisi permintaan mereka.

Beberapa diantaranya bertuliskan:

“Setop Kekerasan Terhadap Perempuan”

Guru Perlu Menjadi Pelindung Bukan Pemangsa

Kami Tidak Percaya Pada Penyelidikan Polres SBT

Polres dan Kepala Satuan Reskrim SBT Layak Dicopot

Ramla Rumalean salah satu pembicara mengkritik perlakuan lambat dari pihak kepolisian terhadap kasus tersebut karena hingga saat ini belum ada penjelasan yang jelas.

“Masalah ini sudah ada sejak 6 September, tetapi hingga kini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian, masa yang begitu lama namun tidak ada penjelasan, apa yang terjadi?,” katanya.

Ia mengatakan, jika kinerja aparat kepolisian tidak memadai dalam menyelesaikan kasus ini, pihaknya tidak lagi percaya kepada aparat kepolisian.

“Jika kinerja polres demikian, masyarakat tidak lagi percaya pada hukum,” tambahnya.

Selanjutnya dikhawatirkan, apabila isu ini tidak segera mendapatkan penjelasan yang jelas, kejadian serupa kemungkinan akan terjadi kembali di masa depan.

“Jika masalah ini tidak ditangani dengan baik, maka nanti akan ada korban-korban yang lebih banyak lagi. Jika masalah ini terjadi pada bapak ibu dari kepolisian, apa yang bapak ibu lakukan?,” ujarnya.

Mereka berharap, aparat kepolisian mampu bertindak cepat dalam menyelidiki secara menyeluruh dan adil.

“Mengapa masalah ini hilang ketika sampai di polres, kami tidak meminta banyak, kami hanya menginginkan keadilan untuk adik perempuan kami,” tutupnya.

Sebelumnya dilaporkan, seorang guru SMP di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan inisial JU dilaporkan ke Polres SBT terkait dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya sendiri.

Korban saat ini sedang duduk di bangku kelas satu, tempat JU mengajar.

Laporan ini dikirim oleh ibu kandung korban pada hari Sabtu (6/9/2025) lalu.

Menyedihkan, kejadian menyedihkan ini baru terungkap setelah ibu kandung menyadari perubahan perilaku putrinya yang tampak sedih dan takut. (*)