Percepat Identifikasi Korban, DVI Jatim Kirim Sampel DNA ke Jakarta

by -128 Views

Lintaskriminal.co.id –— DVI Polda Jawa Timur mengambil tindakan tegas dengan mengirimkan sampel DNA bagian tubuh korban yang tertimpa Ponpes Al Khoziny ke Pusdokkes Polri di Jakarta, agar mempercepat proses identifikasi. Keputusan ini diambil agar proses identifikasi jenazah tidak terhambat oleh waktu dan kesulitan teknis.

Kombes Pol M Khusnan Marzuki, selaku Kabiddokkes Polda Jatim, menjelaskan bahwa sampel DNA yang dikirim merupakan bagian tubuh berupa kaki kanan yang ditemukan di lokasi musala Ponpes Al Khoziny.

Sampel tersebut segera dikirim dari Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara ke Laboratorium Pusdokkes Polri.

Temuan bagian tubuh terjadi pada hari Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 17.35 WIB di sisi kanan pintu masuk mushola, area pencarian A4.

Temuan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke pos identifikasi RS Bhayangkara.

Kombes Khusnan mengatakan pengiriman sampel ke Jakarta juga bertujuan untuk memastikan apakah bagian tubuh tersebut merupakan satu kesatuan dengan jenazah yang telah teridentifikasi.

Jika hasil tes DNA menunjukkan bahwa identitasnya sama, maka bagian tubuh tersebut akan dianggap sebagai satu kesatuan.

“Sampel bagian tubuh berupa kaki sebelah kanan itu, kami kirimkan hari ini ke Jakarta,” katanya, Minggu (5/10/2025).

Ia menekankan bahwa temuan bagian tubuh tidak dapat langsung dikategorikan sebagai jenazah lengkap. Oleh karena itu, proses identifikasi masih bergantung pada hasil uji DNA di laboratorium.

“Yang dapat saya lakukan adalah mengirimkan sampel DNA ke Jakarta. Jika hasil identifikasi sama, maka bagian tubuh tersebut merupakan satu kesatuan. Nanti tergantung pada hasil laboratorium DNA,” tambahnya.

Untuk bagian tubuh tertentu, kita tetap menunggu hasil laboratorium DNA. Setelah mendapatkan detail lebih lanjut, kami baru dapat melakukan identifikasi. Nanti setelah diidentifikasi, baru kami umumkan.

Meskipun demikian, Khusnan menambahkan bahwa mereka tetap memprioritaskan ketelitian selain kecepatan dalam proses pengenalan korban.

Mengingat kondisi jenazah yang telah berada di lokasi selama lebih dari tiga hari, proses identifikasi perlu dilakukan secara teliti.

Harapan dari pihak kepolisian adalah agar identifikasi terhadap jenazah yang kondisi tubuhnya masih relatif utuh dapat dilakukan tanpa perlu menunggu hasil tes DNA.

Namun, dalam hal bagian tubuh, pihaknya menekankan bahwa hanya melalui laboratorium DNA identitas dapat dipastikan secara pasti.

“Karena jenazah yang datang ini sudah dalam kondisi lebih dari tiga hari, kami perlu lebih berhati-hati. Harapan saya, tanpa pemeriksaan DNA, kami masih mampu mengenali identitas jenazah,” katanya.

Menggunakan teknologi DNA di Pusdokkes Polri yang telah mendapatkan akreditasi internasional serta memiliki tingkat keakuratan mencapai 99 persen, pihak kepolisian yakin proses identifikasi dapat berlangsung cepat dan tepat.

“Karena sistem tes DNA di Pusdokkes Polri telah mendapatkan akreditasi internasional dengan tingkat keakuratan sebesar 99 persen,” tambahnya.

Pengiriman sampel ini diharapkan dapat mengurangi waktu identifikasi yang biasanya memakan lima hari menjadi sekitar tiga hari saja.

Sampai hari Minggu (5/10/2025) pukul 11.00 WIB, jumlah korban yang berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan mencapai 141 orang. Rincian tersebut terdiri dari 104 orang selamat, 37 meninggal dunia, serta satu bagian tubuh berhasil dievakuasi.

Sementara itu, masih terdapat sekitar 26 orang yang belum berhasil ditemukan dalam proses pencarian yang intensif. Upaya tim gabungan tetap berlangsung di lokasi reruntuhan Ponpes Al Khoziny agar tidak ada korban yang tertinggal.

Tindakan cepat DVI Polda Jatim dalam mengirimkan sampel DNA menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam memberikan keadilan, khususnya bagi keluarga korban yang menantikan kejelasan identitas.

Harapan masyarakat berfokus pada hasil laboratorium yang segera dirilis dan mampu mengatasi keraguan terhadap jenazah yang belum dikenali.

Melalui upaya ini, pihak kepolisian berharap proses identifikasi yang selama ini dianggap lambat dan rumit dapat menjadi lebih cepat dan terbuka.

Kepuasan masyarakat terhadap penanganan para korban bencana diharapkan meningkat melalui tindakan nyata ini.

Semua pihak berharap proses identifikasi ini dapat selesai dalam waktu yang secepat mungkin tanpa mengorbankan akurasi dan sains.

Semoga tindakan ini mempercepat keadilan identitas bagi para korban runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny serta menghibur duka yang masih terasa di hati keluarga.