Pernikahan Berantakan, Ratusan Pasangan Jadi Korban Penipuan WO

by -87 Views

Ringkasan Berita:

  • Ratusan pasangan menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan WO By Ayu Puspita, dengan kerugian total mencapai 15–16 miliar rupiah.
  • Pemilik WO, Ayu Puspita, pernah dikejar oleh warga di Cipayung dan dibawa ke Polres setelah kemarahan para korban mencapai puncaknya.
  • Tidak semua korban dapat ditangani secara hukum, khususnya yang acara pernikahannya belum dilaksanakan.

 

Lintaskriminal.co.id –Di tengah antusiasme dan harapan besar dari pasangan yang menantikan hari pernikahan, sebuah berita mengejutkan justru menggemparkan masyarakat Jakarta.

Penyelenggara pernikahan yang seharusnya menjadi penyelamat momen penting justru disinyalir menjadi penyebab kekecewaan yang luas.

Ratusan pasangan mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh WO By Ayu Puspita.

Masalah psikologis ini muncul pada akhir pekan, saat acara-acara pernikahan yang ditunggu-tunggu diadakan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Bukan hanya keterlambatan, bukan hanya kesalahpahaman, tetapi dugaan penipuan besar yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah, serta meninggalkan luka batin yang sulit diukur.

Awal Terungkap: Pengantin Menunggu, Catering Tidak Pernah Tiba

Kecelakaan kecil di ruang penerimaan berubah menjadi gelombang besar kekecewaan ketika catering yang seharusnya hadir untuk menghibur tamu tidak muncul sama sekali.

Seorang korban, Tamay (26), mengungkapkan kekacauan pada hari itu kepada Kompas.com.

“Maka dia memiliki beberapa acara pada hari Sabtu itu, namun ternyata mengalami kendala. Catering makanannya tidak tiba, hanya dekorasinya saja yang ada,” jelas Tamay, Minggu (7/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa dugaan kecurangan terungkap setelah seorang make-up artist pernikahan membagikan kondisi kacau tersebut di TikTok.

Sejak saat itu, kolom komentar diisi oleh pengakuan dari korban-korban lain. Para korban kemudian membentuk grup WhatsApp untuk bertukar informasi dan melakukan pencatatan.

230 Pasangan Terkena Dampak: Kerugian Mencapai 15–16 Miliar Rupiah

Pembicaraan para korban akhirnya mengungkap angka yang mengejutkan.

Secara sementara, kerugian keseluruhan bagi pasangan yang memanfaatkan jasa WO By Ayu Puspita, baik yang telah menikah maupun yang rencananya masih jauh, mencapai angka yang sangat besar.

“Pukul 12.00 WIB tadi kami memutuskan untuk menghitung kerugian. Total kerugian yang telah kami perkirakan sekitar 15–16 miliar,” ujar Tamay.

Berdasarkan pengakuan para korban, WO tersebut diduga menawarkan paket yang mirip dengan harga yang menarik guna menarik banyak calon pelanggan.

Sekarang, pihak WO telah ditahan di Mapolres Jakarta Utara. Namun menurut para korban, jawaban yang diberikan oleh pihak WO sama sekali tidak memberikan penjelasan yang jelas.

Semuanya sudah berada di Polres Jakarta Utara. Termasuk pemiliknya, semua, dan pemasarannya.

Mereka menghindar. Jelas tidak jelas, kami tidak memperoleh kejelasannya,” kata Tamay.

Korban yang acara pernikahannya belum dilaksanakan tidak dapat diproses

Meskipun ratusan orang telah melaporkan, tidak semua secara langsung bisa terlibat dalam proses hukum.

Mereka yang belum menikah, termasuk Tamay yang rencananya akan menikah pada April 2026, belum memenuhi unsur tindak pidana karena kejadian tersebut belum terjadi.

“Yang diundang orang-orang yang acaranya sudah selesai. Kami yang acaranya masih lama tidak bisa diganti (uangnya), karena acaranya belum terjadi. Hanya saja kami berusaha meminimalkan risikonya,” lanjutnya.

Di sisi lain, data menyebar dengan cepat melalui platform media sosial.

Disebutkan bahwa pemilik WO pernah dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban. Namun setelah dilakukan pemeriksaan selama empat jam, ia dinyatakan bebas.

“Info dari grup (korban) itu dia langsung dilepaskan karena mengaku telah terjadi negosiasi,” kata korban lainnya, Akmal.

KISAH WARGA: PERASAAN MELEBIHI BATAS DI CIPAYUNG

Ombak kemarahan yang tersimpan selama ratusan korban akhirnya meledak.

Pada siang hari Minggu, rumah Ayu Puspita, pemilik WO, dikunjungi oleh para pengunjuk rasa di wilayah Cipayung, Jakarta Timur.

Samuel, salah seorang korban, membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya, tadi siang Ayu Puspita, suaminya, dan rekanannya ditangkap di kawasan Jakarta Timur,” katanya.

Samuel sendiri menjadi korban dalam acara pernikahan yang diselenggarakan di Gedung Pelindo, Jakarta Utara. Ironisnya, acara suci tersebut berubah menjadi kekacauan yang besar.

Pengiriman makanan tidak tiba, minuman tidak tersedia, sementara biaya yang telah dibayarkan sudah selesai: sebesar Rp82 juta.

Polisi Turun Tangan: Ratusan Penduduk Mendampingi Pelaku ke Polres

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengonfirmasi bahwa ratusan warga telah menyerahkan pemilik WO kepada pihak berwajib.

“Benar, pada siang hari, pihak terkait dibawa oleh warga ke Polres,” katanya.

Kepala Polisi Resor berusaha menjadi perantara dan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik jasa pengangkutan.

“Ia akan berusaha agar semua (korban penipuan) dapat mendapatkan kembali hak-hak mereka,” katanya.

Ia juga menenangkan para korban agar tidak terangsang.

“Harap bersabar, para warga yang menjadi korban, kami akan berusaha,” katanya.

BABAK BARU DIMULAI

Perkara dugaan penipuan WO milik Ayu Puspita kini menjadi salah satu kasus terbesar dalam sejarah industri pernikahan di Jakarta.

Ratusan pasangan menantikan kejelasan, miliaran rupiah dipertaruhkan, dan impian-impian indah yang seharusnya menjadi kenyataan justru berubah menjadi kecemasan yang berkepanjangan.

Petugas telah menahan pihak yang terlibat, tetapi nasib dana para korban dan masa depan acara tersebut masih dalam ketidakpastian.

Seri drama ini tampaknya baru saja memasuki tahap awal.

***

(TribunTrends/Beberapa artikel diubah dari Kompas/Tribunnews)