Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Truk di Polman, Kerugian Rp500 Juta

by -79 Views

Ringkasan Berita:

  • Sebuah truk Fuso yang mengangkut kebutuhan pokok terbakar di Jl Sumberjo, Wonomulyo, Polman, Sulbar, Sabtu (1/11/2025) ketika sopir sedang membongkar barang di depan gudang.
  • Api diduga muncul dari percikan knalpot yang mengenai styrofoam dan segera membesar akibat bahan yang mudah terbakar.
  • Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan diperkirakan mencapai Rp500 juta; api berhasil dipadamkan oleh warga dan 4 unit pemadam kebakaran.

   

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Petugas Polsek Urban Wonomulyo sedang melakukan penyelidikan terkait kebakaran truk Fuso yang terjadi di Jl Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), pada Sabtu (1/11/2025) sore.

Petugas mengira api bermula dari knalpot truk yang menyentuh styrofoam, bahan yang mudah terbakar.

Insiden sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga, awalnya terjadi ketika sopir truk bernama Ari membuka barang bawaannya.

Kepala Sektor Wonomulyo AKP Sandy menyebutkan bahwa Ari mengungkap barang berupa minyak goreng dalam kemasan.

Sandy menyebutkan adanya benda yang mudah terbakar seperti gabus styrofoam dan bahan plastik.

“Sopir kemudian mendengar adanya percikan api yang diduga berasal dari knalpot yang menimpa styrofoam,” kata Sandy kepada wartawan.

Ia mengatakan kobaran api cepat membesar karena di dalam truk box terdapat barang yang mudah terbakar.

Saat api berkobar, sopir berani menggerakkan truk yang sedang terparkir di depan gudang.

Sandy beruntung, api bisa segera dipadamkan berkat bantuan warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran.

“Jika kerugian, menurut kepala gudang itu dia perkirakan mencapai Rp500 juta, di dalam truk terdapat banyak barang kebutuhan pokok,” katanya.

Selanjutnya, barang yang terdapat dalam truk ini berupa tepung terigu sebanyak 300 karung dan minyak kelapa lima liter dengan jumlah 350 dus.

Kemudian terdapat 150 dos sirup ABC, 100 bal gabus styrofoam, dan lima dos bahan plastik seal.

Sebelumnya dilaporkan, sebuah truk Fuso yang mengangkut bahan pokok di Jl Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami kebakaran, Sabtu (1/11/2025).

Api mulai muncul dari bagian belakang truk ketika kernet dan sopir menurunkan bahan pokok ke gudang.

Api berkobar memakan bahan pokok seperti minyak goreng dalam kemasan yang ada di truk pengangkut.

Kendaraan truk berhasil dipindahkan ke tengah jalan oleh sopir, menjauhi gudang penyimpanan barang.

Truk Fuso dengan plat nomor DD 8906 XO terlihat mengalami kerusakan pada bagian belakang.

Api sempat dipadamkan oleh warga sekitar bersama bantuan empat unit Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman.

“Kami segera mengirimkan 4 unit Armada setelah menerima laporan tentang kebakaran truk,” ujar kepala UPTD Damkar Polman, Imran kepada wartawan.

Ia menyampaikan bahwa truk yang terbakar sedang melepaskan barang ke salah satu gudang penyimpanan.

Imran mengatakan belum mengetahui secara pasti sumber api yang tiba-tiba meledak di dalam truk kontainer.

Ia mengira kebakaran terjadi akibat kelalaian sopir dan kernet saat memuat barang.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya, namun dugaan sementara disebabkan oleh kesalahan,” kata Imran.

Ia menyatakan kebakaran truk ini tidak menimbulkan korban luka, tetapi menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Sementara kepala gudang, Kahar menyatakan bahwa pada saat itu truk dalam keadaan mesin mati saat melakukan pembongkaran barang.

Bahan pokok seperti minyak dan gabus akan diturunkan, lalu disimpan di gudang.

Kahar mengatakan warga sekitar dan karyawan gudang sempat merasa kaget karena api yang menyala cukup besar.

“Api langsung membesar, apalagi ada stropon di atas untuk tempat makanan siap saji, kita tidak tahu penyebabnya,” kata Kahar kepada wartawan.

Kahar menduga api muncul dari strop yang terlalu panas di atas kendaraan.

Ia juga memperkirakan kerugian akibat kebakaran makanan ini mencapai Rp500 juta.

“Jika perkiraan kerugian sementara mencapai Rp500 juta, karena semua barang belanjaan ingin disimpan ke gudang,” katanya.(*)

Liputan Jurnalis Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli