Polres Pacitan Bongkar Penyebab Wawan Tewas di Hutan Dekat TKP Pembunuhan Keluarga Mantan Istri

by -134 Views

Lintaskriminal.co.id –– Informasi terbaru muncul dalam kasus pembunuhan keluarga mantan istri yang dilakukan oleh Wawan di Desa Temon, mengakibatkan dua korban jiwa. Kasus ini akan segera ditutup setelah Polres Pacitan mengungkap bahwa jasad pria yang membusuk di hutan dekat TKP adalah jasad Wawan.

Lalu apa penyebab Wawan meninggal dan tubuhnya membusuk di lokasi tersebut? Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan bahwa identitas jenazah yang membusuk itu telah dipastikan sebagai Wawan setelah dilakukan pemeriksaan otopsi dan dibandingkan dengan data antemortem dari keluarga.

“Hasil otopsi, keterangan dari anak dan saudara korban, serta ciri-ciri fisik yang ditemukan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Wawan,” ujar Ayub.

Menurutnya, tubuh Wawan mengalami empat luka bacok di pergelangan hingga lengan bawah kiri yang mengenai urat nadi. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab kematian.

“Kemungkinan besar pelaku mengakhiri hidupnya sendiri. Berdasarkan kondisi tubuh, kematian diperkirakan terjadi dua hingga tiga hari sebelum ditemukan,” katanya.

Tim medis menemukan tanda-tanda kerusakan yang parah, termasuk kulit yang mengembang dan perubahan warna menjadi kebiruan.

Ciri-ciri lain yang sesuai dengan keterangan keluarga mencakup gigi geraham bawah yang hilang, bekas jahitan di telinga sebelah kiri, serta pakaian yang sama dengan yang dipakai Wawan saat terakhir kali terekam oleh CCTV.

Penemuan mayat ini mengakhiri pencarian terhadap Wawan, penduduk Desa Kanyen, Kecamatan Kebonagung, yang pada malam Sabtu (20/9) menyerang rumah mantan istrinya, Miswati, di Dusun Drono, Desa Temon.

Pada kejadian tersebut, Wawan membunuh Timi dan Arga, serta melukai Miswati, mantan ipar Eky, dan mantan mertua Miskun.

Seluruh korban yang terluka mendapatkan perawatan di RSUD dr. Darsono Pacitan, sedangkan Arga, seorang siswa SD, meninggal setelah sempat dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta.

Polisi menggolongkan kasus ini sebagai salah satu kekerasan dalam rumah tangga yang paling mengerikan di Pacitan.