halopadang.id – Sepekan sejak bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk pada Senin (29/9/2025), tim SAR masih melanjutkan proses evakuasi korban.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, data pada hari Senin (6/10/2025) pukul 03.38 WIB menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa di Ponpes Al Khoziny meningkat menjadi 50 orang.
“Hasil pencarian pada hari Senin, 6 Oktober 2025, menemukan 1 jenazah. Total korban meninggal dunia mencapai 50 orang,” katanya saat di konfirmasi.halopadang.id, Senin pagi.
Abdul menyampaikan, data tersebut masih memiliki kemungkinan bertambah karena proses evakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan masih berlangsung terus-menerus.
Sekurangnya 13 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR bersama dan belum ditemukan.
Perbarui jumlah korban Pondok Pesantren Al Khoziny
Abdul merinci, jumlah korban yang tertimpa ambruknya Gedung empat lantai pada pekan lalu itu berjumlah 167 orang.
Beberapa korban telah ditemukan. Korban yang terluka segera dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapatkan pengobatan.
“Jumlah korban yang ditemukan mencapai 154 orang,” ujar Abdul.
Pihak RS Bhayangkara Surabaya selanjutnya juga akan melakukan identifikasi korban. Menurut Abdul, puluhan korban yang meninggal dunia belum teridentifikasi seluruhnya.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan juga menemukan 5 bagian tubuh yang belum dapat diidentifikasi.
Lima bagian tubuh tersebut meliputi kaki kanan; tangan kanan serta kaki kiri; tubuh, kaki kiri dan tangan kanan; tubuh dan kaki kiri; serta tangan.
Berikut adalah rincian terkini jumlah korban dari Ponpes Al Khoziny pada hari Senin (6/10/2025):
1. Korban yang selamat: 104 orang
- Tanpa perawatan: 1 orang
- Dirawat: 6 orang
- Kembali menjalani pengobatan: 97 orang
2. Korban jiwa: 50 orang
3. Korban yang hilang: 13 orang.
Proses penyelamatan untuk menemukan 13 orang yang hilang akan terus berlangsung hari ini, Senin (6/10/2025).
“Pembersihan puing kami berusaha selesaikan hari ini, jika puing sudah bersih maka semua korban seharusnya telah ditemukan,” kata Abdul.
Mengapa proses penanganan darurat berlangsung lama?
Abdul menyampaikan, selama ini proses penanganan evakuasi tidak menghadapi hambatan yang signifikan.
Sampai saat ini, sisa bangunan yang telah diangkat mencapai 75 persen. Pengangkatan puing-puing berat tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator.
Meski sebagian besar puing-puing telah diangkat, proses penyelamatan tergolong memakan waktu yang cukup lama.
Hingga hari ketujuh, sisa-sisa bangunan yang berada di area A2 atau bagian sisi kanan struktur masih terus dikerjakan secara maksimal.
Pengangkatan puing-puing dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan lainnya.
Sebagai contoh, sektor A2 yang belum dilakukan pencarian secara maksimal menghadapi hambatan karena area tersebut terkait dengan bangunan pondok yang tidak terkena dampak.
Dikhawatirkan, proses pemasangan yang salah dapat menyebabkan bangunan yang tidak terkena dampak juga ikut roboh.
“Kemungkinan terjadi (roboh) ada. Oleh karena itu, kami tetap meminta pertimbangan dari pihak ahli,” kata Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Laksamana TNI Yudhi Bramantyo, dikutip darihalopadang.id, Minggu (5/10/2025).
Agar menghindari risiko serupa, tim SAR gabungan bekerja sama dengan para ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam melakukan penyelidikan forensik terhadap struktur bangunan dan memberikan saran teknis bagi tim pembersihan.
Daftar korban Pesantren Al Khoziny
Abdul mengatakan, dari 50 korban yang ditemukan oleh petugas, belum semua dapat diidentifikasi.
Data terkini menunjukkan bahwa tim DIV Polda Jatim berhasil mengenali tiga korban tambahan. Dengan demikian, jumlah korban yang telah diidentifikasi menjadi 8 orang.
Dikutip dari halopadang.id, Senin (6/10/2025), berikut adalah daftar nama korban Pondok Pesantren Al Khoziny:
- Maulana Ibrahimific (15) penduduk Bangkalan yang tinggal di Surabaya
- Mashudul Haq (14) dari Surabaya
- Muhammad Sholeh (22) berasal dari Bangka Belitung
- Rafi Catur Okta Mulya (17) penduduk Desa Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
- Mochammad Agus Ubaidillah (14) penduduk Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.
- Firman Nur (16), penduduk Tembok Lor Surabaya
- Muhammad Azka Ibadurrahman (13) penduduk Kenjeran, Surabaya
- Daul Milal (15) penduduk Sidokapasan Surabaya.
Berikut adalah daftar korban dari Ponpes Al Khoziny hingga hari ini, Senin (6/10/2025).
