Pria di Kompleks Wengga Metro Kotim Diduga Tewas karena Depresi

by -163 Views

Lintaskriminal.co.id -, SAMPIT– Penduduk Perumahan Wengga Metropolitan (WMP), Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikejutkan dengan penemuan seorang pria meninggal secara tidak wajar di rumahnya, Minggu (5/10/2025) sore.

Korban diketahui bernama Ary Purnama (50), seorang pengusaha yang tinggal sendirian di rumahnya di Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat.

Saat dihubungi Kapolsek Baamang, AKP Mochammad Romadon menyampaikan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Saiful Bahriandyah (29), penduduk Desa Batuah, Kecamatan Seranau, yang datang bersama temannya Desy Hartati (41), warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Korban ditemukan sekitar pukul 15.47 WIB dalam kondisi tergantung di area dapur rumah dengan menggunakan tali jemuran berwarna biru,” ujar Romadon, Senin (6/10/1025).

Peristiwa dimulai ketika Saiful, yang diketahui memiliki profesi sebagai perawat rohani, sedang melakukan upacara ruqyah terhadap keluarga Desy Hartati di rumah Desy.

Setelah proses ruqyah tersebut, Saiful mengatakan merasakan adanya gangguan atau hal yang tidak wajar di rumah korban Ary.

Setelah mendengar kabar tersebut, Desy selanjutnya mengajak Saiful pergi ke rumah Ary untuk memverifikasi kondisinya.

Saat tiba di tempat tujuan, Saiful masuk terlebih dahulu ke dalam rumah yang saat itu terlihat sunyi. Ia kaget mendadak ketika melihat Ary sudah menggantung diri dengan seutas tali di dapur rumahnya.

Tiba-tiba, Saiful langsung menghubungi Desy dan warga sekitar, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Baamang.

Tidak lama kemudian, petugas polisi tiba di lokasi dan melakukan penyelidikan terhadap tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban meninggal karena tewas gantung diri. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Di dalam video yang pernah menyebar di media sosial, terlihat kondisi rumah korban dalam keadaan kacau.

Beberapa bagian lantai tampak rusak dan sebagian keramik terlihat terlepas. Kondisi ini memperbesar kegaduhan warga sekitar yang datang untuk melihat tempat kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa korban tinggal sendirian di rumah tersebut. Keadaan ini terjadi setelah ia dilaporkan pernah berselisih dengan istrinya dan telah pisah rumah sejak beberapa waktu belakangan.

Kurangnya pengawasan dari keluarga menyebabkan korban sering terlihat sedih dan tertutup.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga istri, korban diduga melakukan bunuh diri akibat mengalami tekanan mental.

Sebelumnya, korban melaporkan ke pihak berwenang mengenai dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Menurut keterangan dari keluarga pihak istri, korban diduga merasa takut setelah dilaporkan terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini kemungkinan besar menjadi alasan korban melakukan tindakan bunuh diri,” tambah Kapolsek Baamang.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap keterangan beberapa saksi guna memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut.

Namun, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korban melakukan bunuh diri akibat tekanan emosional dan konflik keluarga yang belum terselesaikan.